Daerah Rawan Bencana di Sumatera Barat

DATA DAERAH RAWAN BENCANA DI INDONESIA, JAKARTA–MICOM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana pendampingan sebesar Rp200 miliar guna menghadapi ancaman bahaya banjir dan longsor tahun ini.

“Apabila terjadi ancaman bahaya banjir atau longsor dengan skala besar lembaga internasionalpun siap membantu,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dodi Ruswandi di gedung BNPB Jakarta, Selasa (13/11). Ia didampingi Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sugeng Triutomo dan Humas BNPB Sutopo Yuwono.

Tahun ini sejak bulan Januari hingga sekarang terjadi 96 kejadian banjir dengan anggaran dana pendampingan Rp50 miliar dan enam kejadian tanah longsor dengan dana Rp5 miliar.

Sugeng Triutomo mengemukakan datangnya musim penghujan melahirkan ancaman bencana bahaya banjir dan longsor di beberapa daerah. Berdasarkan peta bencana BNPB untuk dua tahun ke depan, sebagian provinsi tergolong sangat rawan banjir dan tanah longsor yang patut diwaspadai.

Untuk November, ungkap Sugeng, Bangka Belitung, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo adalah provinsi yang paling rawan terkena longsor.

Sementara pada bulan Desember 2012, potensi paling tinggi adalah Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah, adapun pada Januari 2013 Sulawesi Selatan berpotensi tinggi.

Dari data BNPB mengenai peta rawan bencana banjir di Indonesia 2011 adalah Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Menurut Sugeng terdapat juga delapan wilayah yang khusus mendapat perhatian dari ancaman bahaya banjir dan longsor, yaitu DKI Jakarta, daerah aliran sungai Bengawan Solo (Jateng dan Jatim), kawah Gunung Ijen (Jatim), banjir lahar dingin Gunung Merapi (Jateng dan DIY), banjir lahar dingin Gunung Semeru (Jatim), Sungai Citarum (Jabar), dan Gunung Bawakaraeng (Sulawesi Selatan).

SEBAB – SEBAB INDONESIA MENJADI RAWAN BENCANA
Indonesia menjadi daerah rawan bencana karena beberapa alasan. Pertama karena faktor alam itu. Negeri kita ini berdiri di atas pertemuan lempeng-lempeng tektonik itu. Akibatnya negeri ini berada di atas jalur gempa, patahan-patahan yang menyebabkan gempa. Negeri kita ini juga memiliki banyak gunung berapi. Jumlahnya sekitar 140 gunung yang aktif. Iklim kita yang tropis juga menyebabkan banyak tanah yang tidak stabil. Banyak tanah yang rusak.

Iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi memudahkan terjadi pelapukan. Bencana alam seperti longsor, misalnya, itu karena curah hujan di sini cukup tinggi. Itu dari sisi alamnya.
Kedua dari sisi non alam. Negeri kita berpenduduk padat, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Kalau kawasan timur Indonesia mungkin belum begitu banyak. Infrakstuktur kita tidak didesain sesuai dengan kondisi alam itu. Bangunan rumah, juga bangunan besar seperti gedung, belum banyak disesuaikan dengan kondisi alam ini.

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi.

Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan liquefaction. Besarnya dampak gempa bumi terhadap bangunan bergantung pada beberapa hal; diantaranya adalah skala gempa, jarak epicenter, mekanisme sumber, jenis lapisan tanah di lokasi bangunan dan kualitas bangunan.

Gempa bumi terjadi diawali dengan akumulasi stress di sekitar batas lempeng, sehingga aktifitas gempa banyak disini. Walaupun konsentrasi akumulasi stress akibat tabrakan lempeng berada di sekitar batas lempeng, akibatnya bisa sampai jauh sampai beberapa ratus kilometer dari batas lempeng karena ada pelimpahan stress di kerak bumi, sehingga ada daerah aktif gempa di luar daerah pertemuan lempeng. Kasus sesar Sumatra umpamanya adalah sesar yang dibentuk oleh pelimpahan stress tabrakan lempeng Indo-Australia dengan Eurasia dengan sudut tabrakan miring terhadap garis batas. Kemiringan ini menyebabkan timbulnya sesar Sumatra dimana konsentrasi akumulasi stress atau pusat-pusat gempa di daerah ini.

Beberapa sesar aktif yang terkenal di Indonesia adalah sesar Sumatra, sesar Cimandiri di Jawa barat, sesar Palu-Koro di Sulawesi, sesar naik Flores, sesar naik Wetar, dan sesar geser Sorong. Keaktifan masing-masing sesar ditandai dengan terjadinya gempa bumi. Gempa dangkal (kedalaman 0-50 km) yang terjadi pada periode 1900-1995 dengan skala Richter 5.5 atau lebih, membuktikan lokasi-lokasi daerah aktif gempa di Indonesia. Sebagian dari gempa tersebut menimbulkan
bencana, bergantung pada beberapa hal :
a. Skala atau magnitude gempa
b. Durasi dan kekuatan getaran
c. Jarak sumber gempa terhadap perkotaan
d. Kedalaman sumber gempa
e. Kualitas tanah dan bangunan
f. Lokasi bangunan terhadap perbukitan dan pantai

Pakar gempa dari Universitas Andalas, Dr. Badrul Mustapa Kemal, menyatakan tiga daerah di Indonesia tidak rawan gempa yakni Kalimantan, Belitung, dan Kepulauan Riau.”Beberapa daerah di Indonesia rawan gempa bumi, namun tiga daerah yang tidak rawan gempa bumi, yakni Kalimantan, Belitung dan Kepulauan Riau,” katanya di Padang, Minggu.

Daerah yang rawan gempa bumi tsunami serta rawan letusan gunung api terjadi di sepanjang “ring of fire” mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Banda, hingga Maluku.
“Daerah rawan bencana gempa dan tsunami Indonesia hampir semuanya berada pada daerah yang tingkat populasinya sangat padat, tetapi yang jelas kita harus tetap waspada akan terjadinya bencana ini,” katanya.
Menurut dia, kondisi geologi Indonesia merupakan pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menjadikan kawasan Indonesia ini memiliki kondisi geologi yang sangat kompleks dan rawan bencana.

Posisi Indonesia yang berada di pertemuan dua lempeng tektonik Australia dan Asia itu sangat rawan, karena lempeng-lempeng itu aktif dan dinamis, terus bergerak. Ia menyatakan lempeng Asia bergerak ke selatan/tenggara dan lempeng Australia bergerak ke barat laut. Indonesia berada di “sabuk” pertemuan itu.
“Indonesia dikepung tiga lempeng tektonik dunia, Indonesia juga merupakan jalur `The Pasicif Ring of Fire` (Cincin Api Pasifik) yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia,” katanya.

ada 12 daerah rawan di Sumatera Barat yaitu :
1. padang
2. solok
3. solok selatan
4. pesisir selatan
5. sawahlunto
6. padang pariaman
7. sijunjung
8. tanah datar
9. bukittinggi
10 kabupaten agam
11. pasaman
12. lima puluh kota

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: