Perpajakan

12 Komentar (+add yours?)

  1. elsanraekaputrae
    Apr 12, 2013 @ 20:00:44

    Panji nilainya O utk sementara

    Balas

  2. elsanraekaputra
    Apr 16, 2013 @ 19:01:50

    Berilah contoh perhitungan kredit PPh Luar Negeri dan Batas Maksimum Kredit Pajak Luar Negeri !
    1. Contoh 1 :
    PT X berkedudukan di Jakarta memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2001 adalah sbb :

    Penghasilan neto dari dalam negeri sebesar Rp 8.000.000.000,00.

    Di Singapura memperoleh penghasilan (laba neto) Rp 2.000.000.000,00, dimana PPh yang dibayar di Singapura sebesar Rp 800.000.000,00

    Di Vietnam memperoleh penghasilan (laba neto) sebesar Rp 6.000.000.000,00, dimana PPh yang dibyar sebesar
    Rp 1.500.000.000,00

    Di Malaysia menderita kerugian (rugi neto) sebesar Rp 5.000.000.000,00.
    Perhitungan Kredit PPh Luar Negeri-nya adalah sbb :
    Penghasilan neto dalam negeri
    Rp
    8.000.000.000,00
    Penghasilan neto dari Singapura
    Rp
    2.000.000.000,00
    Penghasilan neto dari Vietnam
    Rp
    6.000.000.000,00
    ________________
    Jumlah Penghasilan Neto
    Rp
    16.000.000.000,00
    ________________
    Rugi neto yang berasal dari Malaysia tidak boleh digabung (tidak diakui).
    Perhitunga PPh Terutang :
    10% x Rp 50.000.000,00
    Rp
    5.000.000,00
    15% x Rp 50.000.000,00
    Rp
    7.500.000,00
    30% x Rp 15.900.000.000,00
    Rp
    4.770.000.000,00
    _______________

    Rp
    4.782.500.000,00
    Batas Maksimum Kredit Pajak Luar Negeri :

    Singapura = (2 Milyar / 16 Milyar) x Rp 4.782.500.000,00 = Rp 597.812.500,00
    PPh yang dapat dikreditkan hanya Rp 597.812.500,00 meskipun secara nyata membayar PPh di Singapura sebesar Rp 800.000.000,00. Sisanya tidak boleh dikompensasi ke tahun berikutnya, direstitusi, maupun dibebankan sebagai biaya.

    Vietnam = (6 Milyar / 16 Milyar) x Rp 4.782.500.000,00 =Rp 1.793.437.500,00.
    PPh yang dapat dikreditkan sebesar Rp 1.500.000.000,00 (sebesar yang nyata-nyata dibayar/terutang di Vietnam).
    2. Contoh 2 :
    PT Y berkedudukan di Surabaya memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2001 sbb :

    Penghasilan neto (rugi) di dalam negeri
    Rp
    (600.000.000,00)

    Penghasilan neto dari usaha di Philipina
    Rp
    3.000.000.000,00

    _______________

    Jumlah
    Rp
    2.400.000.000,00

    PPh yang terutang di Philipina sebesar
    Rp .
    1.200.000.000,00
    Perhitungan Kredit Pajak Luar Negeri :
    Jumlah Penghasilan Neto (Penghasilan Kena Pajak)Rp 2.400.000.000,00
    PPh Terutang :
    10% x Rp 50.000.000,00
    = Rp
    5.000.000,00

    15% x Rp 50.000.000,00
    = Rp
    7.500.000,00

    30% x Rp 2.300.000.000,00
    = Rp
    690.000.000,00

    ____________

    Rp
    702.500.000,00

    Batas Maksimum Kredit Pajak Luar Negeri :
    Karena jumlah Penghasilan Kena Pajaknya lebih kecil dari pada Penghasilan Neto dari Luar Negeri (di Dalam Negeri mengalami kerugian), maka maksimum Kredit Pajak Luar Negeri adalah sama dengan jumlah PPh yang terutang, yaitu Rp 702.500.000,00. PPh yang telah dibayar di Philipina adalah sebesar Rp 1.200.000.000,00, sehingga terdapat sisa sebesar Rp 497.500.000,00, yang tidak dapat dikompensasi ke tahun berikutnya, direstitusi, maupun diakui sebagai biaya.

    Balas

  3. Melia
    Apr 26, 2013 @ 12:08:06

    Pak,, ini tugas pajak yang minggu kemaren,, kelompok 1
    Nama : MELIA SARI
    BP : 11.031 A

    1. Safrudin adalah pegawai tetap di PT Insan Selalu Lestari sejak 1 Januari 2010. Ia memperoleh gaji beserta tunjangan berupa uang sebulan sebesar Rp.2.000.000, dan membayar iuran pensiun sebesar Rp. 50.000 sebulan. Saefudin menikah tetapi belum mempunyai anak (status K/0).

    Penghitungan PPh Ps. 21 terutang:
    Gaji Sebulan = Rp. 2.000.000
    Penghasilan bruto Rp. 2.000.000
    Pengurangan:
    Biaya Pensiun = 5% x 2.000.000 = Rp. 100.000
    Iuran pensiun = Rp. 50.000
    Total Pengurangan = Rp. 150.000
    Penghasilan netto sebulan = Rp. 1.850.000
    Penghasilan netto setahun = 12 x 1.850.000 = Rp. 22.200.000
    PTKP setahun:
    o WP sendiri = Rp. 15.840.000
    o Tambahan WP kawin = Rp. 1.320.000
    Total PTKP = Rp. 17.160.000
    PKP setahun = Rp. 5.040.000
    PPh Ps. 21= 5 % x 5.040.000 = Rp. 252.000
    PPh Ps. 21 sebulan = Rp. 21.000
    2. Teja status kawin dengan 1 anak pegawai PT. Mulia, pensiun tahun 2005. Tahun 2010Teja menerima pensiun sebulan Rp. 3.000.000,00.

    Penghitungan PPh Ps. 21 :
    Pensiun sebulan Rp. 3.000.000
    Pengurangan:
    Biaya Pensiun 5% x 3.000.000 Rp. 150.000
    Penghasilan Netto sebulan Rp. 2.850.000
    Penghasilan Netto setahun Rp. 34.200.000
    PTKP (K/1) = Rp. 18.480.000
    PKP = Rp. 15.720.000
    PPh Ps. 21 setahun = 5% x 15.720.000 = Rp. 786.000
    PPh Ps. 21 sebulan = (Rp. 786.000 : 12) = Rp. 65.500

    3. Ikhsan Alisyahbani adalah pegawai tetap di PT Tiurmas Lampung Indah. Ia memperoleh gaji bulan Desember sebesar Rp. 2.500.000,00 menerima THR sebesar Rp. 1.000.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp. 50.000,00 sebulan. Ikhsan Alisyahbani menikah tetapi belum mempunyai anak (status K/0). PPh Pasal 21 atas gaji dan THR:

    Penghasilan Bruto setahun = 12 x 2.500.000 = Rp. 30.000.000
    THR = Rp. 1.000.000
    Jumlah Penghasilan Bruto = Rp. 31.000.000
    Pengurangan:
    o Biaya Jabatan = 5% x 31.000.000 = Rp. 1.550.000
    o Iuran pensiun = 12 x 50.000 = Rp. 600.000
    o Total Pengurangan = Rp. 2.150.000
    Penghasilan netto setahun = Rp. 28.850.000
    PTKP (K/0) setahun = Rp. 17.160.000
    PKP setahun = Rp. 11.690.000
    PPh Ps. 21 terutang = 5% x 11.690.000 Rp. 584.500
    PPh Pasal 21 atas gaji
    Penghasilan Bruto setahun = 12 x 2.500.000 = Rp. 30.000.000
    Pengurangan:
    o Biaya Jabatan = 5% x 30.000.000 = Rp. 1.500.000
    o Iuran pensiun = 12 x 50.000 = Rp. 600.000
    o Total Pengurangan = Rp. 2.100.000
    Penghasilan netto setahun Rp. 27.900.000
    PTKP (K/0) setahun = Rp. 17.160.000
    PKP setahun = Rp. 10.740.000
    PPh Ps. 21 terutang = 5% x 10.740.000 Rp. 537.000
    PPh Pasal 21atas gaji dan THR – PPh Pasal 21 atas gaji:
    = Rp. 584.500– Rp.537.000
    = Rp. 47.500

    Balas

  4. umulkhair9085@yahoo.com
    Apr 26, 2013 @ 17:37:43

    ternyata rahmi sangat pentas mendapat nilai E, karna jawabannya tidak sesuai dengan konteks pembelajaran!!!

    Balas

    • elsanraekaputra
      Apr 27, 2013 @ 19:12:49

      bagaimana dengan yg lain..

      Balas

      • dina islamika fitri
        Mei 07, 2013 @ 19:18:34

        asssamuaalaikum
        bpk ni dina islamika fitri
        pak saya minta tugas perpajakan yg minggu lalu
        terimakasih sebelumnya pak
        salam hormat
        dina…

  5. rahmawati1991
    Mei 09, 2013 @ 17:50:10

    bapak …. ini rahmi dari akuntansi malam . . .
    mu minta tugas bapak . . . .
    makasih bapak

    Balas

  6. Asra Yetti
    Mei 22, 2013 @ 19:59:27

    ass,,
    Bpk ni Asra Yetti dari akuntansi malam….
    saya mau minta tugas perpajakan yg minggu lalu….
    terimakasih sebelumnya pak…
    salam hormat…

    Balas

    • elsanraekaputrae
      Mei 24, 2013 @ 10:00:51

      Tugas Buat Rahmi:
      seorang Wapa Anto (kawin) istri tdk bekerja dan mempunyai 3 orang anak. ia seorang dokter bertempat tinggal di Jakarta yang juga memiliki industri Rotan di Cirebon Jabar. persentase norma untuk industri rotan di Cirebon 12,5% dan dokter di Jakarta 45%. Peredaran usaha di Cirebon Rp400.000.000/tahun dan penerimaan bruto doktter di jakarta Rp.100.000.000/tahun.
      Berapakah PKP berdasarkan Peraturan tahun 2013?
      buatlah SPT pasal 21

      Tugas Buat Dina:
      Seorang Wapa Joko (kawin) istri tdk bekerja dan mempunyai 1 orang anak. ia seorang Pengusaha bertempat tinggal di Jakarta yang juga memiliki industri Damar di Kalimantan. persentase norma untuk industri rotan di Cirebon 12,5% dan dokter di Jakarta 45%. Peredaran usaha di Kalimantan Rp600.000.000/tahun dan penerimaan bruto Usahanya di Jakarta Rp.1.500.000.000/tahun.
      Berapakah PKP berdasarkan Peraturan tahun 2013?
      Buatlah SPT tahunan!

      Tugas Buat Asra Yetti:
      Wapa Asri (kawin) istri bekerja dan belum mempunyai anak. ia seorang Pengacara bertempat tinggal di Jakarta istrinya bekerja sebagai pegawai BUMN di Padang. rata-rata pendapatannya Rp.120.000.000/tahun dan pendapatan bruto istrinya 75.000.000/tahun.
      Berapakah PKP berdasarkan Peraturan tahun 2013?
      Buatlah format SPT tahunannya..

      Balas

  7. asra yetti
    Mei 29, 2013 @ 20:08:07

    makasih ya pak.

    Balas

  8. elsanraekaputrae
    Jun 04, 2013 @ 08:57:36

    iya sama2

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: