Contoh PPH Pasal 22

PPH PASAL 22 IMPOR

  1. PPh Pasal 22 Impor (254/KMK.03/2001 Jo 392/KMK.03/2001 Jo 236/KMK.03/2003 Jo SE – 13/PJ.43/2001)

  1. Setiap wajib pajak yang melakukan impor akan dikenakan PPh Pasal 22 Impor oleh Ditjen Bea dan Cukai kecuali yang mendapat fasilitas pembebasan (memperoleh Surat Keputusan Bersama).

  2. Besarnya PPh Pasal 22 Impor adalah sbb :

    1. Importir yang memiliki Angka Pengenal Impor (API) sebesar 2,5% x Nilai Impor

    2. Importir yang tidak memiliki Angka Pengenal Impor (API) sebesar 7,5% x Nilai Impor

  3. Atas barang-barang impor yang dilelang oleh Ditjen Bea Cukai sebesar 7,5% x Nilai Lelang.

  4. Nilai impor = Harga Patokan Impor (CIF) + Pungutan berdasarkan UU Pabean (Bea Masuk).

  5. Untuk menghitung Nilai Impor digunakan kurs bedasarkan Keputusan Menteri Keuangan (Kurs KMK, bukan kurs Bank Indonesia).

     

    Berapa tarif dan dasar pengenaan PPh Pasal 22 ?
         
    PPh Pasal 22 Bendaharawan sebesar 1,5% dari harga pembelian
    PPh Pasal 22 Impor
      a 2,5% dari Nilai Impor, bagi Importir yang memiliki Angka Pengenal Impor (API);
      b 7,5% dari Nilai Impor, bagi Importir yang tidak menggunakan API;
      c 7,5% dari Harga Jual Lelang, bagi yang tidak dikuasai (barang-barang impor yang dilelang oleh Ditjen Bea dan Cukai);
    PPh Pasal 22 atas industri tertentu :
      a industri semen sebesar 0,25 % dari dasar pengenaan pajak (DPP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN);
      b industri rokok sebesar 0,15 % dari harga bandrol. dan bersifat final;
      c industri kertas sebesar 0,1 % dari DPP PPN;
      d industri baja sebesar 0,3% dari DPP PPN;
      e industri otomotif sebesar 0,45 % dari DPP PPN;
    PPh Pasal 22 atas Bahan Bakar Minyak Jenis Premix, Super TT dan Gas
      a Premium, tarifnya sebesar 0,3% dari penjualan (SPBU Swastanisasi) dan 0,25% dari penjualan (SPBU Pertamina);
      b Solar, tarifnya sebesar 0,3% dari penjualan (SPBU Swastanisasi) dan 0,25% dari penjualan (SPBU Pertamina);
      c Premix/Super TT sebesar 0,3% dari penjualan (SPBU Swastanisasi) dan 0,25% dari penjualan (SPBU Pertamina);
      d Minyak Tanah sebesar 0,3% dari penjualan (SPBU Pertamina);
      e Gas LPG, 0,3% dari penjualan (SPBU Pertamina);
      f Pelumas sebesar 0,3% dari penjualan (SPBU Pertamina);
    Hasil Perhutanan, Perkebunan, Pertanian, dan Perikanan Besarnya tarif adalah 0,5% dari Harga Pembelian (tidak termasuk PPN) oleh badan industri dan eksportir.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: