Diskusi Kewirausahaan

31 Komentar (+add yours?)

  1. Elsanra Eka Putra
    Mei 18, 2009 @ 15:43:30

    Berikut ini adalah tugas Kewirausahaan buat:
    1. Budi, Yona dan Riska Risandi —> Buatlah sejarah singkat atau profil James watt penemu bola lampu pijar
    2. Risma, Dini dan Herman Aprilandi—> baca dan pelajari kiat sukses Thomas Alpha edison
    3. Lina, Satia, Ridwan, dan Astri, –>Sejarah singkat Wright bersaudara
    4. Santy, Nurhaeni, Nurhayati, Asiah, —> Bibliografi Muhammad HAtta
    5. Siti Maulani, Puspita, Hana, Nining, —> Sejarah perkembangan usaha Bill Gates
    6.Yosep, Herlan, Sarah, –> membauat 100 orang tokoh wirausahawan dunia dan usaha yg berhasil dikembangkannya
    7.Ibrahim, Leli, Endang, –> Sejarah singkat keberhasilan Muhammad Yunus pendidir bank pertanian di Bangladesh yg memperoleh piala Nobel
    8. Rini S, Siti Erma, Mega, —> Jelaskan sikap entrepreneurship yg dikembangkan oleh Neil Amstrong
    9.Frihandini, Agus, Subagiyo, —> ANda berkesempatan memberikan contoh tokoh wirausahawan Indonesia serta produk atau usaha yg dilakukannya.
    10. Ruminah, Kartika, Ilham, dan Bayu—> Anda belum beruntung, untuk tugasnya silahkan kontak saya diline number 02276061176

    Balas

  2. elsanraekaputra
    Mei 19, 2009 @ 11:13:22

    Tugas itu di ketik pada kertas HVS kwarto (a4) jenis tulisan Arial 12.

    Balas

  3. Riska Risandi
    Mei 24, 2009 @ 02:51:23

    Assalamualaikum,,
    udah ada pak kirain nama saya ga ada😀

    Balas

  4. ani hendayani
    Mei 27, 2009 @ 20:36:53

    Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Enterpreneurship
    Sebagai Syarat untuk mengikuti UTS

    Disusun Oleh :

    Ani Hendayani (11005046)

    PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
    FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
    BANDUNG
    2009

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Berbagai jenis bisnis banyak bermunculan, baik itu bisnis yang bergerak dalam bidang pembuatan dalam alat-alat musik maupun industri. Keadaan ini menimbulkan adanya persaingan yang ketat diantara bisnis yang satu dengan yang lain dalam memberikan layanannya dan berburu untuk mendapatkan peluang bagi bisnis masing- masing.
    Dengan adanya bisnis ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang potensial. Dunia usaha pada saat ini memiliki pola pikir yang kreatifitas dan inovasi kalangan muda khususnya dikalangan mahasiswa sehingga mampu menciptakan sebuah inovasi yang dapat menyerap tenaga kerja serta penuh perhitungan dan berorientasi pasar. Didalam pencapaiannya usaha harus memiliki aspek ekonomi yaitu untuk bertujuan meningkatkan taraf hidup para pegawai sedangkan aspek sosial untuk mengurangi tingkat pengangguran yang saat ini sangat mengkhawatirkan.

    1.2 Permasalahan
    Untuk pengembangan bisnis hendaknya memperhatikan faktor-faktor karena dengan tidak memperhatikan faktor-faktor tersebut bisnis ini tidak akan berkembang. Faktor yang dimaksudkan antara lain faktor bisnis dapat meliputi segmentasi pasar, lokasi dan investasi sehingga dapat diperoleh prediksi kelayakan bisnis untuk memutuskan lokasi mana yang akan didirikan, inovasi bisnis sangat berperan dalam menyusun strategi pemasaran sehingga operasional pembuatan gitar tua ini dan managementnya bisa mengambil langkah langkah startegis untuk menjalankan bisnis membuat gitar tua dan teknis. Tiga faktor tersebut sangatlah mempengaruhi proses awal dan ketika berjalannya sebuah bisnis yang bergerak dalam pembuatan sebuah gitar tua serta yang paling penting dalam bisnis ini yang dibutuhkan adalah investasi sebab investasi menjadi modal awal untuk mendirikan suatu bisnis tersebut.

    Sedangkan kekhawatiran para pembisnis pembuatan gitar tua ini adalah kurang diminat masyarakat terhadap gitar tua, kemampuan manajeman dan permodalan.Menjalankan bisnis pembuatan gitar tua yang sangat diperlukan adalah kerjasama tim dalam pembuatan gitar tua. Dengan adanya ke tiga faktor tersebut dapat lebih efektif dan efisien sesuai dengan keinginan yang diminati oleh masyarakat. Dari pengamatan bahwa pembuatan gitar tua hampir dari semua kalangan, ada pengusaha, musisi, grup musik masyarakat masih banyak peminatnya karena bentuk dari gitar tersebut unik serta dari segi ekonomi layak untuk dijadikan Produk yang akan dipasarkan. Oleh karena itu kami disini lebih memilih bisnis membuat gitar tua.

    1.3 Maksud dan Tujuan
    1.3.1 Maksud
    Maksud dari proposal ini adalah dapat memberikan gambaran umum dari usaha yang akan dilaksanakan khususnya bagi Direktorat/instansi yang bersedia membantu dana.

    1.3.2 Tujuan
    Adapun tujuan bisnis membuat gitar tua antara lain :
    1. Mendapatkan pengalaman dalam berwiraswasta
    2. Mengembangkan jiwa wiraswasta dan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi lulusan.
    3. Agar banyak peminatnya khususnya dikalangan masyarakat terhadap gitar tua.

    BAB II
    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

    2.1 Permintaan
    Persiapan produksi dalam bisnis membuat gitar tua memerlukan keahlian dan tanggung jawab dari setiap karyawan nya, oleh karena itu persiapan Sumber Daya Manusia, bahan baku, alat pengolahan, tempat produksi dan dana/modal. Dalam aspek sumber daya manusia mengingat produk membuat gitar tua ini sebagian besar atau bahkan seluruhnya dikerjakan secara manual, untuk itu tenaga yang terampil serta kreatif dalam mengolah pembuatan gitar tua mutlak diperlukan. Bahan baku menjadi tolak ukur permintaan konsumen, dikarenakan bahan baku yang mempunyai kualitas baik, alat-alat yang lengkap serta canggih dapat memudahkan cara kerja membuat gitar tua serta memiliki kualitas yang bagus sehingga gitar tua lebih banyak peminatnya terutama dikalangan masyarakat.

    2.2 Penawaran
    Dalam pengembangan produk kedepan untuk produk pembuatan gitar tua ini agak sulit, mengingat bahwa model atau jenis dari gitar tua ini memiliki karakteristik tersendiri, pasar tersendiri dan langganan atau customer tersendiri pula. Adapun cara pengembangan yaitu dengan cara pendistribusi ke konsumen, cara pembuatan gitarnya. Setelah dapat membuat gitar tua yang kualitasnya bagus sebelum dipasarkan kami terlebih dahulu mencoba nada-nada yang dihasilkan oleh gitar tersebut agar laku dipasaran selain itu gitar dapat dipesan sesuai dengan keinginan konsumen.
    Penawarannya dapat dilakukan dengan berbagai cara penawaran yang menggunakan media cetak dan media elektronik dalam hal ini misalnya iklan di TV, Radio, dan Koran/Majalah, bahkan promosi dari pameran ke pameran, dari mulut ke mulut. Untuk produk membuat gitar tua media penawaran yang lebih tepat yaitu promosi dari pameran dengan harapan konsumen dapat menyukai gitar tua dan diharapkan dapat menjadi media untuk mempromosikan kepada orang lain. Hal ini juga mengingat akan keterbatasan dana untuk melakukan penawaran

    2.3 Saingan
    Berdasarkan penentuan terhadap merk produk yang akan dipasarkan nama generic dari produk tersebut, dengan penetuan merk dengan memuat atau mengadopsi nama dari produk yang telah beredar memungkinkan produk yang dipasarkan lebih mudah di ingat dan lebih familiar. Serta sebagai pembeda dari produk lain yang sejenis. Tempat penjualan produk ini hendaknya dipilih tempat yang benar-benar strategis, dengan trafic yang padat dan jumlah populasi orang di sekamir tempat penjualan padat. Karena dengan pemilihan tempat yang tepat akan menjadi sasaran dari pemasaran produk untuk mempermudah pemasaran produk.
    2.4 Harga
    Sebaiknya produk yang sudah dihasilkan harus mengikuti kaidah kaidah yang ada,dimana dalam hal ini strategi penentuan harga, produk/merek, promosi. Penentu dari jumlah konsumen yang mebeli produk ini ditentukan dari harga jual, dalam menetukan harga haruslah dapat dijangkau oleh seluruh kalangan dengan harga murah tersebut kami masih mendapatkan untung.
    2.5 Pemasaran
    Untuk pemasaran, mengandalkan promosi dari pameran ke pameran, dari mulut ke mulut, karena gitar tua ini adalah buatan tangan dengan jumlah terbatas. Sempat juga mencoba membuat massal namun terbentur permodalan dan kemampuan manajeman. Kemungkinan yang dapat dikembangkan cara pembuatan atau pendistribusian ke konsumen. Target pelanggan gitar tua ini adalah :. Hampir dari semua kalangan, ada pengusaha, musisi, grup musik. Mereka adalah konsumen yang menyukai alat musik terutama gitar tua.
    2.6 Positioning
    Yang perlu diperhatikan dalam uji positioning adalah produk yang diluncurkan tersebut dapat diterima oleh konsumen dengan alasan bahwa produk yang kami bikin itu sesuai dengan keinginan, berbeda dari produk pesaing, memiliki nilai tambah buat konsumen.Selain positioning disisi lain kami memerlukan Questionnaire yang berguna untuk menekankan apakah produk kami berbeda dari pesaing dari segi pembuatan gitar, harga, kualitas, dan sebagainya. Agar produk yang konsumen beli ada manfaatnya.
    2.7 Segmentasi
    Menentukan segmentasi dalam membuat gitar tua mengambil segmen kelas sosial menengah bawah. Sedangkan Segmentasi produk adalah proses menempatkan konsumen dalam subkelompok di pasar produk, sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi perusahaan. Sehingga kami mampu mengindentifikasi segmen pasar dimana dalam hal ini kami mengambil segmen tingkat sosial, maka selanjutnya segmen tingkat sosial menengah bawah akan menjadi sasaran atau target pemasaran.
    2.8 Tagetting
    Kesuksesan penjualan atau gagalnya suatu bisnis hendaknya harus memperhatikan dari segi target penjualan. Pencapaian target penjualan dapat dilihat dari prosentase, apabila penjualan dibawah maka kami anggap gagal. Target ini pada umumnya dapat menarik perhatiakan dikalangan dari semua kalangan, ada pengusaha, musisi, grup musik.

    BAB III
    ASPEK OPERASIONAL / PRODUKSI

    3.1 Layout

    3.2 Pembagian Kerja
    Untuk pembagian kerja membuat gitar tua ini hanya mempunyai 4 orang karyawan yang ditempatkan pada bagian kasir 1 orang, Pekerja 2 orang dan 1 Orang mendesain bentuk gitar. Karyawan bekerja mulai dari pukul 09.00-21.00 WIB. Dengan gaji perbulan masing-masing karyawan sebesar Rp. 600.000. Masing-masing tenaga kerja mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan peranannya.
    3.3 Jam Kerja Mesin
    Jam Kerja Mesin, mulai beroprasi dari pukul 10.00-21.00 WIB, dengan ketentuan mesin digunakan sesuai dengan kebutuhan.
    3.4 Kapasitas Usaha
    Kapasitas bisnis membuat gitar tua, sehari bisa menjual 20 gitar untuk gitar akustik baik string maupun klasik harga terendah dengan harga Rp 250.000 dan termahal Rp. 5.000.000. Sedangkan untuk gitar listrik harga termurah dengan harga Rp.750.000 dan termahal Rp 2.500.000 Untuk pesanan khusus tergantung dari bahan dan tingkat kesulitan pembuatannya.
    3.5 BEP
    Rumus Persamaan: LB=VCx + FC
    0=1
    Rumus Modal: BEP=FC/1-VC/S

    BAB IV
    ASPEK MANAJEMEN DAN SDM

    4.1 Struktur Organisasi

    4.2 Job Description
    1. Direktur
    Uraian kerja yang dilakukan antara lain :
    a. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan bisnis baik keluar maupun kedalam.
    b. Membentuk susunan organisasi dan menunjuk karyawan.
    c. Berhak mengangkat dan memberhentikan karyawan.

    2. Menejer Operasional
    Uraian kerja yang dilakukan pada bisnis gitar antara lain :
    a. Manajer operasional menerapkan proses menejemen ini untuk setiap keputusan dalam perusahaan.
    b. Memastikan bahwa produk dirancang sedemikian rupa agar dapat memenuhi kepuasaan pelanggan.Meningkatan produktivitas bisnis.

    3. Pegawai
    Uraian kerja yang dilakukan pada bisnis gitar antara lain :
    a. Untuk mempercepat hasil dari pembuatan gitar tua

    4. Desain
    Uraian kerja yang dilakukan antara lain adalah mendesain atau menggambar bentuk-bentuk gitar yang telah dipesan sesuai dengan keinginan para konsumennya.

    5. Kasir
    Uraian kerja yang dilakukan antara lain :
    a. Pembukuan keuangan pada bisnis gitar
    b. Aktivitas transaksi pengeluaran dan pendapatan yang diperoleh dari pembuatan gitar
    c. Kegiatan-kegiatan keuangan lainnya.

    4.3 Rencana Tenaga Kerja
    Disamping itu juga rencana tenaga kerja harus semakin ditingkatkan, dikarenakan pemesanan yang semakin meningkat pula.

    BAB V
    ASPEK KEUANGAN

    5.1 Sumber Modal
    Modal diperoleh dari kerjasama :
    I. Ani. Rp. 15.000.000;
    II. Nani Rp. 15.000.000;
    1. Modal
    a. Modal tetap Rp. 9.000.000;
    – Perlengkapan penunjang
    (kayu)
    – Perlengkapan bisnis Rp. 2.000.000;
    – Biaya perizinan Rp. 2.000.000;
    – Kendaraan Rp. 8.000.000;
    b. Modal Operasional Rp. 3000.000;
    Cadangan modal Rp. 6.000.000;+
    Total Modal Rp. 30.000.000;

    Modal yang kami butuhkan untuk medirikan warung ini biaya selama 1 bulan pertama adalah Rp 30.000.000,- dengan perkiraan laba bersih miniml Rp 3.000.000,- per bulannya.

    5.2 Penggunaan Modal
    Kegigihan dan kejelian kita mengubah suatu kesederhanaan dan bahkan kelemahan atau kekurangan, menjadi sebuah kekuatan adalah kunci keberhasilan. Serta penggunaan modal biasanya juga digunakan untuk meningkat kualitas dari gitar tua dan mengembangkan lebih pesat lagi.
    5.3 Analisis Investasi
    Biasanya Analisis investasi digunakan sebagai perhitungan yang akan memulai bisnis gitar tua. Kemungkinan analisis investasi dijalankan secara benar maka hasilnya akan lebih baik dari sebelumnya.
    5.4 Payback period
    Jangka waktu atau periode uang kembali antara lain :
    – Apabila kas bersih setiap tahun sama, maka rumus payback peroide adalah

    – Apabila Kas Bersih setiap tahunnya berbeda, maka rumus payback period adalah
    Investasi Kas bersih tahun pertama
    – Jika hasilnya masih besar dari investasi, dikurang lagi dengan Cash bersih tahun pertama
    5.5 Net Present Value (NPV)
    Perbandingan antara present value kas bersih dengan present value investasi selama umur ekonomis.
    Rumusnya :

    5.6 Internal Rate Of Return (IRR)
    Rumusnya sebagai berikut :
    – Rata- rata bersih : dengan tahun (N)

    – Payback period

    5.7 Average Rate Of Turn (ARR)
    Artinya rata-rata tingkat mengembalikan bunga
    Rumusnya adalah :

    5.8 PI/BLR
    Rumusnya adalah
    Rasio aktivitas jumlah nilai sekarang dengan nilai sekarang pengeluaran selama umur

    BAB VI
    KESIMPULAN

    Dalam melakukan bisnis ini dituntut untuk fokus, dan serius, serta memulai bisnis kami tidak boleh menjalankannya tidak boleh setengah-setengah walaupun bisnis ini hanya sebagian dari bisnis sampingan. Suatu kegagalan dalam berbisnis harus dijadikan sebagai pengalaman karena dengan begitu kami lebih berani mencoba, pantang menyerah, optimis, mau bekerja keras dan mengembangkan jiwa wirausaha. Ke depan persaingan akan semakin ketat jika tidak memiliki bekal yang cukup akan repot nantinya. Sebaiknya bisnis juga yang sangat penting adalah perhitungan yang akurat hendaknya perhitungan tersebut dilakukan awal-awal memulai bisnis karena segala sesuatu diperhitungan dengan matang maka bisnis ini tidakan gagal dan mau belajar kepada mereka yang lebih sukses dalam bidangnya.

    Balas

  5. ani hendayani
    Mei 27, 2009 @ 20:37:59

    Ringkasan Cerita Tentang Kesuksesan Rumah Makan Padang Sederhana.
    Bustaman, pemilik Rumah Makan Sederhana, mengaku tidak menyangka bisnis yang dirintisnya akan sebesar sekarang. Padahal, ia merintis bisnis ini pada 1971 dengan menggunakan tenda ala kadarnya dan gerobak dorong. Untuk memulai usaha ini, mantan pedagang rokok ini harus menjual seluruh rokok dagangannya untuk modal. Dari hasil penjualan rokok, saat itu ia hanya mendapat Rp 15 ribu. Uang segitu ternyata tidak cukup sebagai modal kerja. Beruntung, istrinya mendapat pinjaman dari keluarga, meskipun tidak besar. Lalu, dengan Rp 30 ribu, pria kelahiran Padang 61 tahun lalu ini nekat membuka warung makan pertama di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Selatan. “Kawasan tersebut sudah ramai dan belum banyak yang berjualan nasi (disana),” kata Bustaman dengan alasannya.
    Dalam tempo setahun, hasilnya mulai terlihat. Setiap hari, warung ini mampu menjual sekitar 150 porsi dengan harga Rp 60/porsi atau dengan omset Rp 9 ribu/hari. Tahun 1974, ia membeli dua kios yang masing-masing berukuran 3×4 m seharga Rp 300 ribu dengan uang muka 20%, dan cililan Rp 9 ribu/bulan selama dua tahun. Setahun kemudian ia menyewa kios seluas 6×15 m di Roxy dengan harga sewa Rp 200 ribu/bulan. Semenjak itulah, RM Sederhana tumbuh dengan mencetak penjualan Rp 300-400 ribu/hari. Ketika pada 1980 para pedagang di Benhil mendapat kemudahan memperoleh kredit pengembangan usaha, Bustaman pun tidak mau ketinggalan. Saat itu, ia mendapatkan kredit Rp 3 juta yang digunakan untuk membuka beberapa rumah makan. Maklum, bila hanya mengandalkan modal sendiri, RM Sederhana tak akan cepat berkembang.

    Untuk mempercepat pengembangan RM Sederhana, Bustaman menggandeng mitra. Cara pertama, pola kerja sama dengan modal ditanggung bersama dan hasil dibagi dua. Pola kedua, Bustaman hanya sebagai pengelola, sedangkan semua modal ditanggung mitra. Dengan pola ini, 70% keuntungan untuk mitra dan 30% untuk pengelola.
    Dari 30% keuntungan yang didapat, 50% untuk Bustaman dan sisanya untuk karyawan. Dengan pola pengembangan seperti itu, kini ada 30 lebih RM Sederhana. “Ada yang beromset di bawah Rp 1 juta/hari, ada juga yang mencapai Rp 3 juta/hari,” katanya. Kunci sukses lainnya? “Yang penting, harganya terjangkau,” ujarnya. Harga, menurutnya, hanyalah salah satu faktor. Ia juga memperhatikan kualitas, layanan dan kenyamanan pelanggan. Ke depan, Bustaman akan terus mengembangkan jumlah rumah makannya. Sayang, diakuinya, sebagian tengah dilanda masalah, yakni beberapa mitra ingin membuka sendiri. ?Kami sedang menyelesaikan dan menempuh jalur hukum,” tuturnya

    Balas

  6. ani hendayani
    Mei 27, 2009 @ 20:38:52

    Ringkasan Resume Tentang Eksekutif Usaha Hotel DiKota Bandung
    Pada bulan September 2005 ini, tepatnya pada tanggal 25, Kota Bandung akan memasuki usianya yang ke-195 tahun. Sebuah usia yang sebenarnya belum bisa dikatakan terlalu tua untuk ukuran sebuah kota, meski juga tak bisa dikatakan muda. Namun di usia seperti ini, tampaknya Kota Bandung telah mengalami perubahan yang begitu besar dibandingkan dengan awal-awal ketika kota ini dibangun. Sadar atau tidak kota ini telah menjadi kota yang semakin tidak nyaman dari hari ke hari, bulan demi bulan hingga tahun
    Kota ini sungguh telah didera banyak masalah perkotaan yang sangat parah. Tulisan ini membandingkan kondisi masa lalu dan saat ini, supaya tampak jelas perbedaan itu. Oleh karenanya, perencanaan kota ini memerlukan visi, konsep dan gagasan utuh yang menerobos jauh ke masa depan dan nantinya secara konsisten harus dipegang teguh. Perlu segera dibuat sebuah “Grand Design” penataan baru Kota Bandung yang integral/menyeluruh dan berwawasan jauh kedepan misalnya untuk 25-50 tahun yang akan datang. Eksekutif usaha hotel DiKota Bandung tidak akan rugi dikarenakan banyak pariwisatawan yang berkunjung Selain itu dibangun pula gedung-gedung lainnya yang tak kalah menarik yang menjadi identitas kota seperti Villa Isola, Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger, Gedung Merdeka, dll.
    tentunya membangun usaha eksekutif hotel tidaklah mudah karena memerlukan keahlian khusus dan yang paling penting dana yang relative cukup besar.

    Balas

  7. alley ka 2 03
    Jun 01, 2009 @ 09:13:53

    Dunia anak memang dekat dengan boneka. Tak heran, jika pebisnis permainan anak-anak juga membidik peluang ini. Beragam jenis boneka telah lama membanjiri pasar. Bahkan, boneka barbie yang ’digandrungi’ anak-anak seantero jagat, sudah muncul sejak 1959. Hingga kini, barbie masih saja menjadi bahan rengekan anak-anak yang belum memilikinya.

    Fenomena ’demam barbie’ ini, membuat prihatin, barbie yang awalnya diproduksi perusahaan mainan terbesar Amerika Serikat, Mattel Inc, selalu menampilkan sosok boneka cantik berbalut pakaian minim. Bahkan, beberapa di antaranya mengumbar aurat.

    ”Meski hanya boneka, tampilannya bisa menjadi contoh buruk bagi anak-anak yang sedang belajar menutup aurat. Ini sangat merisaukan saya. Apalagi, anak perempuan saya juga suka merengek minta dibeliin barbie,” lanjutnya. Karena itu, alumnus Jurusan Matematika Universitas Indonesia (UI) tahun 1995 ini, lantas memutar otak mencari solusi.

    Akhirnya, tahun 2002, ada seseorang membuat boneka berbalut busana Muslim dan Muslimah. Awalnya, ia membuat boneka yang berbahan kain polar ini, hanya untuk teman bermain bagi ketiga putrinya. Tapi, yang menyukainya tak hanya putrinya. Anak-anak tetangga dan teman-teman Irawati juga tertarik memilikinya. Sejak itulah, ia berupaya mengembangkannya dalam skala usaha..

    Bersamaan dengan acara Islamic Book Fair 2003 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, produk perdana sebanyak 50 item diluncurkannya. Produk ’uji coba’ yang bermerek Tsabita ini, dititipkan pada salah satu konter permainan anak-anak. Ternyata, respon pembeli di luar dugaan.

    Baru sehari ’mejeng’ di JCC, Tsabita ludes diborong pembeli. Pada hari kedua, pemilik konter memesannya lagi. Tapi, karena terbatas modal dan belum memiliki tenaga kerja, Irawati hanya sanggup memenuhi 50 item menjelang penutupan pameran.

    Belajar dari kasus JCC, Irawati pun bertekad untuk membesarkan Tsabita. Memasuki awal 2004, modal sebesar Rp 7 juta lebih ia gunakan untuk membeli peralatan dan bahan dasar dalam skala cukup besar agar memperoleh margin yang menguntungkan. Sisanya, ia cadangkan untuk honor empat orang karyawan lepas yang ia rekrut. Hasilnya, produksi meningkat hingga 400 item per bulan.

    Kini, jangkauan pasar Tsabita telah merambah semua kota propinsi kecuali Jayapura dan beberapa kabupaten/kota se-Indonesia. Untuk meningkatkan pangsa pasar, Irawati mengembangkan jenis boneka lain, yakni boneka profesi. Boneka ini juga mengenakan busana Muslim dan Muslimah. Bedanya, busana yang dipakai mencirikan profesi tertentu seperti, dokter, pilot, polisi dan lainnya. Kini, Tsabita memiliki 15 koleksi boneka profesi.

    Pemain bisnis boneka Muslim tak hanya Tsabita. Awal 2005, muncul boneka Arrosa. Bedanya, pendatang baru ini tak menggunakan kain sebagai bahan pembuat boneka, tapi memanfatkan boneka plastik impor asal Cina. Selanjutnya, boneka-boneka ini dibalut dengan busana Muslim dan Muslimah.

    Sekali lagi, yang mengembangkan usaha ini ternyata seorang ibu rumah tangga. Umining Dwi Kusminarti (40 th) yang akrab disapa Atiek ini, terinspirasi membuat boneka Muslim ketika kesulitan mencari hadiah ulang tahun putrinya. ”Boneka yang banyak beredar, sangat tidak mendidik. Pakaiannya minim dan tak menutup aurat. Harganya juga mahal,” tutur Sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

    Akhirnya, bersama tiga rekannya, ibu dari Arsa (15 th) dan Lia (11 th) ini serius mengembangkan Arrosa. Modal sebesar Rp 20 juta hasil patungan digunakan untuk membeli boneka impor dan kain dalam partai besar. Selain itu, peralatan dan kemasan produk juga dialokasikan anggaran khusus.

    Produk perdana, sebanyak 12 item langsung dipesan rekan bisnis di Uni Emirat Arab (UEA). Sampai saat ini, UEA menjadi salah satu tujuan pasar Arrosa. Sejak itu, pelan tapi pasti, jumlah produksi terus meningkat. Sepanjang 2005, hanya terjual sekitar 150 item. Tapi, selama 2006 hingga Februari 2007, wanita kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini mampu menjual lebih dari 3.000 item.

    Dengan dukungan tujuh karyawan lepas, Atiek berkeinginan mengembangkan produknya. Selain boneka Muslimah dan profesi, kini ia merencanakan pengembangan boneka keluarga Muslim. Tapi, terkendala pada tenaga kerja.

    ”Mencari penjahitnya sangat susah. Alasannya, menjahit pakaian ukuran kecil lebih sulit dibanding ukuran normal,” tandasnya.

    Meski begitu, jangkauan pasarnya ternyata sudah cukup luas. Arrosa tak hanya tersedia di kota provinsi dan kabupaten/kota di tanah air, tapi sudah merambah ke Timur Tengah, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat.

    ”Tapi jangan dibayangkan, kami ekspor secara profesional. Pengiriman ke luar negeri hanya ditenteng (nitip, red) sama teman yang kebetulan ke sana,” ujar Atiek, merendah.

    Soal harga, silakan bandingkan dengan produk sejenis yang mengumbar aurat. Tsabita misalnya, menawarkan empat macam harga. Boneka Muslimah ukuran kecil dijual Rp 30 ribu/boneka, ukuran sedang Rp 45 ribu dan ukuran besar Rp 55 ribu. Sedangkan boneka profesi Rp 40 ribu. Boneka Arrosa dijual Rp 55 ribu. Baju dan aksesoris Arrosa dijual terpisah seharga Rp 25 ribu per paket.

    Meski Tsabita dan Arrosa punya ciri khas berbeda, tapi keduanya sama-sama menghadirkan pilihan permainan yang mendidik bagi buah hati kita. Selain mencontohkan cara berbusana Muslim dan Muslimah, boneka ini juga bisa menjadi sarana melatih motorik halus si kecil. Pasalnya, busana boneka ini, bisa dibongkar dan dipasang lagi. Dengan begitu, anak-anak bisa berlatih memasang jilbab, mukena, pakaian atas atau bawah sesuai jenis busananya.

    Balas

  8. alley ka 2 03
    Jun 01, 2009 @ 09:16:27

    ALI USMAN (11003069)

    PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
    FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
    BANDUNG
    2009

    Dunia anak memang dekat dengan boneka. Tak heran, jika pebisnis permainan anak-anak juga membidik peluang ini. Beragam jenis boneka telah lama membanjiri pasar. Bahkan, boneka barbie yang ’digandrungi’ anak-anak seantero jagat, sudah muncul sejak 1959. Hingga kini, barbie masih saja menjadi bahan rengekan anak-anak yang belum memilikinya.

    Fenomena ’demam barbie’ ini, membuat prihatin, barbie yang awalnya diproduksi perusahaan mainan terbesar Amerika Serikat, Mattel Inc, selalu menampilkan sosok boneka cantik berbalut pakaian minim. Bahkan, beberapa di antaranya mengumbar aurat.

    ”Meski hanya boneka, tampilannya bisa menjadi contoh buruk bagi anak-anak yang sedang belajar menutup aurat. Ini sangat merisaukan saya. Apalagi, anak perempuan saya juga suka merengek minta dibeliin barbie,” lanjutnya. Karena itu, alumnus Jurusan Matematika Universitas Indonesia (UI) tahun 1995 ini, lantas memutar otak mencari solusi.

    Akhirnya, tahun 2002, ada seseorang membuat boneka berbalut busana Muslim dan Muslimah. Awalnya, ia membuat boneka yang berbahan kain polar ini, hanya untuk teman bermain bagi ketiga putrinya. Tapi, yang menyukainya tak hanya putrinya. Anak-anak tetangga dan teman-teman Irawati juga tertarik memilikinya. Sejak itulah, ia berupaya mengembangkannya dalam skala usaha..

    Bersamaan dengan acara Islamic Book Fair 2003 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, produk perdana sebanyak 50 item diluncurkannya. Produk ’uji coba’ yang bermerek Tsabita ini, dititipkan pada salah satu konter permainan anak-anak. Ternyata, respon pembeli di luar dugaan.

    Baru sehari ’mejeng’ di JCC, Tsabita ludes diborong pembeli. Pada hari kedua, pemilik konter memesannya lagi. Tapi, karena terbatas modal dan belum memiliki tenaga kerja, Irawati hanya sanggup memenuhi 50 item menjelang penutupan pameran.

    Belajar dari kasus JCC, Irawati pun bertekad untuk membesarkan Tsabita. Memasuki awal 2004, modal sebesar Rp 7 juta lebih ia gunakan untuk membeli peralatan dan bahan dasar dalam skala cukup besar agar memperoleh margin yang menguntungkan. Sisanya, ia cadangkan untuk honor empat orang karyawan lepas yang ia rekrut. Hasilnya, produksi meningkat hingga 400 item per bulan.

    Kini, jangkauan pasar Tsabita telah merambah semua kota propinsi kecuali Jayapura dan beberapa kabupaten/kota se-Indonesia. Untuk meningkatkan pangsa pasar, Irawati mengembangkan jenis boneka lain, yakni boneka profesi. Boneka ini juga mengenakan busana Muslim dan Muslimah. Bedanya, busana yang dipakai mencirikan profesi tertentu seperti, dokter, pilot, polisi dan lainnya. Kini, Tsabita memiliki 15 koleksi boneka profesi.

    Pemain bisnis boneka Muslim tak hanya Tsabita. Awal 2005, muncul boneka Arrosa. Bedanya, pendatang baru ini tak menggunakan kain sebagai bahan pembuat boneka, tapi memanfatkan boneka plastik impor asal Cina. Selanjutnya, boneka-boneka ini dibalut dengan busana Muslim dan Muslimah.

    Sekali lagi, yang mengembangkan usaha ini ternyata seorang ibu rumah tangga. Umining Dwi Kusminarti (40 th) yang akrab disapa Atiek ini, terinspirasi membuat boneka Muslim ketika kesulitan mencari hadiah ulang tahun putrinya. ”Boneka yang banyak beredar, sangat tidak mendidik. Pakaiannya minim dan tak menutup aurat. Harganya juga mahal,” tutur Sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

    Akhirnya, bersama tiga rekannya, ibu dari Arsa (15 th) dan Lia (11 th) ini serius mengembangkan Arrosa. Modal sebesar Rp 20 juta hasil patungan digunakan untuk membeli boneka impor dan kain dalam partai besar. Selain itu, peralatan dan kemasan produk juga dialokasikan anggaran khusus.

    Produk perdana, sebanyak 12 item langsung dipesan rekan bisnis di Uni Emirat Arab (UEA). Sampai saat ini, UEA menjadi salah satu tujuan pasar Arrosa. Sejak itu, pelan tapi pasti, jumlah produksi terus meningkat. Sepanjang 2005, hanya terjual sekitar 150 item. Tapi, selama 2006 hingga Februari 2007, wanita kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini mampu menjual lebih dari 3.000 item.

    Dengan dukungan tujuh karyawan lepas, Atiek berkeinginan mengembangkan produknya. Selain boneka Muslimah dan profesi, kini ia merencanakan pengembangan boneka keluarga Muslim. Tapi, terkendala pada tenaga kerja.

    ”Mencari penjahitnya sangat susah. Alasannya, menjahit pakaian ukuran kecil lebih sulit dibanding ukuran normal,” tandasnya.

    Meski begitu, jangkauan pasarnya ternyata sudah cukup luas. Arrosa tak hanya tersedia di kota provinsi dan kabupaten/kota di tanah air, tapi sudah merambah ke Timur Tengah, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat.

    ”Tapi jangan dibayangkan, kami ekspor secara profesional. Pengiriman ke luar negeri hanya ditenteng (nitip, red) sama teman yang kebetulan ke sana,” ujar Atiek, merendah.

    Soal harga, silakan bandingkan dengan produk sejenis yang mengumbar aurat. Tsabita misalnya, menawarkan empat macam harga. Boneka Muslimah ukuran kecil dijual Rp 30 ribu/boneka, ukuran sedang Rp 45 ribu dan ukuran besar Rp 55 ribu. Sedangkan boneka profesi Rp 40 ribu. Boneka Arrosa dijual Rp 55 ribu. Baju dan aksesoris Arrosa dijual terpisah seharga Rp 25 ribu per paket.

    Meski Tsabita dan Arrosa punya ciri khas berbeda, tapi keduanya sama-sama menghadirkan pilihan permainan yang mendidik bagi buah hati kita. Selain mencontohkan cara berbusana Muslim dan Muslimah, boneka ini juga bisa menjadi sarana melatih motorik halus si kecil. Pasalnya, busana boneka ini, bisa dibongkar dan dipasang lagi. Dengan begitu, anak-anak bisa berlatih memasang jilbab, mukena, pakaian atas atau bawah sesuai jenis busananya.

    Balas

  9. Ani Handayani 11005046
    Jul 01, 2009 @ 18:44:07

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
    Seiring dengan perkembangan zaman dengan era globalisasinya persaingan semakin meningkat dalam bidang apapun, sehingga banyak usaha-usaha yang bermunculan. Diantaranya Usaha Kecil Menengah (UKM) barangkali merupakan salah satu andalan utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara. Terbukti di masa krisis dengan bertumbangan banyak usaha konglomerasi yang dililit hutang luar negeri, usaha kecil menengah terutama yang berorientasi eksport justru meraup keuntungan yang luar biasa. Sebagian lagi survive dengan berbagai cara karena kecilnya investasi & modal yang berputar. Pemberdayaan usaha kecil menengah ini mungkin akan menjadi kunci utama supaya kemungkinan survive negeri ini menjadi lebih tinggi. Bahkan bukan mustahil memberdayakan para jebolan pegawai negeri yang departemennya di likuidasi untuk menjadi usahawan kecil & menengah. Dengan Internet sebetulnya proses pemberdayaan tersebut menjadi sangat menakjubkan, dengan biaya yang kecil (sedikit) proses pemberdayaan UKM dapat dilakukan untuk banyak usahawan.Salah satunya adalah usaha yang bergerak dalam pembuatan sajadah bordir.
    Setidaknya dengan adanya usaha ini dapat menciptakan tenaga kerja yang potensial. Seiring dengan perkembangan zaman pula usaha-usaha pada saat ini sudah banyak kemajuan salah satunya adalah memiliki pola pikir yang sangat kreatifitas. Maka Untuk memulai usaha dalam bidang pembuatan sajadah bordir pun diperlukan suatu perencanaan yang begitu matang. Agar dalam praktek usahanya mampu bersaing secara sehat dengan perusahaan lain. Dan tidak ketinggalan dengan perkembangan yang terjadi dalam pembuatan sajadah bordir itu sendiri.

    1.2 Permasalahan
    Didalam suatu usaha terdapat berbagai faktor diantaranya faktor yang dapat menyebabkan keberhasilan suatu usaha dan bisa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan suatu usaha. Usaha ini sebaiknya juga memperhatikan berbagai faktor-faktor yang akan terjadi karena dengan tidak memperhatikan faktor-faktor tersebut maka usaha tersebut tidak akan berhasil serta akan menimbulkan permasalahannya. Faktor yang dimaksudkan antara lain faktor bisnis dapat meliputi segmentasi pasar, lokasi dan investasi sehingga dapat diperoleh prediksi kelayakan bisnis untuk memutuskan lokasi mana yang akan didirikan, inovasi bisnis sangat berperan dalam menyusun strategi pemasaran sehingga operasional pembuatan sajadah bordir ini dan managementnya bisa mengambil langkah langkah startegis untuk menjalankan bisnis membuat pembuatan sajadah bordir dan teknis. Semua faktor tersebut sangatlah penting serta mempengaruhi proses awal dan untuk memulai menjalankan suatu usaha yang bergerak dalam pembuatan sajadah bordir.Untuk itu hal paling utama adalah investasi sebagai modal usaha untuk mendirikan usaha ini.
    Yang menjadi kekhawatiran untuk usaha ini antara lain kurangnya investasi, kurangnya peminat konsumen, serta kemampuan manajemennya. Disamping itu yang diperlukan juga kerjasama tim untuk pembuatan sajadah bordir. Manfaat dari faktor-faktor yang telah disebutkan diatas agar lebih efektif dan efisien sesuai dengan keinginan yang diminati oleh para konsumen.

    1.3 Maksud dan Tujuan
    1.3.1 Maksud
    Adapun maksud dari proposal ini adalah dapat memberikan gambaran umum dari usaha yang akan dilaksanakan khususnya bagi Direktorat/instansi yang bersedia membantu dana.

    1.3.2 Tujuan
    Adapun tujuan dari proposal ini usaha dalam pembutan sajadah bordir sebagai berikut:
    a. Agar mampu bersaing dengan perusahaan lain.
    b. Agar mampu memberi pelayanan dengan baik melalui produk-produk yang mampu mengikuti perkembangan zaman

    BAB II
    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

    2.1 Permintaan
    Bisnis pembuatan sajadah bordir memerlukan keahlian yang terampil,kreatif serta tanggung jawab dari setiap pegawai selain itu Sumber Daya Manusia, bahan baku, alat pengolahan, tempat produksi dan dana/modal supaya persiapan produksi mengahsilkan kualitas yang baik. Pengembangan perusahaan perlu adanya yang dinamakan kerjasama tim dimana untuk mendukung pemasaran, penjualan dan pendapatan. Agar cara kerja dalam pembuatan sajadah bordir cepat dan menghasilkan kualitas yang bagus harus menggunakan alat-alat atau mesin yang cangggih sehingga peminatnya lebih banyak dikalangan manapun.

    2.2 Penawaran
    Untuk beberapa tahun kedepan perusahaan membutuhkan lebih banyak lagi karyawan. Kebutuhan itu mencakup Manjemen, Pemasaran, Penjualan, Pembuatan, Admisnistrasi, Layanan pelanggan kemungkinan agak sulit dikarenakan harus memiliki modal yang cukup besar. Disisi lain juga ada cara-cara pengembangan yang tidak harus mengeluarkan cukup modal yang besar salah satunya dengan cara pendistribusi ke konsumen, cara pembuatan sajadah bordir. Sebelum dipasarkan sebaiknya mengkreasikan sajadah buatannya dengan motif bordir warna-warna bernuansa Islam, seperti gambar masjid. Selain itu, juga membuat motif menarik lainnya,seperti pesawat terbang dan kereta api serta masih banyak lagi motif-motif lainnya. Bahkan bisa juga dipesan sesuai dengan keinginan konsumen dengan cara seperti ini agar laku dipasaran.
    Cara penawaran yang digunakan melaui media cetak dan media elektronik dalam hal ini misalnya iklan di TV, Radio, dan Koran/Majalah, bahkan promosi dari pameran ke pameran, dari mulut ke mulut. Tapi yang lebih tepat dalam usaha pembuatan sajadah ini media penawaran yaitu promosi dari pameran dengan harapan konsumen agar dapat menyukai sajadah bordir dan diharapkan dapat menjadi media untuk mempromosikan kepada orang lain. Hal ini juga mengingat akan keterbatasan dana untuk melakukan penawaran
    2.3 Saingan
    Biasanya penentuan terhadap merk produk yang akan dipasarkan sebaiknya menggunakan nama generic dari produk tersebut, dengan penetuan merk dengan memuat atau mengadopsi nama dari produk yang telah beredar memungkinkan produk yang dipasarkan lebih mudah di ingat dan lebih familiar. Agar ada pembeda dari produk lain yang sejenis yaitu dari segi desain produk, perencanaan ukuran, perencanaan kemasan. Hendaknya untuk tempat penjualannya sebaiknya memilih tempat yang benar-benar strategis, dengan trafic yang padat dan jumlah populasi orang di sekamir tempat penjualan padat. Dengan pemilihan tempat yang tepat akan menjadi sasaran dari pemasaran produk untuk mempermudah pemasaran produk dari sajadah bordir itu sendiri.

    2.4 Harga
    Didalam produk ini memiliki kaidah-kaidah yang ada,seperti strategi penentuan harga, produk/merek, promosi. Dikarenakan penentu dari jumlah konsumen yang akan membeli produk ini harus memiliki harga jual, dengan menetukan harga jual haruslah dapat dijangkau oleh seluruh kalangan dengan harga murah tersebut kami masih mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

    2.5 Pemasaran
    Pengerjaan dari pembuatan sajadah ini dikerjakan secara manual dengan jumlah terbatas karena pemasarannya masih mengandalkan promosi dari pameran ke pameran, dari mulut ke mulut. Pembuatan dari sajadah bordir cara pengerjaanya pernah dilakukan secara massal tetapi terbentur dalam permodalan dan kemampuan manajeman. Sehingga yang dapat dikembangkan cara pembuatan atau pendistribusian ke konsumen. Target hampir semua kalangan menyukai sajadah bordir..

    2.6 Positioning
    Positioning adalah produk yang diluncurkan tersebut dapat diterima oleh konsumen dengan alasan bahwa produk yang kami bikin itu sesuai dengan keinginan, berbeda dari produk pesaing, memiliki nilai tambah buat konsumen. Yang paling penting selain positioning yaitu kami juga memerlukan Questionnaire yang berguna untuk menekankan apakah produk kami berbeda dari pesaing dari segi kualitas, bahan baku, harga, maupun kualitas pembuatan sajadah. Dengan mengetahui dari Questionnaire tersebut maka produk yang dipasarkan ke konsumen yang telah belinya dapat bermanfaat.

    2.7 Segmentasi
    Segmentasi produk adalah proses menempatkan konsumen dalam subkelompok di pasar produk, sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi perusahaan. Sehingga kami mampu mengindentifikasi segmen pasar dimana dalam hal ini kami mengambil segmen tingkat sosial, maka selanjutnya segmen tingkat sosial menengah bawah akan menjadi sasaran atau target pemasaran.

    2.8 Tagetting
    Targetting dari pembuatan sajadah itu sendiri memperhatikan segi target penjualan agar Pencapaian target penjualan dapat dilihat dari prosentase, apabila penjualan dibawah maka kami anggap gagal sebaliknya apabila prosentase dari hasil penjualan kami diatas maka dianggap bahwa kami telah berhasil dalam penjualan produk yang telah dipasarkan. Target ini pada umumnya dapat menarik perhatiakan dikalangan dari semua kalangan.

    BAB III
    ASPEK OPERASIONAL / PRODUKSI

    1.1 Layout

    1.2 Pembagian Kerja
    Dari pembagian kerja untuk pembuat sajadah bordir memiliki 6 orang pegawai yang ditempatkan pada bagian kasir 1 orang, Pekerja 3 orang dan 2 Orang mendesain bentuk sajadah bordir. Pegawai biasanya bekerja mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB. Dengan gaji perbulan masing-masing karyawan sebesar Rp. 400.000. Masing-masing tenaga kerja mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan peranannya.
    1.3 Jam Kerja Mesin
    Sedangkan untuk jam Kerja Mesin tersebut, mulai beroprasi dari pukul 10.00-20.00 WIB, dengan ketentuan mesin digunakan sesuai dengan kebutuhan selama pembuatan sajadah border

    1.4 Kapasitas Usaha
    Kapasitas bisnis membuat gitar tua, sehari bisa menjual 20 gitar untuk gitar akustik baik string maupun klasik harga terendah dengan harga Rp 250.000 dan termahal Rp. 5.000.000. Sedangkan untuk gitar listrik harga termurah dengan harga Rp.750.000 dan termahal Rp 2.500.000 Untuk pesanan khusus tergantung dari bahan dan tingkat kesulitan pembuatannya.
    1.5 BEP
    Rumus Persamaan: LB=VCx + FC
    0=1
    Rumus Modal: BEP=FC/1-VC/S

    BAB IV
    ASPEK MANAJEMEN DAN SDM

    4.1 Struktur Organisasi

    4.2 Job Description
    1. Direktur
    Uraian kerja yang dilakukan antara lain :
    a. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan bisnis baik keluar maupun kedalam.
    b. Membentuk susunan organisasi dan menunjuk karyawan dan berhak mengangkat dan memberhentikan karyawan.

    2. Menejer Operasional
    Uraian kerja yang dilakukan pada usaha sajadah bordir antara lain :
    Manajer operasional menerapkan proses menejemen ini untuk setiap keputusan dalam perusahaan serta memastikan bahwa produk dirancang sedemikian rupa agar dapat memenuhi kepuasaan pelanggan.Meningkatan produktivitas bisnis.

    3. Desain
    Uraian kerja yang dilakukan antara lain adalah mendesain atau menggambar bentuk-bentuk sajadah bordir yang telah dipesan sesuai dengan keinginan para konsumennya.

    4. Pegawai
    Uraian kerja yang dilakukan pada usaha sajadah bordir antara lain :
    Untuk mempercepat hasil dari pembuatan sajadah bordir

    5. Kasir
    Uraian kerja yang dilakukan antara lain :
    Pembukuan keuangan pada usaha sajadah bordir serta aktivitas transaksi pengeluaran dan pendapatan yang diperoleh dari pembuatan sajadah bordir.
    4.3 Rencana Tenaga Kerja
    Agar semakin meningkat hasil produksi maka rencana tenaga kerja haruslah ditingkatkan karena pemesanan yang semakin meningkat pula.

    BAB V
    ASPEK KEUANGAN

    1.6 Sumber Modal
    Didalam sumber modal juga terdapat berbagai Perencanaan investasi untuk memaksimalkan manjemen kas dengan meminjam hanya ketika diperlukan, dan menggunakan uang yang diterima secara langsung, Perencanaan biaya pengeluaran administrasi secara umum telah ditingkatkan setiap tahun untuk mencerminkan keuntungan, Perencanaan biaya tetap untuk baku saja, Perencanaan biaya tidak tetap untuk biaya yang sifatnya pendukung dari produk sajadah bordir, Perencanaan harga pokok disesuaikan dengan bahan baku yang telah dikeluarkan , gaji pegawai dan biaya tidak tetap, Perencanaan laba rugi menunjuk pada titik diman bisnis tidak mengalami kerugian Namur juga tidak mendapatkan laba. Namur preusan memproyeksikan keuntungan sekitar 10 persen pertahun.
    Modal diperoleh dari kerjasama :
    I. Hendra. Rp. 10.000.000;
    II. Ani Rp. 10.000.000;
    1. Modal
    a. Modal tetap Rp. 5.000.000;
    – Perlengkapan penunjang
    (bahan kain katun, busa, serta biaya bordir)
    – Perlengkapan bisnis Rp. 1.500.000;
    – Biaya perizinan Rp. 1.500.000;
    – Kendaraan Rp. 3.000.000;
    b. Modal Operasional Rp. 3000.000;
    Cadangan modal Rp. 6.000.000;+
    Total Modal Rp. 20.000.000;

    Modal yang kami butuhkan untuk medirikan warung ini biaya selama 1 bulan pertama adalah Rp 20.000.000,-dengan perkiraan laba bersih miniml Rp 2.000.000,- per bulannya.

    5.2 Penggunaan Modal
    Suatu usaha biasanya mempunyai keserhanaan serta kelemahan ataupun kekuranggan menjadikan sebagai kekuatan kunci keberhasilan. Serta penggunaan modal biasanya juga digunakan untuk meningkat kualitas dari sajadah bordir agar dapat mengembangkan lebih pesat lagi.
    5.3 Analisis Investasi
    Terlebih dahulu analisis investasi digunakan sebagai perhitungan yang akan memulai bisnis sajadah bordir. Kemungkinan analisis investasi dijalankan secara benar maka hasilnya akan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
    5.4 Payback period
    Jangka waktu atau periode uang kembali antara lain :
    – Apabila kas bersih setiap tahun sama, maka rumus payback peroide adalah

    – Apabila Kas Bersih setiap tahunnya berbeda, maka rumus payback period adalah
    Investasi Kas bersih tahun pertama
    – Jika hasilnya masih besar dari investasi, dikurang lagi dengan Cash bersih tahun pertama

    5.5 Net Present Value (NPV)
    Perbandingan antara present value kas bersih dengan present value investasi selama umur ekonomis.
    Rumusnya :

    5.6 Internal Rate Of Return (IRR)
    Rumusnya sebagai berikut :
    – Rata- rata bersih : dengan tahun (N)

    – Payback period
    s

    5.7 Average Rate Of Turn (ARR)
    Artinya rata-rata tingkat mengembalikan bunga
    Rumusnya adalah :

    5.8 PI/BLR
    Rumusnya adalah
    Rasio aktivitas jumlah nilai sekarang dengan nilai sekarang pengeluaran selama umur

    BAB VI
    KESIMPULAN
    Agar usaha ini dapat berkembang dengan pesat sebaiknya memperhatihan berbagai faktor-faktor yang mungkin akan terjadi. Disamping itu dalam mendirikan usaha ini tidak boleh setengah-setengah walaupun sebagian dari usaha sampingan yang paling penting harus fokus, dan serius. Didalam suatu usaha biasanya suka mengalami kegagalan karena dengan mengalami suatu kegagalan usaha biasanya dijadikan sebagai pengalaman agar lebih optimis, pantang menyerah, mau bekerja keras untuk mengembangkan lagi jiwa dalam usahanya. Persaingan akan semakin ketat jika tidak memiliki bekal yang cukup sehingga tidak akan repot nantinya. Perhitungan yang akurat hendaknya perhitungan tersebut dilakukan awal-awal memulai bisnis karena segala sesuatu diperhitungan dengan matang maka bisnis ini tidakan gagal dan mau belajar kepada mereka yang lebih sukses dalam bidangnya itu semua paling penting untuk mendirikan sebuah usaha.

    Balas

  10. Agus Muchtar
    Jul 02, 2009 @ 15:49:57

    Ass,
    Pa Tuags yang sesudah UAS punya saya dah di kirim ke Email Bapak

    Trim’s

    Balas

  11. eka
    Jan 12, 2010 @ 20:54:43

    nilai UAS SKB Utama Gasal 0910 adalah:
    ismu 20, agung 50, Fany 60, Sukma 30, Eko 10, Renanti 30, Evi 50, Lutfi 40, Hari 40, Riefki 30, nur 40, Paul 40, desti 50, Dhila 50, rine 60, Risa 50, Yuanita 20, Faust 50, Lina 55, Fierly 65, Yedi 30, Vicky 30, Tifa 65 dan Memey 70

    Balas

  12. Ulfah Nurfalah
    Apr 15, 2010 @ 22:35:05

    Ass….
    Pak ulfah kan pernah gk ikutan quis yg wktu skit.
    trus quis susulannya apa pak??

    Balas

    • eka
      Apr 16, 2010 @ 18:58:47

      tugasnya adalah:
      Kasus dari Kompas Minggu, Mei 2005
      DEWI PROVITA RINI
      Sejak Menikah, Dewi Provita Rini (35) sudah memutuskan tidak bekerja di kantor. Dia ingin selalu berada di rumah agar bisa menjadi guru dan pendamping bagi anak-anaknya. Bagi
      dia, seorang anak harus didampingi langsung orang tua dan tidak bisa pengasuhan anak
      diserahkan kepada pembantu atau pengasuh anak.
      Namun Dewi, produsen permainan anak-anak dari kayu, bukanlah orang yang bisa diam
      di rumah. Sambil menunggu anaknya, dia mencoba berbisnis dengan menjual barang-barang
      secara kredit kepada para tetangga dan kenalan. Dewi juga pernah menjadi pemasok bahanbahan
      untuk sebuah perusahaan catering.
      “Tetapi saya tidak tahan menjadi pemasok untuk catering. Sewaktu-waktu saya bisa di
      telepon untuk minta dikirim barang. Pernah satu kali mereka minta dikirimi telur. Ternyata telur di
      peternakan tidak cukup sehingga saya harus menunggu ayam bertelur dulu. Sejak itu saya stres
      jika mendengar telepon berdering, takut ada pesanan mendadak. Akhirnya saya berhenti menjadi
      pemasok setelah enam bulan berjalan,” cerita Dewi, yang juga pernah bekerja sebagai asisten
      dosen ketika masih lajang.
      Berhenti menjadi pemasok, Dewi tergerak untuk berjualan. Namun apa yang dijual, Dewi
      belum tahu. Sampai pada awal tahun 2002, ketika dia membaca iklan di surat kabar tentang
      pameran pendidikan, dia tertarik ikut.
      “Ada teman saya yang membuat mainan anak dari kayu. Dia bersedia meminjamkan
      barang-barang itu untuk saya jual. Jadi, barang-barang yang tidak laku boleh dikembalikan ke dia.
      Saya cuma bermodalkan uang Rp. 500.000 untuk sewa tempat,” cerita ibu dua putri ini.
      Ternyata semua barang yang dipinjam Dewi dari temannya itu habis terjual. “Mungkin
      karena barang yang dijual sesuai dengan tema pameran. Mainan anak-anak dari kayu semuanya
      mempunyai nilai pendidikan. Yakni untuk melatih otak maupun motorik halus. Pengunjung yang
      datang sebagian besar guru, pendidik dan orang tua sehingga mainan saya laku, “ kenang dia.
      Sukses dalam menjual mainan anak-anak membuat Dewi terketuk terjun ke dunia bisnis
      itu. Padahal selama ini dia merasa sulit menemukan bidang bisnis yang cocok buat dia.
      “Orang tua saya pernah menawarkan modal untuk bisnis, tetapi saya tolak karena tidak
      tahu akan berbisnis apa. Setelah saya menemukan bisnis mainan anak ini, sekarang saya justru
      mencari-cari modal,” ungkap Dewi sambil tertawa.
      Dewi lalu mulai mempelajari pembuatan mainan kayu itu. Kebetulan di rumahnya yang
      terletak di bilangan Pondok bambu, Jakarta Timur banyak perajin kayu. “Saya minta ke perajin
      kayu itu, bisa tidak membuat mainan seperti ini. Lalu untuk penawaran, saya menggambar sendiri
      atau saya sablon. Kebetulan saya juga mempunyai tukang sablon karena suami saya punya
      usaha sablom,” ujar Dewi yang memegang ijazah sarjana akuntansi dari Universitas Trisakti ini.
      Membuat mainan dari kayu bukan berarti Dewi mematikan usaha kawannya yang
      meminjamkan barang. “Dia sudah merasa jenuh bekerja di bidang itu, dan ingin berhenti. Barangbarang
      yang dipinjamkan ke saya adalah barang-barang sisa. Jadi saya tidak mematikan usaha
      dia, “ kata Dewi menjelaskan.
      Setelah memutuskan terjun ke bisnis mainan anak, Dewi mulai belajar lagi. Dia membuka
      internet dan mencari berbagai topik seputar pendidikan. Di sana banyak tersedia contoh mainan
      yang mempunyai unsur pendidikan dan terapi untuk anak.
      “Sudah saya tetapkan, saya hanya menjual mainan yang mempunyai nilai edukasi.
      Makanya, saya tidak membuat dan menjual mainan robot, mobil dengan radio kontrol, pedangpedangan,
      juga pistol-pistolan,” ujar dia menegaskan.
      Mainan edukasi itu juga diusahakan agar tidak berbahaya bagi anak-anak. Contohnya,
      setiap benda persegi dibuat tidak memiliki sudut, tetapi agak melingkar. Kayu yang dipakai adalah
      Avin Fadilla Helmi 5
      serbuk kayu yang dipadatkan. “Selain ringan, kayu ini juga mempunyai warna yang cerah
      sehingga menarik,” kata Dewi.
      Selain itu Dewi juga rajin datang ke seminar-seminar yang berkaitan dengan pendidikan
      atau kesehatan. Dia juga membaca buku psikologi pendidikan dan psikologi anak. Dia juga rajin
      berdiskusi dengan konsumen – yang kebanyakan pendidik – untuk mendapatkan informasi
      mainan seperti apa yang dibutuhkan.
      “Setelah mendapat gambaran, baru suami saya mencoba membuat contoh barangnya.
      Dia insinyur teknik sipil sehingga bisa mengukur dan memotong,” kata istri M. Arif ini.Contoh
      barang itu kemudian dibawa ke tukang untuk dibuat dalam jumlah banyak. “saat ini saya tidak lagi
      memakai tukang di sekitar rumah. Saya sekarang mempunyai dua tukang tetap di daerah Cianjur,
      jawa barat. Ongkos produktif lebih murah disana, “ ujar Dewi. Setelah dibuat dan dihaluskan,
      barang dibawa ke rumah Dewi untuk di beri warna dan dikemas. Di rumahnya, Dewi dibantu lima
      karyawan untuk melakukan semua pekerjaan itu, termasuk menjaga pameran.
      Hingga kini pemasaran yang dilakukan Dewi hanyalah lewat pameran. Menurutnya, untuk
      memenuhi permintaan pameran saja, dia sudah agak kewalahan. “Sedikitnya setiap bulan satu
      kali saya berpameran. Untuk pamerannya sih tidak berat, tetapi setelah itu, pemesanan pasti
      membeludak,” ujar Dewi menjelaskan.
      Pernah suatu kali dia menerima pesanan dari Angkatan Udara untuk memasok mainan ke
      seluruh taman kanak-kanak milik Angkatan Udara. Jumlahnya hingga ribuan. Pelanggannya
      memang sebagian besar adalah sekolah dan lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan
      pendidikan.
      “Saya juga sering mendapat pesanan dari majalah anak. Mereka memesan untuk hadiah
      bagi pembacanya, ujar dia.Menurut Dewi, ketekunan mengikuti pameran merupakan kunci sukses
      bisnisnya. Dewi mengakui tidak semua pameran yang diikutinya mendatangkan keuntungan. Ada
      juga pameran-pameran yang justru membuatnya merugi.Namun Dewi tidak melihat satu per satu
      pameran, tetapi keseluruhannya dalam satu tahun. “Kalau satu tahun, kita akan melihat mengikuti
      pameran itu mendatangkan keuntungan, terutama pemesanan setelah pameran selesai,” kata
      dia.
      Untuk memperbanyak macam barang, Dewi juga membeli mainan pendidikan dari Cina.
      Semua mainan yang dibeli juga harus mempunyai nilai edukasi. Namun, yang dibeli hanyalah
      mainan yang terbuat dari plastik. “Kalau bahan bakunya kayu, produk kita masih bisa bersaing
      dalam harga. “Tetapi kalu dari plastik, produk China lebih unggul,” kata Dewi.
      Pemasaran yang bisa dibilang cukup sukses itu tanpa disadari membuat usaha Dewi
      semakin besar. Sekarang dia sudah dipercaya oleh pemasok bahan baku sehingga untuk belanja
      bisa memakai giro. Dia menaksir, barang-barang yang ada di tempat penyimpanan saat ini
      bernilai 100 juta. Ini belum termasuk barang-barang yang dia titipkan di beberapa pusat terapi
      anak. “Tanpa terasa modal yang hanya Rp. 500.000 itu sekarang sudah menjadi Rp. 100 juta.
      Modalnya hanya ketekunan dan tidak takut rugi.” tutur Dewi.
      Analisalah kasus tersebut dengan menggunakan Analisa SWOT

      Balas

      • Ulfah Nurfalah
        Mei 01, 2010 @ 11:41:32

        JAWABAN SWOT :

        S =>
        Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa Dewi dapat dengan mandiri dalam membuat mainan dari kayu. Dengan kemampuannya tersebut, ia dapat memperoleh keuntungan karena ia tidak bergantung kepada pemasok, sehingga ia dapat menekan ongkos produksi dalam pembuatan maenan tersebut. Selain itu dengan kemampuannya dalam menghasilkan mainan anak yang edukatif ia mendapatkan kesempatan untuk dapat mengikuti pameran-pameran edukatif sehingga akhirnya ia mendapatkan keuntungan dari pemesanan-pemesanan yang dilakukan seusai pameran.

        WO =>
        Dikarenakan Dewi tidak bisa membuat barang dari bahan plastik, maka Dewimengimpornya dari Cina, hal itu dilakukan agar barang menjadi beragam. Tuntutan pasar untuk memperbanyak macam barang menjadi salah satu dorongan impor barang dari Cina. Hal ini dikarenakan selain karena tidak bisa membuat barang dari plastik, Dewi juga memenuhi permintaan pasar, dengan begitu pesanan akan bertambah seiring dengan bertambahnya macam barang.

        T =>
        Dengan kemampuan yang dimilikinya, yaitu memproduksi mainan sendiri, maka mungkin tidak banyak yang bisa melakukannya, sehingga tingkat ancaman yang timbul rendah. Dengan begitu keuntungan yang ia dapat cukup besar. Sekalipun ada orang yang ingin berjualan seperti dirinya, maka Dewi akan tetap dapat menjadi supplier dikarenakan tidak banyak yang dapat memproduksi barang seperti apa yang Dewi produksi.

        Berati nilai quis Ulfah nambah yaa pak…^_^
        makasii….

  13. rizky wandi
    Apr 18, 2010 @ 22:09:39

    aslm, pak saya juga minta tugas dong pak, buat pengganti nilai yang saya nggak ikut kuiz,
    oia maaf pak, kemarin waktu uts saya lupa bilang, waktu bapak ngasih tugas studi kasus tentang mocrosoft saya nggak masuk kuliah,
    jdi saya minta tugasnya ke temen2 yang masuk, tpi info pengumpulan tugasnya beda2 pak, ada yang bilang dikasih waktu 1 minggu, ada juga yang bilang lebih,
    sebenernya pas kuliah jelang 1 minggu dikasih tugas saya terlambat pak,maaf ya pak,,
    kemaren tugas nya juga baru 60% yang bisa saya kerjain,,
    kalo boleh tugas nya tentang study kasus lagi pak, buat latihan analisis,,
    makasih bgt ya pak,,

    Balas

  14. khumaerotunnisa
    Apr 20, 2010 @ 10:02:20

    asalamaualaikum….
    pak saya khumaerotunnisa kelas mi 08 konversi kemarin saya ga ikut kuis 2 kali, yaitu kuis pertama dan kuis terakhir maka dari itu saya mau minta tugas untuk penganti kuis tersebut……
    trimakasih pak sebelummya

    Balas

    • elsanraekaputra
      Mei 11, 2010 @ 22:13:23

      ika kita melihat atau mendengar kata “Amerika Serikat (USA)”, maka yang ada dipikiran kita adalah negara maju dengan gedung-gedung yang tinggi. Jika kita mendengar kata “Jepang”, yang ada dibenak kita adalah negara dengan kemajuan teknologi yang luar biasa pesat: honda, samsung, robot asimo, dan sebagainya ia produksi. Mendengar kata Cina? Kita langsung terbayang perkembangan ekonomi-Nya yang selalu menaik. Bagaimana dengan Arab Saudi? Benak kita langsung mengarah pada kerajaan padang pasir yang kaya akan minyak bumi dan menjadi terpandang karenanya. India? Artis-artisnya pada menari-nari di mega bolywood sedang mencoba mempertahankan eksistensinya. He…he..he. Bagaimana dengan Indonesia? Apa yang ada dipikiran anda, kita, atau orang-orang diluar Indonesia mengenai Indonesia?

      Silakan tarik napas terlebih dahulu… Ya… Lanjutkanlah membaca…

      Banyak, ya, banyak hal mengenai Indonesia yang bisa terlintas di benak dan pikiran siapapun ketika ia harus mendeskripsikan seperti apa Indonesia, dari yang paling negatif sampai yang positif-positif. Tapi, apa nilai lebih Indonesia yang bisa menjadikan Indonesia dapat memberikan kontribusi positif bukan hanya untuk rakyat Indonesia sendiri, tapi juga untuk seluruh negeri di seantaro dunia ini? Apa kelebihan Indonesia yang dapat dikembangkan guna menjadikan Indonesia dihargai bangsa lain karena prestasinya yang mendunia, gemilang, dan memberikan banyak manfaat untuk manusia? Apa kelebihan yang kita(bangsa Indonesia) miliki yang paling realistik untuk dilakukan sehingga bisa menjadi bangsa yang disegani? Apakah kelebihan-kelebihan itu? Teknologi mutakhir dalam bidang robotika-kah? Teknologi tinggi dalam bidang serum kedokterankah? Atau yang lainnya?

      Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya mengarah pada Identitas Bangsa dalam bidang sosial, ekonomi, dan teknologi yang merupakan faktor skala dan ke-unik-an suatu bangsa dalam memperkenalkan & mengenali dirinya-sendiri dimata masyarakatnya dan dunia. Dengan tulisan ini penulis berharap dapat memberikan sedikit kontribusi untuk dapat menjawab sederet pertanyaan-pertanyaan mengenai identitas bangsa Indonesia tercinta ini, yang perlu dikembangkan tentunya! Guna kemajuan yang lebih baik!

      Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang dimaksud tersebut meliputi sumber daya alam hewani, hayati, mineral, dan banyak sumber daya alam lain yang melimpah ruah. Kelimpahan sumber daya alam ini disokong oleh faktor geologis, astronomis, dan wilayah laut yang baik. Dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa tersebut, indonesia seharusnya dapat menjadi ikon dunia dalam bidang agribisnis. Mengapa? Karena belum ada negara manapun yang menjadi ikon internasional dalam bidang tersebut, dan tentunya juga, karena Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang agribisnis tersebut. Sehingga, peluang Indonesia dalam kancah internasional relatif besar. Penulis yakin, jika agribisnis berhasil dikembangkan dengan maksimal, akan datang suatu masa ketika Indonesia akan disegani dan dihormati dunia karena kemampuannya dalam pemberdayakan sektor agribisnis guna kemanfaatan umat manusia secara umum. Ya, saudara-saudara, kita akan mencoba menunjukkan identitas bangsa dalam bidang sosial, ekonomi, dan teknologi dengan agribisnis. Berikut sedikit kontribusi pemaparan mengenai agribisnis, potensi yang dimiliki Indonesia dalam bidang itu, dan terakhir, bagaimana agribisnis dapat menjadi identitas bangsa.
      Dapatkah Indonesia menjadi negara Agribisnis???

      Balas

      • Irwan, SPd,SE,AKT
        Mei 18, 2010 @ 18:42:45

        Indonesia adalah untuk orang-orang yang yang telah besar, bagi pengusaha besar diberi kemudahan fasilitas kredit, jika macet ditambah lagi kreditnya walau tak bisa bayar pokok yang penting bunganya dibayar, adakalanya pengusaha besar tidak murni semua dana yang diberikan digunankan untuk usaha yang tertuang dalam busines plan. Tapi coba lihat pengusaha kecil yang sudah terkenal kejujurannya dalam membayar utang (takut utang tak lunas jika meninggal dunia) pemerintah tak pernah memberikan solusi agar mereka bisa mengakses dana dibank, walaupun pemerintah sudah membuat kebijakan tapi pelaksanaannya pada dunia perbankan tetap berbeda, setiap pengusaha kecil mengajukan kredit ujung-ujungnya yang ditanyai tetap jaminan. Padahal sebagian besar pengusaha kecil tak punya jaminan. sekarang pengusaha kecil mencoba berharap kepada bank syariah yang katanya islami dan menitikberatkan sesuatu pada kelayakan dan kejujuran ternyata sampai saat ini yang terjadi sama saja dengan. menurut saya bank syariah adalah bank konvesional berselimut agama (lips service saja). SemoGA Bapak-bapak yang lagi mendalami ekonomi syariah bisa membuat perubahan yang benar-benar bank syariah itu berpihak kepada pengusaha-pengusah yang termaginalkan oleh sistim kapitalis.
        Jika hanya bapak cuma membahas teori saja saya rasa tak ada perubahan dalam perekonomian indonesia, tetap akan dikuasai oleh segelintir orang kaya saja

  15. khumaerotunnisa
    Apr 27, 2010 @ 19:30:31

    ASLAMUALAIKUM…..
    pak saya khumaerotunnisa pernah ga ikut kuis terakhir dan pertama
    minta penggantinya untuk kuis tersebut

    Balas

  16. indra irmawan
    Mei 11, 2010 @ 10:24:06

    selamat pagi menjelang siang pak. minta tugas juga dong pak, buat pengganti nilai yang saya yang masih kurang. kira-kira apa aja pak, saya juga lupa?

    Balas

    • elsanraekaputra
      Mei 11, 2010 @ 22:11:39

      tugasnya adalah:
      Ekonomi Islam adalah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk dapat mencapai kemapanan ekonomi yang maksimal dan menyeluruh. Satu-satunya cara agar ekonomi Islam dapat memasyarakat adalah membuat masyarakat paham tentang ekonomi Islam, pengaplikasiannya, serta seluk-beluknya. Untuk mencapai hal tersebut, ekonomi Islam dapat disisipkan kedalam pendidikan formal maupun non formal. Akan tetapi, ada beberapa masalah yang dapat muncul dalam proses tersebut.

      Pertama, permasalahan yang muncul misalnya ketika ekonomi Islam dikurikulumkan dan dijadikan sebagai mata pelajaran atau mata kuliah yang diprioritaskan disekolah-sekolah atau perguruan tinggi, maka ini sangat mungkin untuk menimbulkan penentangan dari golongan tertentu karena alasan SARA maupun alasan pengistimewaan Agama tertentu. Ini bisa terjadi karena tidak semua penduduk Indonesia beragama Islam. Sehingga kurang etis untuk membawa-bawa Agama kedalam institusi yang bersifat keilmuan dimana tidak memandang keyakinan atau kepercayaan tertentu, akan tetapi institusi yang berdasar pada objektifitas keilmuan.

      Kedua, selama ini, proses muamalah, tijarah, waris, dan kegiatan ekonomi lainnya yang dilakukan oleh umat Islam yang disandarkan pada Agama dilakukan hanya sebatas suatu keharusan dari suatu hukum keagamaan tanpa mengkritisinya dengan meneliti lebih jauh dengan metodologi ilmiah tentang manfaat yang terkandung didalamnya. Dengan demikian, aspek kemanfaatan dunia yang seharusnya muncul tereliminir dengan aspek doktrin keagamaan yang membuat sistem Islam tersebut terkesan inklusif hanya bermanfaat untuk pemeluk Islam saja.

      Ketiga, perkembangan perekonomian dunia yang semakin kompleks dan maju menyebabkan terbentuknya beberapa interpretasi-interpretasi baru tentang ekonomi Islam. Interpretasi-interpretasi baru ini menopang eksistensi perkembangan ekonomi pemeluk Agama Islam. Akan tetapi disisi lain, karena terdapat banyak tawaran penafsiran yang bahkan sebagian interpretasi kontroversial antara satu dengan yang lain, menyebabkan tingkat kepercayaan pemeluk Islam terhadap ekonomi Islam berkurang. Sehingga secara faktual, ekonomi Islam relatif tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang mengikat bagi pemeluknya.
      Bgaimana menurtu pandangan anda…!!!

      Balas

  17. indra irmawan
    Mei 11, 2010 @ 10:30:02

    terimaksih nya ketinggalan pak

    Balas

  18. Taufiq Akbar Wardiana
    Mei 11, 2010 @ 21:43:32

    assalam. pa, mau nanya neh, sya kan kmrn gak ngumpulin tugas observasi ke cihampelas, tapi tuk bisnis plannya masih bisa berkelompok kan?? trims sebelumnya.

    Balas

  19. MIZUDHANTI
    Jun 21, 2012 @ 08:46:15

    ass pak, saya mau minta tolong kasi contoh perhitungan keuangan perusahaan manufaktur y pak, saya masih bingung nih pak,,,,,,,

    Balas

    • elsanraekaputra
      Jun 24, 2012 @ 11:20:58

      perhitungan keuangan perusahaan manufaktur;
      1. hitung dulu kebutuhan biaya keseluruhannya, baik biaya investasi maupun biaya kerja
      2. biaya kerja/modal kerja terdiri dari;
      a. biaya bahan baku
      b. biaya tenaga tenaga kerja
      c. biaya overhead
      3. buat rencana penjualan per bulan / tahun
      4. buat rencana Laba rugi
      5. buat rencana cash flow
      6. rencana neraca
      7. Baru dilakukan analisa Payback Period, BEP, IRR, ARR and NPV

      Balas

  20. dia asmita
    Jun 25, 2012 @ 14:08:44

    dia mengambil contoh proposal usaha

    Balas

  21. dia asmita
    Jun 25, 2012 @ 14:23:04

    saya mengambil contoh proposal pak.trims

    Balas

  22. wahyuni mulia helmi
    Jun 26, 2012 @ 00:51:11

    Bapak, saya tdk bisa mskkan file pdfnya, jdnya ke facebook Putra elsanra aja

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: