Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Padang

PPh psl 26

OBYEK PEMOTONGAN PPH PASAL 26 DAN BESARNYA PPH YANG TERUTANG

Obyek dan Tarif PPh Pasal 26 :

1. Dikenakan PPh Pasal 26 = 20% dari jumlah bruto penghasilan wajib pajak luar negeri berupa:

Dividen

Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang

Royalti, sewa, dan imbalan lain sehubungan dengan penggunaan harta

Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan

Hadiah dan penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun

Pensiun dan pembayaran berkala lainnya.

2. Dikenakan PPh Pasal 26 = 20% dari Perkiraan Penghasilan Netto atas penghasilan wajib pajak luar negeri berupa :

Penghasilan dari penjualan harta di Indonesia

Penghasilan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi di luar negeri, yaitu :

20% x 50% x Premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi di Luar Negeri.
20% x 10% x Premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi LN oleh perusahaan asuransi yang berkedudukan di Indonesia.
20% x 5% x Premi yang dibayarkan kepada perusahaan reasuransi LN oleh perusahaan asuransi yang berkedudukan di Indonesia.

Lihat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 624/KMK.04/1994 Jo SE – 23/PJ.43/1995

3. Dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20% dari Laba Neto setelah pajak dari suatu BUT di Indonesia (Branch Profit Tax), kecuali jika ditanamkan kembali di Indonesia.

4. Dalam hal telah dilakukan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda antara Pemerintah RI dengan negara lain (treaty partner) ; penghitungan besarnya PPh Pasal 26 didasarkan pada Tax Treaty tersebut (dibebaskan dari pengenaan PPh Pasal 26 atau dikenakan PPh Pasal 26 dengan tarif yang lebih rendah).

KOMPETENSI

Reformasi Birokrasi

Reformasi birokrasi merupakan konsep yang luas ruang lingkupnya, mencakup pembenahan struktural dan kultural. Secara lebih rinci meliputi reformasi struktural (kelembagaan), prosedural, kultural, dan etika birokrasi. Reformasi birokrasi pemerintahan diartikan sebagai penggunaan wewenang untuk melakukan pembenahan dalam bentuk penerapan peraturan baru terhadap sistem administrasi pemerintahan untuk mengubah tujuan, struktur maupun prosedur yang dimaksudkan untuk mempermudah pencapaian tujuan pembangunan. Belakangan ini, dalam segala aspek yang berhubungan dengan pemerintahan, reformasi birokrasi menjadi isu yang sangat kuat untuk direalisasikan. Terlebih lagi,birokrasi pemerintah Indonesia telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kondisi keterpurukan bangsa Indonesia dalam krisis multidimensi yang berkepanjangan. Birokrasi yang telah dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya birokrasi yang kental dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Akan tetapi, pemerintahan pascareformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi terealisasi dengan baik. Kurangnya komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi ini cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini. Sebagian masyarakat memberikan cap negatif terhadap komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi. Ironisnya, sebagian masyarakat Indonesia saat ini, justru merindukan pemerintahan Orde Baru yang dinggap dapat memberikan kemapanan kepada masyarakat, walaupun hanya kemapanan yang bersifat semu.
Prinsip otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam arti daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan di luar yang menjadi urusan Pemerintah yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini. Daerah memiliki kewenangan membuat kebijakan daerah untuk memberi pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Namun dalam pelaksanaannya birokrasi pemerintah daerah sampai saat ini masih jauh dari prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan bagi masyarakat. Hal ini karena fungsi aparatur daerah sebagai subyek dalam melaksanakan kewenangan tersebut cenderung berfungsi sebagai buruh pabrik, mengejar setoran dari hasil produksi tanpa memperdulikan kondisi dan tatanan yang ada untuk kepentingan masyarakat.
Dalam penjelasan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dijelaskan bahwa Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemberian otonomi luas kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu melalui otonomi luas, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bertitiktolak dari uraian tersebut diatas, sebagai upaya untuk mengembalikan kondisi birokrasi pemerintahan daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, perlu melakukan reformasi secara menyeluruh. Reformasi itu sesungguhnya harus dilihat dalam kerangka teoritik dan empirik yang luas, mencakup didalamnya penguatan masyarakat sipil (civil society), supremasi hukum, strategi pembangunan ekonomi dan pembangunan politik yang sating terkait dan mempengaruhi. Dengan demikian, reformasi birokrasi juga merupakan bagian tak terpisahkan dalam upaya konsolidasi demokrasi kita saat ini.

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 2.800 kali di 2015. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 47 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Soal UTS STKIP Adzkia Kelas C

UJIAN TENGAH SEMESTER
ENTREPRENEURSHIP

WAKTU : 1 HARI
SIFAT : TAKE HOME TEST
KETERANGAN : TIAP SOAL BERBOBOT 10%
TANGGAL UJIAN : 24 November 2015
DOSEN : DR. ELSANRA EKA PUTRA, M.SI, MBA

Kelas C

1. Jelaskan apa yang Saudara ketahui tentang hakekat Entrepreneurship ?
2. Jelaskan Ciri-ciri seorang Entrepreneur (masing-masing minimal 5 buah).
3. Kemampuan, Kompetensi dan Skill apa yang harus dimiliki oleh seorang Entrepreneur ? (sebutkan masing-masing minimal 5 buah).
4. Jelaskan apa yang Saudara ketahui tentang Bisnis, Sumber Daya, dan Sistem Ekonomi?
5. Jelaskan pengertian, persamaan dan perbedaan antara kreativitas, inovatif dan produktif, serta berikan contohnya ?
6. Untuk menjadi seorang Entrepreneur dibutuhkan Modal Diri, Kunci Sukses, dan Penunjang keberhasilan. Sebutkan masing-masing !
7. Rumuskan strategi bisnis yang perlu Saudara lakukan bila akan membangun usaha.
8. Tidak semua perusahaan bagus (good) mampu menjadi hebat (great). Apa yang harus Saudara lakukan agar perusahaan Saudara bisa menjadi hebat ?
9. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang STP, Marketing Mix dan The Four P’s.
10. Buat uraian modal usaha yang dibutuhkan secara riil apabila Saudara akan membuat suatu usaha. Asumsikan sendiri biaya masing-masing yang timbul.

*NB
Dibuat diatas kertas doble polio bergaris dan berstempel serta ditulis tangan

Be your self

Tips 175: How To Motivate Your Self

Rendahnya motivasi disebabkan oleh tiga hal yaitu: tidak pede, tidak fokus, dan tidak terarah. Biasanya, ketiganya akan muncul bersamaan dan saling menguatkan.

TIDAK PEDE

Jika Anda sendiri tidak percaya bahwa Anda bisa sukses, maka mencoba pun Anda tak akan melakukannya. Apalagi benar-benar melakukannya.

Jika Anda merasa kurang PeDe, sebabnya adalah karena Anda sepenuhnya berfokus pada apa yang Anda inginkan. Anda melupakan apa-apa yang sudah Anda punya.

Kemudian, pikiran Anda hanya menghasilkan penjelasan tentang mengapa Anda belum juga mendapatkannya.

Hasilnya adalah pikiran negatif.

Akibatnya adalah rasa cemburu dan berbagai pembenaran.

Bersyukurlah!

PEDE SECARA INSTAN

  1. Pakailah pakaian yang membuat Anda PeDe. Orang yang paling memikirkan pakaian Anda adalah diri Anda sendiri. Jika Anda merasa tidak terlihat baik, maka itu akan mempengaruhi pembawaaan Anda.

2. Berjalanlah dengan lebih cepat. Berjalanlah dengan enerjik.

3. Perhatikan postur dan bahasa tubuh Anda. Jadilah antusias dan penuh semangat.

4. Dengarkanlah pembicara motivasional. Pembicara motivasional yang terbaik adalah diri Anda sendiri. Berbicaralah di depan cermin.

5. Bersyukurlah. Sediakan waktu khusus untuk itu. Shalat-lah. Berdoalah. Merenunglah.

6. Hargai dan pujilah orang lain.

7. Duduklah di baris depan, kecuali di bioskop atau di kursi VIP.

8. Bicaralah. Bicara yang baik atau diam. Jika itu baik bicaralah, apapun yang Anda rasakan.

9. Biasakan memberi. Bersedekahlah, beramal-lah. Berkontribusilah.

TIDAK FOKUS

Jika Anda tidak tahu persis apa yang Anda inginkan, jangan-jangan Anda memang tidak menginginkannya.

Nilai kembali diri Anda, apakah Anda lebih fokus pada apa yang tidak Anda inginkan atau pada apa yang Anda inginkan?

Saya takut gagal, saya takut miskin, saya takut dilecehkan, saya takut tidak mencapai target, saya takut mengecewakan, dan sebagainya.

Semua itu tidak mendorong Anda untuk bertindak. Takut akan membuat Anda diam di tempat.

Buatlah rencana dan langkah-langkah yang terukur.

Pikiran Anda akan mulai bekerja, sampai Anda tahu apa yang Anda mau.

TIDAK TERARAH

Jika Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan, bagaimana mungkin Anda bisa termotivasi untuk melakukannya?

Fokus Anda adalah sasaran akhir. Arah Anda adalah strategi harian. Dengan kejelasan tentang “what next?”, maka Anda akan tetap termotivasi untuk melanjutkan perjalanan.

Apakah aktivitas harian Anda mengarah kepada fokus atau tidak? Aktivitas mana yang mendekatkan dan mana yang menjauhkan Anda dari fokus?

Daerah Rawan Bencana di Sumatera Barat

DATA DAERAH RAWAN BENCANA DI INDONESIA, JAKARTA–MICOM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana pendampingan sebesar Rp200 miliar guna menghadapi ancaman bahaya banjir dan longsor tahun ini.

“Apabila terjadi ancaman bahaya banjir atau longsor dengan skala besar lembaga internasionalpun siap membantu,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dodi Ruswandi di gedung BNPB Jakarta, Selasa (13/11). Ia didampingi Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sugeng Triutomo dan Humas BNPB Sutopo Yuwono.

Tahun ini sejak bulan Januari hingga sekarang terjadi 96 kejadian banjir dengan anggaran dana pendampingan Rp50 miliar dan enam kejadian tanah longsor dengan dana Rp5 miliar.

Sugeng Triutomo mengemukakan datangnya musim penghujan melahirkan ancaman bencana bahaya banjir dan longsor di beberapa daerah. Berdasarkan peta bencana BNPB untuk dua tahun ke depan, sebagian provinsi tergolong sangat rawan banjir dan tanah longsor yang patut diwaspadai.

Untuk November, ungkap Sugeng, Bangka Belitung, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo adalah provinsi yang paling rawan terkena longsor.

Sementara pada bulan Desember 2012, potensi paling tinggi adalah Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah, adapun pada Januari 2013 Sulawesi Selatan berpotensi tinggi.

Dari data BNPB mengenai peta rawan bencana banjir di Indonesia 2011 adalah Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Menurut Sugeng terdapat juga delapan wilayah yang khusus mendapat perhatian dari ancaman bahaya banjir dan longsor, yaitu DKI Jakarta, daerah aliran sungai Bengawan Solo (Jateng dan Jatim), kawah Gunung Ijen (Jatim), banjir lahar dingin Gunung Merapi (Jateng dan DIY), banjir lahar dingin Gunung Semeru (Jatim), Sungai Citarum (Jabar), dan Gunung Bawakaraeng (Sulawesi Selatan).

SEBAB – SEBAB INDONESIA MENJADI RAWAN BENCANA
Indonesia menjadi daerah rawan bencana karena beberapa alasan. Pertama karena faktor alam itu. Negeri kita ini berdiri di atas pertemuan lempeng-lempeng tektonik itu. Akibatnya negeri ini berada di atas jalur gempa, patahan-patahan yang menyebabkan gempa. Negeri kita ini juga memiliki banyak gunung berapi. Jumlahnya sekitar 140 gunung yang aktif. Iklim kita yang tropis juga menyebabkan banyak tanah yang tidak stabil. Banyak tanah yang rusak.

Iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi memudahkan terjadi pelapukan. Bencana alam seperti longsor, misalnya, itu karena curah hujan di sini cukup tinggi. Itu dari sisi alamnya.
Kedua dari sisi non alam. Negeri kita berpenduduk padat, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Kalau kawasan timur Indonesia mungkin belum begitu banyak. Infrakstuktur kita tidak didesain sesuai dengan kondisi alam itu. Bangunan rumah, juga bangunan besar seperti gedung, belum banyak disesuaikan dengan kondisi alam ini.

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi.

Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan liquefaction. Besarnya dampak gempa bumi terhadap bangunan bergantung pada beberapa hal; diantaranya adalah skala gempa, jarak epicenter, mekanisme sumber, jenis lapisan tanah di lokasi bangunan dan kualitas bangunan.

Gempa bumi terjadi diawali dengan akumulasi stress di sekitar batas lempeng, sehingga aktifitas gempa banyak disini. Walaupun konsentrasi akumulasi stress akibat tabrakan lempeng berada di sekitar batas lempeng, akibatnya bisa sampai jauh sampai beberapa ratus kilometer dari batas lempeng karena ada pelimpahan stress di kerak bumi, sehingga ada daerah aktif gempa di luar daerah pertemuan lempeng. Kasus sesar Sumatra umpamanya adalah sesar yang dibentuk oleh pelimpahan stress tabrakan lempeng Indo-Australia dengan Eurasia dengan sudut tabrakan miring terhadap garis batas. Kemiringan ini menyebabkan timbulnya sesar Sumatra dimana konsentrasi akumulasi stress atau pusat-pusat gempa di daerah ini.

Beberapa sesar aktif yang terkenal di Indonesia adalah sesar Sumatra, sesar Cimandiri di Jawa barat, sesar Palu-Koro di Sulawesi, sesar naik Flores, sesar naik Wetar, dan sesar geser Sorong. Keaktifan masing-masing sesar ditandai dengan terjadinya gempa bumi. Gempa dangkal (kedalaman 0-50 km) yang terjadi pada periode 1900-1995 dengan skala Richter 5.5 atau lebih, membuktikan lokasi-lokasi daerah aktif gempa di Indonesia. Sebagian dari gempa tersebut menimbulkan
bencana, bergantung pada beberapa hal :
a. Skala atau magnitude gempa
b. Durasi dan kekuatan getaran
c. Jarak sumber gempa terhadap perkotaan
d. Kedalaman sumber gempa
e. Kualitas tanah dan bangunan
f. Lokasi bangunan terhadap perbukitan dan pantai

Pakar gempa dari Universitas Andalas, Dr. Badrul Mustapa Kemal, menyatakan tiga daerah di Indonesia tidak rawan gempa yakni Kalimantan, Belitung, dan Kepulauan Riau.”Beberapa daerah di Indonesia rawan gempa bumi, namun tiga daerah yang tidak rawan gempa bumi, yakni Kalimantan, Belitung dan Kepulauan Riau,” katanya di Padang, Minggu.

Daerah yang rawan gempa bumi tsunami serta rawan letusan gunung api terjadi di sepanjang “ring of fire” mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Banda, hingga Maluku.
“Daerah rawan bencana gempa dan tsunami Indonesia hampir semuanya berada pada daerah yang tingkat populasinya sangat padat, tetapi yang jelas kita harus tetap waspada akan terjadinya bencana ini,” katanya.
Menurut dia, kondisi geologi Indonesia merupakan pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menjadikan kawasan Indonesia ini memiliki kondisi geologi yang sangat kompleks dan rawan bencana.

Posisi Indonesia yang berada di pertemuan dua lempeng tektonik Australia dan Asia itu sangat rawan, karena lempeng-lempeng itu aktif dan dinamis, terus bergerak. Ia menyatakan lempeng Asia bergerak ke selatan/tenggara dan lempeng Australia bergerak ke barat laut. Indonesia berada di “sabuk” pertemuan itu.
“Indonesia dikepung tiga lempeng tektonik dunia, Indonesia juga merupakan jalur `The Pasicif Ring of Fire` (Cincin Api Pasifik) yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia,” katanya.

ada 12 daerah rawan di Sumatera Barat yaitu :
1. padang
2. solok
3. solok selatan
4. pesisir selatan
5. sawahlunto
6. padang pariaman
7. sijunjung
8. tanah datar
9. bukittinggi
10 kabupaten agam
11. pasaman
12. lima puluh kota

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.