Pengumuman 2

Maaf sebelumnya, karena saya sakit saya nga sempat mengirim ke blog, jadi sekarang sudah ada di Dini Ratna Oktavia dan Siti Ruminah, Bagi yng sudah mengirim komentar ke Blog sudah ada nilainya.

Sekali  lagi mohon maaf ya…

9 Komentar (+add yours?)

  1. Yosep supriatna (11006022)
    Jul 02, 2009 @ 14:40:21

    BUSSINES PLAN
    USAHA PRODUKSI TELUR ASIN
    UNTUK MEMENUHI UAS TAKE HOME MATAKULIAH
    ENTREPRENEURSHIP

    Disusun oleh,
    Yosep Supriatna 11006022

    PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
    FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
    2009

    Business Plan for Business Of Making Salted Eggs

    Yosep Supriatna
    Accounting Computerize Departement, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM),
    Indonesia

    Abstract
    PT.TJ at Subang A.Yani 23rd Street is a company engaged in the field of services of salted eggs, the production generated by the PT TJ (Tambah Jaya) is the salted eggs of low colestrol a tasty and nutritious.

    Keyword: Salted eggs are delicious and nutritious.

    BAB I
    PENDAHULUAN
    Perencanaan suatu bisnis merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, karena di dalam perencaan bisnis kita dapat mengetahui posisi perusahan kita saat ini, arah tujuan perusahaan, dan cara mencapai sasaran yang ingin kita capai adalah untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya.
    Bisnis telur asin merupakan salah satu alternatif bisnis yang diminati oleh masyarakat karena dengan cara penambahan umur simpan telur yang umum dilakukan oleh masyarakat tergolong murah. Telur asin merupakan salah satu sumber protein yang mudah didapat dan berharga relatif murah. Telur asin sebagai bahan makanan yang telah diawetkan mempunyai daya tahan terhadap kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan telur mentah. Telur umumnya mengandung protein 13%, lemak 12%, mineral dan vitamin. Selain lebih awet telur asin juga digemari karena rasanya yang relatif lebih lezat dibandingkan telur tawar biasa. Dan perkembangan industri telur asin akan mendorong perkembangan peternakan itik akan berdampak kepada peningkatan pendapatan para peternak itik yang umumnya merupakan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, industri telur asin dapat dijadikan salah satu usaha yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat menengah dan bawah serta dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber protein mahal seperti daging.
    Dalam perencanaan bisnis usaha telur asin, saya akan meyediakan makanan yang berenergi tanpa kolestrol yang relatif murah yaitu makanan telur asin produksi PT.TJ (Tambah Jaya) yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat menengah dan bawah.

    1. Latar Belakang Perusahaan
    Suatu perusahaan pasti memiliki latar belakang dan tujuan, begitu pula dengan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan telur asin ini karena usaha pembuatan telur asin ini adalah salah satu jenis industri makanan yang umumnya berskala mikro dan kecil. Bahan baku utama yang akan dijadikan telur asin adalah telur itik, sedangkan jenis telur lainnya tidak lazim dilakukan karena kebiasaan dari masyarakat kita yang menganggap telur asin berasal dari telur itik.
    Industri telur asin PT.TJ (Tambah Jaya) khususnya di wilayah Subang umumnya berbentuk usaha perorangan dan usaha dagang dengan skala usaha mikro dan kecil. Pengelola usaha ini umumnya adalah keluarga dengan pelaksana usaha dilakukan sendiri dengan sebagian besar tenaga kerja tetap merupakan anggota keluarga. Begitu pula dengan PT.TJ yang berusaha agar produknya yang ditawarkan dapat diterima dan dapat menembus pasar yang luas.

    2. Tujuan Perusahaan
    Membangun usaha dalam pembuatan/produksi telur asin ini adalah untuk mencoba membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat adalah tujuan utama kami dalam merintis usaha telur asin tersebut dan memproduksi telur yang enak dan bergizi dan produk yang dipasarkan semakin meluas sehingga mendapatkan keuntungan/laba yang lebih besar.dan tujuan yang lainnya yaitu Menjadikan telur asin beraroma sebagai produk olahan telur itik dengan harga yang terjangkau dan bergizi serta mempopulerkan telur asin beraroma sebagai salah satu alternatif cemilan sehat dikalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Selain itu tujuan dari perusahaan kami adalah sebagai berikut:
     Tujuan jangka pendek:
    Mensosialisasikan brand name serta produk telur asin unggulan yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.

     Tujuan jangka menengah:
    Mengevalusi serta membandingkan kelebihan dan kelemahan produk perusahaan yang ditawarkan kepada konsumen dan memperkuat manajemen dan daya saing suatu bisnis perusahaan dan melakukan kerja sama dengan perusahaan telur asinyang terkait untuk makin meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

     Tujuan jangka panjang:
    Menjadikan perusahaan yang berdaya saing tinggi dan memperluas pemasaran di luar kota sehingga meraih keuntungan yang lebih besar.

    BAB II
    Landasan Teori
    2.1 Perusahaan Manufaktur
    Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memiliki kegiatan pokok membeli bahan baku dan mengolahnya menjadi barang jadi untuk dijual dengan harga tinggi, dan menggunakan metode harga pokok proses untuk menentukan harga pokok produk. Ciri-ciri perusahaan manufaktur proses antara lain kegiatan produksi dilakukan terus menerus dan spesifikasi produk yang dihasilkan sama antara satu dan lainnya (standar). Pengertian Metode Harga Pokok Proses adalah cara penentuan harga pokok produk dimana total biaya produksi dibebankan kepada proses produksi selama periode yang bersangkutan dan dibagikan sama rata kepada produk yang dihasilkan dalam periode tersebut. Contoh: Perusahaan industri elektronika, Industri peralatan kantor, Industri mebel dan furniture, Industri peralatan rumah tangga (houseware), Industri pakaian jadi (garment), Industri kertas, Industri sepatu dan sandal, Industri lampu pijar, Industri permen (candies).
    Klasifikasi Biaya Dalam Perusahaan Manufaktur Proses
    Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur proses sama seperti biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur pesanan, seperti biaya produksi, biaya penjualan dan biaya administrasi/umum. Klasifikasi biaya dalam perusahaan manufaktur proses sebagai berikut:
    2.2 Biaya Produksi (Production Costs)
    1.1. Biaya bahan baku (Raw Material Cost)
    Biaya bahan baku adalah biaya yang terjadi karena pemakaian bahan baku dalam proses produksi dan menjadi bagian utama dari barang yang dihasilkan. Contohnya pemakaian kayu dan jok busa untuk perusahaan industri mebel.

    1.2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)
    Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk karyawan yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Contohnya gaji karyawan bagian pemotongan (cutting), uang lembur, uang jasa produksi, uang makan, dan sebagainya untuk perusahaan industri mebel dan furniture.

    1.2. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya (Actual Factory Overhead Cost) Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya dikeluarkan atau dibebankan untuk kegiatan produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Contohnya pemakaian dempul, paku, vernis, cat, amplas, biaya listrik, biaya asuransi pabrik, dan sebagainya untuk perusahaan industri mebel dan furniture.

    2.3 Jenis-Jenis Persediaan Dalam Perusahaan Manufaktur
    1. Persediaan Bahan Baku (Raw Material Inventory)
    Istilah ini sering juga disebut Persedian Bahan (Material) saja. Persedian bahan adalah akun yang menunjukkan nilai harga pokok persediaan bahan baku yang tersedia pada suatu saat tertentu dan siap digunakan untuk proses produksi. Nilai persediaan akhir bahan diperoleh dari persediaan awal bahan ditambah dengan jumlah pembelian bersih bahan dan dikurangi dengan jumlah pemakaian bahan yang telah digunakan untuk produksi dalam satu periode.
    2 .Persediaan Bahan Penolong (Sub Material Inventory)
    Persedian bahan penolong adalah akun yang menunjukkan nilai harga pokok persediaan penolong yang tersedia pada suatu saat tertentu dan siap digunakan untuk membantu proses produksi. Nilai persediaan akhir bahan penolong diperoleh dari persediaan awal bahan penolong ditambah dengan jumlah pembelian bersih bahan penolong dan dikurangi dengan jumlah pemakaian bahan penolong yang telah digunakan untuk produksi dalam satu periode

    3. Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Process Inventory)
    Persediaan barang dalam proses (BDP) merupakan akun yang menunjukkan nilai bahan, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik yang sudah digunakan dalam proses produksi tetapi belum selesai sebagai barang jadi pada akhir periode. Nilai persediaan akhir BDP diperoleh dari persediaan awal BDP ditambah dengan jumlah biaya bahan, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik yang telah digunakan untuk menyelesaikannya, kemudian dikurangi dengan nilai persediaan barang jadi yang selesai dalam satu periode.
    4. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods Inventory)
    Persediaan barang jadi adalah akun yang menunjukkan harga pokok barang yang sudah selesai dikerjakan dan nilai barang jadi yang masih ada pada akhir periode yang siap untuk dijual atau dikirimkan. Nilai persediaan akhir barang jadi diperoleh dari persediaan awal barang jadi ditambah dengan jumlah barang dalam proses (BDP) yang sudah selesai dikerjakan dan dikurangi dengan harga pokok penjualan barang dijual dalam satu periode.

    BAB III
    Logo Perusahaan

    Logo perusahaan TJ ini adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang produksi telur asin yang berenergi dan bergizi. Adapun keterangan dari arti logo tersebut yaitu:
    Keterangan :
    1. Kotak : diharapkan perusahaan ini dapat menjalin satu kesatuan dan bisa berdaya saing tinggi serta menghasilkan suatu produk telur asin yang berenergi dan bergizi serta berkualitas.
    2. Bulat Lonjong: seperti telur yang berkualitas dan bagus serta meningkat produksi dalam usaha telur asin serta pemasaran produk bisa tersebar luas di indonesia.
    3. Warna Hitam : Jadi perusahaan ini akan berdaya saing tinggi dan melakukan proses produksi yang unggul dan dapat terpercaya serta meningkat kualitas produk telur asin.
    4. Warna Biru : melambangkan kelembutuan yang ingin ditawarkan perusahaan dalam hal pelayanan terhadap konsumen.
    5. T (Tambah): yaitu perusahaan akan bertambah secara terus menerus produksinya yaitu telur asin serta produk pemasaran telur asin meluas hingga keluar kota.

    6. J (Jaya): melambangkan perusahaan yang akan jaya terus dan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar setiap priodenya.
    7. Warna Putih : melambangkan perusahaan ini suci dan bagus serta meningkatkan produktifitas yang lebih baik.

    Arti yang luas dari logo dari PT TJ tersebut adalah suatu perusahaan yang unggul dan berdaya saing tinggi serta meningkatkan produktifitas telur yang sehat, berkualitas dan berenergi serta menyediakan makanan yang sehat kepada masyarakat menengah dan bawah serta harga yang relatif murah.

    BAB IV
    Maksud dan Hasil
    Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan telur asin ini adalah Alternatif pengembangan usaha untuk mengembangkan kompetensi bidang pertanian dalam arti luas, khususnya bidang peternakan dengan belajar berwirausaha dapat tercapai. Disamping itu, pasar terdekat yang akan dirambah adalah masyarakat, maka pemasaran telur asin kepada masyarakat merupakan upaya untuk membantu penyelesaian masalah kesehatan, khususnya bagi masyarakat.
    Usaha pembuatan telur asin adalah salah satu jenis industri makanan yang umumnya berskala mikro dan kecil. Bahan baku utama yang akan dijadikan telur asin adalah telur itik, sedangkan jenis telur lainnya tidak lazim dilakukan karena kebiasaan dari masyarakat kita yang menganggap telur asin berasal dari telur itik. Dan Mengingat gizi yang tinggi dan harga yang terjangkau, telur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh semua kelompok umur dari segala lapisan masyarakat guna menunjang aktivitas mereka sehari-hari, khususnya bagi mahasiswa, sehingga asupan gizi yang kurang akibat pola makan yang tidak teratur selama ini dapat diimbangi dengan cemilan yang sehat, dalam hal ini telur asin beraroma. Dengan demikian, inovasi baru dalam aroma diharapkan dapat lebih menarik minat konsumen untuk lebih menyenangi telur asin.
    Secara tidak langsung, dengan adanya usaha ini secara umum akan dapat membantu pemerintah mengatasi masalah kesehatan masyarakat, khususnya gizi buruk yang terjadi pada generasi muda.

    BAB V
    KESIMPULAN
    Suatu Keberhasilan usaha yaitu dengan adanya proses produksi terus meningkat dan laba semakin diperoleh oleh karena itu perusahaan akan berhasil serta terus maju. Dan berdirinya suatu perusahaan sangat bergantung kepada perusahaan yang bersangkutan dalam merumuskan perencanaan dan peramalan bisnis yang akan dijalaninya (Business Plan) serta dalam produksi Industri telur asin mempunyai peranan penting dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber protein dan lemak yang berharga murah bagi masyarakat. Perkembangan peternakan itik petelur merupakan faktor pendukung terbesar bagi industri telur asin agar dapat memasok telur asin dengan harga yang murah dan bermutu tinggi.
    Serta dua faktor terpenting bagi keberhasilan industri telur asin selain factor bahan baku adalah rasa telur asin dan kualitas pengangkutan produk.Rasa telur asin akan menjadi faktor pembeda suatu produsen dengan produsen lainnya, dimana akan timbul keterikatan antara konsumen dengan produsen telur asin tertentu serta perusahaan dalam merencanakan bisnis bisa tercapai.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Santoso, Abdul Munif. (2004. Small Industries Development Strategy Telur Asin. Essay. Department of Social Economics Animal Husbandry Industry. Faculty of Animal Husbandry. Bogor.

    2. Kotler, Philip., (2002),; Perusahaan Manufaktur. PT. Ikrar Mandiriabadi, Jakarta

    Balas

  2. Ibrahim Aji (11006025)
    Jul 02, 2009 @ 14:42:14

    Bussines Plan for restaurants typically cirebon

    IBRAHIM AJI
    Accounting Computerize Departement, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Indonesia

    Abstract
    Restaurants resepdapurku cirebon typical road kanggraksan Cirebon No. 128. cirebon offers typical cuisine of delicious cuisine and a lot of people who want to try sperti jamblang rice, rice lengko and empal gentong.

    Keywords: cooking a tasty meal taste delicious invite.

    BAB I
    PENDAHULUAN

    Bisnis adalah serangkaian usaha yang dilakukan 1 orang atau lebih individu atau kelompok dengan menawarkan barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan/laba. Bisnis merupakan sebuah usaha, dimana setiap pengusaha harus siap untung & siap rugi. bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang. reputasi, keahlian, ilmu, sahabat & kerabat dapat menjadi modal bisnis. Selain itu Bisnis adalah sebuah usaha, dimana setiap orang atau kelompok harus siap untung & siap rugi. bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang, tetapi banyak faktor yang mendukung terlaksananya sebuah bisnis, misalnya: reputasi, keahlian, ilmu, sahabat & kerabat dapat menjadi modal bisnis.

    Membuka usaha baru tidak mungkin tanpa ada rencana sebelumnya. Rencana harus ada betapa pun sederhananya secara tertulis. Namun, wirausaha baru di Negara kita banyak yang tidak mau ataupun mungkin tidak mampu atau segan menulis rencana tertulis tersebut karena berbagai alasan. Perencanaan yang tidak tertulis pasti sudah ada rekayasa dalam pikiran, yaitu suatu rekayasa secara sederhana tentang jawaban dari berbagai pertanyaan antara lain, usaha apa yang akan dibuka, mengapa memilih usaha tersebut, dimana lokasinya, siapa konsumennya, darimana sumber modal, dsb. Business Plan merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.

    Dengan adanya perencanaan bisnis saya sebagai pebisnis pemula akan mencoba membuat usaha Rumah Makan Khas Cirebon karena melestarikan kuliner kota Cirebon yang masih diminati oleh warga Cirebon bahkan pendatang dari luar Cirebon.

    1. Latar Belakang Perusahaan
    Indonesia mempunyai ragam kuliner, selain kebudayaanya yang perlu dilestarikan kuliner khas daerahpun perlu dilestarikan seperti masakan khas Cirebon diantaranya nasi lengko, nasi jamblang dan empal gentong. Walaupun banyak jenis makanan dari luar negeri di lihat dari peminatnya masakan khas Cirebon masih banyak peminatnya yang beraneka rasa dan mempunyai cirri yang unik. Dengan didirikannya usaha rumah makan khas Cirebon “wong Cirebon” maka bagi orang-orang yang menggemari kuliner khas Cirebon bisa meraskan cita rasanya.

    2. Tujuan Perusahaan
    Tujuan saya mendirikan rumah makan khas Cirebon “resep dapurku” yaitu melestarikan kuliner khas Cirebon dan mendapatkan pelanggan baik dari warga Cirebon maupun dari warga luar daerah cirebon yang menyukai makanan khas Cirebon seperti nasi lengko, nasi jamblang dan empal gentong.
    Untuk mencapai tujuan tersebut rumah makan “resep dapurku” memberikan cirri khas dalam penyajian, cita rasa yang asli dan enak makanan khas Cirebon lalu menciptakan suasana Cirebon dalm rumah makan khas Cirebon agar masyarakat betah dan selalu ingin dating kembali merasakan nikmatnya makanan khas Cirebon “resep dapurku”

    BAB II
    Landasan Teori
    2.1 Perusahaan Dagang
    Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagang kemudian untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya.[1]

    2.2 Ciri-ciri Perusahan Dagang
    • Kegiatan usahanya melakukan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa melakukan proses produksi (mengolah/mengubah bentuk)
    • Pendapatan pokoknya diperoleh dari penjualan barang dagang
    • Harga pokok barang yang dijual adalah : Nilai persedian awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
    • Laba kotor diperoleh dari : Penjualan bersih – Harga pokok barang yang dijual.[1]

    2.3 Macam-Macam Transaksi Perusahaan Dagang
    Transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa seperti yang pernah dipelajari pada modul kelas 1, juga terdapat pada perusahaan dagang. Namun ada transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang tetapi tidak terjadi pada perusahaan jasa. Transaksi apa saja itu? Transaksi tersebut adalah yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan dagang. Seperti transaksi pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, penjualan , retur penjualan, potongan penjualan, biaya angkut penjualan, persediaan barang dagang .

    2.3 Karateristik Perusahaan Dagang
    1. Perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dengan tujuan dijual lagi, tanpa memproses lebih dahulu.
    2. Macam-macam transaksi
    – Pembelian barang dagang
    – Pengembalian barang dagang yang dibeli (retur pembelian & PH )
    – Pembayaran biaya angkutan barang dagang yang dibeli
    – Pembayaran utang dagang
    – Penjualan barang dagang
    – Penerimaan kembali barang dagang yang dijual ( retur penjualan & PH )
    – Pembayaran beban angkutan barang yang dijual
    – Penerimaan pelunasan piutang dagang
    – Perhitungan laba/rugi perusahaan dagang.
    3. Syarat jual beli berupa syarat penyerahan barang dan syarat pembayaran.
    Syarat Penyerahan barang
    Perjanjian antara penjual dengan pembeli yang berisi tentang barang yang diserahterimakan setelah memperoleh kesepakatan harga.
    – FOB Shipping Point (Free On Board Shipping Point)
    Pembeli harus menanggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual sampai ke gudangnya sendiri. Dalam hal ini penjual mengakui dan mencatat terjadi penjualan barang sejak dikeluarkan dari gudang oleh pembeli, sedang pembeli akan mengakui dan mencatat terjadinya pembelian sejak mengambil barang dari gudang penjual.
    – FOB Destination Point (Free On Board Destination Point)
    Penjual harus menanggung beban pengiriman barang sampai di gudang pembeli. Dalam hal ini penjual mengakui dan mencatat terjadinya penjualan setelah barang sampai di gudang pembeli, sedangkan pembeli mengakui dan mencatat terjadinya pembelian setelah barang masuk ke gudangnya.
    – CIF (Cost Insurance and Freight)
    Penjual harus menanggung beban pengiriman dan asuransi kerugian atas barang yang dijualnya.[1]

    BAB III
    Logo Perusahaan

    Keterangan :
    1. Gambar bakul nasi, cabai, tomat dan bawang merah menggambarkan tentang pengolahan makanan yang racikan dan rasanya yang terkenal lezatnya
    2. Tulisan resep dapur ku menggambarkan tentang resep makanan khas Cirebon yang lezat dan nikmat tersedia di rumah makan resep dapurku. Contoh makanannya adalah:

    A. Nasi Jamblang

    B. Nasi Lengko

    C. Empal Gentong

    BAB IV
    Maksud dan Hasil

    Perusahaan Dagang resep dapurku yang akan dibentuk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha rumah makan khas cirebon. Menu yang ditawarkan merupakan makanan khas cirebon seperti nasi jamblang, nasi lengko dan empal gentong. Pada perusahaan dagang ini menawarkan merek dagang berupa makanan khas Cirebon yang akan di jual kepada pengunjung yang akan membeli atau makan di rumah makan ini.
    Pada perusahaan resepn dapurku masuk dalam criteria perusahan dagang karena terdapat kegiatan usahanya menjual produk makanan, pendapatannya diperoleh dari penjualan hasil dagangan berupa makanan khas Cirebon dan selalu membeli bahan baku untuk diproses menjadi barang jadi seperti bahan-bahan pembuat makanan khas cirebon diproses menjadi makanan siap saji sehingga menghasilkan makanan seperti nasi jamblang, nasi lengko dan empal gentong.

    BAB V
    KESIMPULAN
    Pembuatan usaha dagang rumah makan resep dapurku akan bisa terwujud dengan adanya perencanaan bisnis (Business Plan) yang srius dan matang selain itu juga akan berkembang karena dilihat dari permintaan terhadap produk makanan yang kami sajikan atau yang kami jual.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. mas-devid.blogspot.com/…/pengertian-dan-kegiatan-utama.html
    2. Muhkhudrimalik’s Weblog.htm

    BUSSINES PLAN
    USAHA RUMAH MAKAN KHAS CIREBON
    RESEP DAPURKU

    UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
    KEWIRAUSAHAAN

    Disusun oleh,

    IBRAHIM AJI 11006025

    PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
    FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
    2009

    Balas

  3. RESMININGSIH
    Jul 02, 2009 @ 20:01:50

    Usaha Kecil Membuat Usaha Kue Tart

    Resminingsih1 ,
    1Accounting Computerize Departement, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Indonesia
    2 Program Studi Komputerisasi Akuntansi,Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia, Bandung, Indonesia

    Abstak

    Paper ini menganalisis perkembangan industri kecil dan rumah tangga (IKRT)
    di Indonesia, khususnya menyangkut karakteristik utama IKRT dan permasalahan
    yang dihadapinya. Cepatnya pertumbuhan usaha besar dan menengah telah
    mengabaikan pertumbuhan IKRT. Walaupun demikian IKRT telah mampu berperan
    dalam mengatasi masalah tenaga kerja dan menambah pendapatan keluarga.
    struktur industri nasional. Saat ini, perubahan perilaku konsumen yang semakin sensitif terhadap harga memiliki dampak
    signifikan bagi industri besar maupun kecil. Setiap industri berusaha merebut konsumen melalui
    dinamika persaingan pasar yang mana saat ini merupakan fenomena bagi setiap industri
    manufaktur maupun jasa.

    1.Sejak tahun 1983, pemerintah secara konsisten telah melakukan berbagai
    upaya deregulasi sebagai upaya penyesuaian struktural dan restrukturisasi
    perekonomian. Kendati demikian, banyak yang mensinyalir deregulasi di bidang
    perdagangan dan investasi tidak memberi banyak keuntungan bagi perusahaan kecil
    dan menengah; bahkan justru perusahaan besar dan konglomeratlah yang mendapat
    keuntungan. Studi empiris membuktikan bahwa pertambahan nilai tambah ternyata
    tidak dinikmati oleh perusahaan skala kecil, sedang, dan besar, namun
    2. Thee (1993:109) mengemukakan bahwa pengembangan industri kecil adalah
    cara yang dinilai besar peranannya dalam pengembangan industri manufaktur.
    Pengembangan industri berskala kecil akan membantu mengatasi masalah
    pengangguran, mengingat teknologi yang digunakan adalah teknologi padat karya,
    sehingga dengan demikian selain bisa memperbesar lapangan kerja dan kesempatan
    usaha, pada gilirannya bisa mendorong pembangunan daerah dan kawasan pedesaan

    2.1 Berdasarkan
    beberapa
    studi tentang organisasi industri
    (industrial
    organization)
    akhir-akhir ini, industri modern harus menghadapi adanya perubahan
    baik dalam sisi permintaan maupun teknologi yang mengurangi skala ekonomi akibat
    adanya standarisasi dan produksi massal (Weijland, 1994: 97-110). Argumen ini
    diperkuat kembali oleh Porter (1998: 77-91) bahwa peta ekonomi dewasa ini
    didominasi oleh kluster
    (cluster)
    yang didefinisikan sebagai konsentrasi geografis dari
    perusahaan-perusahaan dan institusi-institusi yang saling berhubungan dalam wilayah
    tertentu. Kluster industri
    (industrial cluster)
    pada dasarnya merupakan kelompok
    produksi yang sangat terkonsentrasi secara spasial dan biasanya berspesialisasi pada
    hanya satu atau dua industri utama saja

    Dekorasi cake hingga menjadi tart yang menarik dalam berbagai bentuk hiasan dan model merupakan barang berharga, bukan lagi sekadar sebuah makanan. Bahkan, tart menjadi lambang identitas dan kelas sosial bagi konsumennya atau penyedia tart. Sebut saja kue tart untuk ulang tahun, Anda bisa melihat bagaimana bentuk kue tersebut disediakan sebagai media tiup lilin. Jika kue tersebut tampil indah dan menawan, bisa dipastikan bahwa keistimewaan kue tersebut melambangkan citra pemiliknya. Bahkan, dalam acara perkawinan, kue tart kerap tampil mewah sebagai perlambang status sosial keluarga mempelai.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue tart sebenarnya tidak banyak. Begitu pula cara membuatnya pun sebenarnya mudah. Anda hanya tinggal menyediakan cake, yaitu kue yang digunakan untuk media dasar hiasan hingga menjadi tart. Sedangkan bahan hiasannya, cukup dengan menggunakan butter cream. Intinya, hanya seni menghias yang menjadi dominan dalam pembuatan hiasan cake.

    Melalui lobang spuit, Anda bisa menciptakan aneka hiasan cake sesuai bentuk yang diinginkan. Memang membutuhkan ketelitian yang lumayan. Namun, asalkan rajin berlatih dan dilakukan dengan kesabaran, kue yang cantik bisa tercipta dari tangan Anda.

    Kehadiran kue, diakui atau tidak, sangat penting dalam setiap tahapan kehidupan kita. Dikatakan begitu, karena kue selalu hadir saat seseorang dilahirkan di muka bumi ini, lalu ketika ia berulang tahun, menikah, dan akhirnya meninggal. Kue juga selalu ada di hari-hari keagamaan atau perayaan. Dengan demikian, konsumen kue sangat besar. Karena itu, tak salah kalau dikatakan prospek bisnis kue atau bakery sangat bagus. Dan, ibarat ada gula ada semut, maka di mana ada bisnis menjanjikan, di situ pula dipastikan banyak orang berusaha ikut menggelutinya.

    NO DEPARTEMEN JUMLAH KARYAWAN
    1 PT. CAKE TART 30

    5.
    © 2007 – All right reserved – Demedia Pustaka

    © 2009 Majalah Pengusaha – Peluang Usaha dan Solusinya

    Winarno Surakhmad, 1994 : 38
    Key words: industri kecil dan rumah tangga (IKRT), profil, kemitraan

    Sumber: World Bank (1991; 1994)

    Balas

  4. RESMININGSIH
    Jul 02, 2009 @ 20:17:47

    Usaha Kecil Membuat Usaha Kue Tart

    Resminingsih1 ,
    1Accounting Computerize Departement, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Indonesia
    2 Program Studi Komputerisasi Akuntansi,Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia, Bandung, Indonesia

    Abstak

    Paper ini menganalisis perkembangan industri kecil dan rumah tangga (IKRT)
    di Indonesia, khususnya menyangkut karakteristik utama IKRT dan permasalahan
    yang dihadapinya. Cepatnya pertumbuhan usaha besar dan menengah telah
    mengabaikan pertumbuhan IKRT. Walaupun demikian IKRT telah mampu berperan
    dalam mengatasi masalah tenaga kerja dan menambah pendapatan keluarga.
    struktur industri nasional. Saat ini, perubahan perilaku konsumen yang semakin sensitif terhadap harga memiliki dampak
    signifikan bagi industri besar maupun kecil. Setiap industri berusaha merebut konsumen melalui
    dinamika persaingan pasar yang mana saat ini merupakan fenomena bagi setiap industri
    manufaktur maupun jasa.

    1.Sejak tahun 1983, pemerintah secara konsisten telah melakukan berbagai
    upaya deregulasi sebagai upaya penyesuaian struktural dan restrukturisasi
    perekonomian. Kendati demikian, banyak yang mensinyalir deregulasi di bidang
    perdagangan dan investasi tidak memberi banyak keuntungan bagi perusahaan kecil
    dan menengah; bahkan justru perusahaan besar dan konglomeratlah yang mendapat
    keuntungan. Studi empiris membuktikan bahwa pertambahan nilai tambah ternyata
    tidak dinikmati oleh perusahaan skala kecil, sedang, dan besar, namun
    2. Thee (1993:109) mengemukakan bahwa pengembangan industri kecil adalah
    cara yang dinilai besar peranannya dalam pengembangan industri manufaktur.
    Pengembangan industri berskala kecil akan membantu mengatasi masalah
    pengangguran, mengingat teknologi yang digunakan adalah teknologi padat karya,
    sehingga dengan demikian selain bisa memperbesar lapangan kerja dan kesempatan
    usaha, pada gilirannya bisa mendorong pembangunan daerah dan kawasan pedesaan

    2.1 Berdasarkan
    beberapa
    studi tentang organisasi industri
    (industrial
    organization)
    akhir-akhir ini, industri modern harus menghadapi adanya perubahan
    baik dalam sisi permintaan maupun teknologi yang mengurangi skala ekonomi akibat
    adanya standarisasi dan produksi massal (Weijland, 1994: 97-110). Argumen ini
    diperkuat kembali oleh Porter (1998: 77-91) bahwa peta ekonomi dewasa ini
    didominasi oleh kluster
    (cluster)
    yang didefinisikan sebagai konsentrasi geografis dari
    perusahaan-perusahaan dan institusi-institusi yang saling berhubungan dalam wilayah
    tertentu. Kluster industri
    (industrial cluster)
    pada dasarnya merupakan kelompok
    produksi yang sangat terkonsentrasi secara spasial dan biasanya berspesialisasi pada
    hanya satu atau dua industri utama saja

    Dekorasi cake hingga menjadi tart yang menarik dalam berbagai bentuk hiasan dan model merupakan barang berharga, bukan lagi sekadar sebuah makanan. Bahkan, tart menjadi lambang identitas dan kelas sosial bagi konsumennya atau penyedia tart. Sebut saja kue tart untuk ulang tahun, Anda bisa melihat bagaimana bentuk kue tersebut disediakan sebagai media tiup lilin. Jika kue tersebut tampil indah dan menawan, bisa dipastikan bahwa keistimewaan kue tersebut melambangkan citra pemiliknya. Bahkan, dalam acara perkawinan, kue tart kerap tampil mewah sebagai perlambang status sosial keluarga mempelai.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue tart sebenarnya tidak banyak. Begitu pula cara membuatnya pun sebenarnya mudah. Anda hanya tinggal menyediakan cake, yaitu kue yang digunakan untuk media dasar hiasan hingga menjadi tart. Sedangkan bahan hiasannya, cukup dengan menggunakan butter cream. Intinya, hanya seni menghias yang menjadi dominan dalam pembuatan hiasan cake.

    Melalui lobang spuit, Anda bisa menciptakan aneka hiasan cake sesuai bentuk yang diinginkan. Memang membutuhkan ketelitian yang lumayan. Namun, asalkan rajin berlatih dan dilakukan dengan kesabaran, kue yang cantik bisa tercipta dari tangan Anda.

    Kehadiran kue, diakui atau tidak, sangat penting dalam setiap tahapan kehidupan kita. Dikatakan begitu, karena kue selalu hadir saat seseorang dilahirkan di muka bumi ini, lalu ketika ia berulang tahun, menikah, dan akhirnya meninggal. Kue juga selalu ada di hari-hari keagamaan atau perayaan. Dengan demikian, konsumen kue sangat besar. Karena itu, tak salah kalau dikatakan prospek bisnis kue atau bakery sangat bagus. Dan, ibarat ada gula ada semut, maka di mana ada bisnis menjanjikan, di situ pula dipastikan banyak orang berusaha ikut menggelutinya.

    NO DEPARTEMEN JUMLAH KARYAWAN
    1 PT. CAKE TART 30

    5.
    © 2007 – All right reserved – Demedia Pustaka

    © 2009 Majalah Pengusaha – Peluang Usaha dan Solusinya

    Winarno Surakhmad, 1994 : 38
    Key words: industri kecil dan rumah tangga (IKRT), profil, kemitraan

    Sumber: World Bank (1991; 1994)

    Balas

  5. erwan yonatan
    Jul 02, 2009 @ 23:17:20

    BAB I
    PENDAHULUAN

    Pengertian bisnis yang paling sederhana adalah suatu aktivitas dimana terdapat suatu proses transaksi baik perdagangan maupun jasa untuk memperoleh laba semaksimal mungkin. Dalam melakukan bisnis tidak akan terlepas dari proses Manajemen Operasi perusahaan yang bersangkutan. Langkah pertama yang harus kita lakukan dan pahami dari manjemen operasi tersebut adalah dengan melakukan perencanaan dan peramalan bisnis (Business Plan) yang ditentukan oleh pemegang saham dan pemilik perusahaan.
    Business Plan (Perencanaan Bisnis) merupakan alat yang sangat penting untuk para pengusaha maupun pengambil keputusan kebijakan perusahaan. Tujuan perencanaan bisnis adalah agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan. Perencanaan bisnis juga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, karena di dalam perencaan bisnis kita dapat mengetahui posisi perusahan kita saat ini, arah tujuan perusahaan, dan cara mencapai sasaran yang ingin kita capai. Perencanaan bisnis yang baik haruslah memuat tahap-tahap yang harus dilakukan untuk memaksimalkan peluang keberhasilan. Perencanaan Bisnis juga dapat dipakai sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga, seperti pihak perbankan, investor, lembaga keuangan, dan sebagainya. Bantuan dana yang diperlukan dapat berupa bantuan jangka pendek untuk modal kerja maupun jangka panjang untuk perluasan atau biaya investasi.
    Ada pepetah yang mengatakan jika peluang atau kesempatan itu tidak datang dua kali, oleh sebab itu kita harus dapat memanfaatkan peluang tersebut secara bijaksana. Salah satu cara untuk mengambil peluang usaha yang ada tersebut adalah dengan membuat perancanaan bisnis. Perencanaan bisnis dibuat agar kita dapat melihat peluang yang ada tersebut dapat menghasilkan keuntungan atau tidak
    Dalam hal ini, kami akan menyajikan perencanaan bisnis dari Bajigur Drink, yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan miniman ringan
    1. Latar Belakang Perusahaan
    Layaknya sebuah perusahaan tentulah memiliki latar belakang tentang bagaimana suatu perusahaan didirikan. Begitu pula dengan bajigur drink, yang berusaha agar produknya yang ditawarkan dapat diterima dan dapat menembus pasar yang luas. Melihat banyaknya manusia yang yang menjadikan malam sebagai pagi dan pagi sebagai malam kebutuhan untuk menghangatkan badan dimalam hari yang semakin meningkat dewasa ini, bajidur drink hadir sebagai perusahaan yang menyediakan minuman hangat dimalam hari.

    2. Tujuan Perusahaan
    Adapun yang menjadi tujuan dari pembuatan proposal ini adalah untuk membuat usaha pembuatan minuman bajigur dengan tujuan menghasilkan laba semaksimal mungkin untuk menyambung hidup karyawan.

    BAB II
    Landasan Teori
    2.1 Dagang
    Perusahaan Dagang perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang dan menjualnya kembali pada konsumen . [1]

    2.2 Kategori-kategori perusahaan gadang:
    1. Pedagang Besar
    Yaitu pedagang yang diasanya membeli barang langsung dari pabrik penghasil barang tersebut.
    2. Pedagang Kecil
    Yaitu pedagang yang membeli barang langsung dari grosir untuk kemudian menjual kembali barang tersebut kepada konsumen dengan harga eceran.[1]

    BAB III
    Logo Perusahaan

    Keterangan :
    1. Lingkaran : diharapkan perusahaan ini dapat menjalin satu kesatuan tanpa ada perbedaan suku, ras, agama dan antargolongan yang solid dan tangguh, khususnya pada bagian intern perusahaan, dan umunya pada semua masyarakat.
    2. Bintang : bahwa berdirinya perusahaan ini berlandaskan pada 5 Kekuatan yang saling berkaitan, yaitu : 1) Tuhan Yang Maha Esa, 2) Investor, dan 3) Pengelola 4) Pedagang Keliling 5)Masyarakat.
    3. Warna Hitam : berarti gelap, melambangkan bahwa produk perusahaan ini dinikmati pada malam hari saat cuaca dingin.
    4. Warna Putih : melambangkan Ketulusan yang ingin ditawarkan perusahaan dalam hal pelayanan terhadap konsumen dan ketulusan pembuatan bajigur.
    5. BD: yaitu inisial dari pemilik perusahaan PT. Bajigur Drik, lambang ini juga akan digunakan dalam merk pada kemasan dan gerobak.

    BAB IV
    Maksud dan Hasil

    Perusahaan dagang Bajigur Drink yang akan dibentuk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha perdangan minuman ringan. Produk minuman yang ditawarkan merupakan produk utama yang disertai makanan ringan tambahan seperti rebus ubi, rebus kacang, rebus singkong dll namun inti produk yang ditawarkan berupa minuman bajugur.
    Mengutamakan citra dan rasa serta memuaskan keluhan pelanggan merupakan hal yang sangat mendasar dalam bidang perdagangan, karena dengan mengutamakan citra dan rasa serta memuaskan keluahan akan memotivasi para pegawai agar bias memberikan pelayanan yang lebih baik.

    BAB V
    KESIMPULAN
    Keberhasilan berdirinya sebuah perusahaan, sangat bergantung pada kemampuan perusahaan baik secara kelompok maupun individu dalam merumuskan perencanaan dan peramalan bisnis yang akan dijalaninya (Business Plan).

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ony, Widilestarymingtias dkk., (2004),; Modul Komputerisasi Praktikum Dasar Akuntansi . Universitas Komputer Indonesia, Bandung

    Balas

  6. erwan yonatan
    Jul 02, 2009 @ 23:18:36

    BUSSINES PLAN
    USAHA DAGANG BAJIGUR

    UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
    KEWIRAUSAHAAN

    Disusun oleh,

    ERWAN YONATAN 11004025

    PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
    FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
    2009

    Bussines Plan for bajigur drink trade

    Erwan yonatan
    Accounting Computerize Departement, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Indonesia

    Abstract
    PT Bajigur Drink pasirkoja No. 11 street Bandung. At trade company the activation company in sector trade of drink. The trade of bajigur PT bajugur drink rely on personal capital. Output product from PT bajigur drink is drinking healty

    Keyword: drinking, healty

    Balas

  7. RESMININGSIH
    Jul 03, 2009 @ 12:35:41

    Ass,,
    pa tugas yang Resmi diatas itu tugas UAS yang no.7
    maaf pa,,,keterangan nya kurang lengkap
    terimakasih…
    Wass

    Balas

  8. PUSPITA ANGGRAENI
    Jul 03, 2009 @ 13:00:37

    TUGAS ENTERPRENEURSHIP
    PROPOSAL USAHA LANTING BUMBU KHAS JAWATENGAH, PUSPITA MANDIRI

    Disusun oleh:
    Nama : Puspita Anggraeni
    Nim : 11006016
    Kelas : 06 KA 1

    Dosen Mata Kuliah
    Elsandra Eka Putra

    PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
    FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
    BANDUNG
    2009
    ABSTRACT

    Technologi be development but the people life not yet development, so poverty in thin contry still have much people whose have not a job. For that, I am build up small labour.
    The small labour is work to make “ Lanting” spices with special leef of centre java.

    May be with open this small lanour, we cant decrese of the people whose not yet have job wich at our around. Hope this labour could be development very good, so we could be create silence labour much more.

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang
    Seiring waktu berputar, terkadang banyak orang yang merasa terlantar dan kehidupan semakin gempar karena perekonomian di Indonesia sangat lemah banyak orang miskin dan pengangguran di mana-mana, pendidikanpun tidak memadahi. Untuk itu kita sebagai mahasiswa/i yang berpendidikan akan mempraktekkan ilmu entrepreneurship yang telah saya terima dengan cara membuat usaha kecil yang akan melibatkan beberapa orang sehingga akan mengurangi beberapa pengangguran di suatu wilayah terebut usaha yang akan saya rencanakan adalah Usaha Lanting bumbu khas Jawatengah.
    Usaha Kecil Menengah dalam pengembangnya diperlukan Studi Kelayakan Proyek walau dalam skala kecil dan sederhana,hal ini dilakukan untuk menghindari keterlanjuran penanaman Modal yang ternyata tidak menguntungkan (Suad Hasan,Suwarsono Muhammad,”Studi Kelayakan Proyek”,UPP AMP YKPN).
    Disamping Studi Kelayakan juga tak kalah penting adalah Riset Pemasaran hal ini dilakukan agar UKM tersebut dapat terbantu untuk mengetahui Keinginan,Kebutuhan sekaligus Kepuasan Konsumen (Nugroho J Setiadi ,”Perilaku Konsumen” Penerbit PrenadaMedia).
    Beberapa Aspek dalam Riset Pemasaran antara lain adalah Riset Harus memperhatikan masalah Budaya setempat,Sosial ekonomi,Pribadi dan Juga Aspek Psikologis dari Konsumen. Dengan memperhatikan Studi kelayakan Proyek dan Riset Pemasaranya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang akan kita kerjakan, dengan demikian resiko kegagalan dapat ditekan seminimal mungkin
    Usaha Lanting bumbu khas Jawatengah inilah pasti di minati oleh banyak orang karena selain berbagai macam rasa harga juga terjangkau, semua umur bisa merasakan lanting bumbu yang renyah dan gurih.

    2. Maksud dan Tujuan
    a. Maksud
    Maksud saya membuat usaha Lanting bumbu khas Jateng adalah selain untuk meraih keuntungan tetapi juga untuk mempraktekkan pelajaran kewirausahaan yang telah di ajarkan di kampus oleh dosen saya, serta mengembangkan potensi diri supaya lebih mandiri dapat mencari unag sendiri untuk tambahan uang kuliah dan dapat membantu orang tua serta memberi peluang pekerjaan kepada penganguran.

    b. Tujuan
    Dalam rangka meningkatkan pendapatan Keluarga pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif,Kreatif,Penuh perhitungan dan Berorientasi Pasar. Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik,itu angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.
    Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial,Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan sementara Aspek sosial adalah untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi Pengangguran.

    3. Kegiatan Usaha
    Menjual Lanting bumbu serta menerima pesanan. Melayani dengan sopan dan ramah supaya pelanggan merasa konsumen adalah raja, dengan demikian konsumen akan berlangganan ke kita. Selain karena rasa lanting bumbu kriuk – kriuk dan enak tetapi juga karena pelayanannya yang sopan dan ramah.

    BAB II
    ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA

    1. Perencanaan kebutuhan dan kualitas SDM
    Untuk memenuhi kebutuhan dan untuk mencapi tujuan maka dalam mencari sumber daya manusia yang berpotensi saya memilih tenaga kerja atau orang-orang yang berpengalaman dalam memasak supaya rasa lanting enak dan bergizi, orang – orang yang berpengalaman dalam administrasi untuk menghitung biaya- biaya yang dibutuhkan , OB untuk membersihkan ruangan dan dapur, Pelayan untuk melayani para konsumen, serta kasir untuk di tempat kan di bagian pembayaran.
    Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebuat dalam mencari tenaga kerja atau kariyawan saya tidak akan main-main. Saya akan memilih tenaga kerja yang berpendidikan dan rajin, jujur serta mau bekerja sama dengan baik dengan saya.

    2. Perencanaan motivasi yang dibangun.
    Untuk memajukan usaha ini supaya dapat berkembang pesat motivasi yang saya bangun adalah memberi semangat kepada karyawan. Memberikan contoh kerja yang baik bagi kariyawan supaya kariyawan terpacu dalam bekerja, memberi hadiah bagi kariawan yang bekerja secara rajin supaya mereka sangat termotivasi untuk bekerja dengan rajin dan sebaik mungkin.

    3. Segmentasi Targeting Dan Positioning
    Segmentasi Targeting Dan Positioning Produk Segmentasi Produk adalah proses menempatkan Konsumen dalam subkelompok di Pasar Produk ,sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi perusahaan (“ Perilaku Konsumen” , Nugroho J setiadi ). Dengan kata lain Segmentasi Pasar adalah Proses mengkotak kotakan Pasar yang heterogen kedalam potensial Customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.
    Variabel yang digunakan untuk menentukan segmen pasar adalah dari Geografi,Demografi,Psikografi,dan Behavior (Tingkah Laku) untuk Lanting bumbu ini kita akan mengambil Segmen Variabel Psikografi dimana segmen kelas sosial menengah bawah adalah menjadi segment pasar Lanting bumbu ini.
    Setelah kita mampu mengindentifikasi Segmen pasar dimana dalam hal ini kita mengambil Segmen tingkat sosial,maka selanjutnya Segmen tingkat sosial menengah bawah akan menjadi sasaran atau target pemasaran. Dalam hal positioning Produk Lanting Bumbu ini akan kita posisikan sebagai Produk Lanting Bumbu dengan rasa yang sama dengan Lanting Bumbu yang sudah terkenal namun harganya terjangkau oleh Masyarakat kalangan bawah (Murah). Atau dengan kata lain yang lebih simple adalah Lanting Bumbu dengan rasa yang enak dan harga murah.Positioning ini mengacu pada teori dimana Positioning Produk harus Jelas ,Berbeda dan memiliki nilai lebih.

    BAB III
    ASPEK PRODUK

    1. Perencanaan produk
    a. Desain produk
    Desain prodek ada 2 bentuk yaitu bentuk bulat atau huruf O dan bentuk angka 8 dan ada macam warna yaitu warna merah, kuning, dan putih.

    b. Perencanaan ukuran
    Banyaknya lanting jual mulai dari ½ kg, 1 kg dan seterusnya dan bila beli banyak akan mendapatkan bonus, 1 bungkus ½ kg secara gratis.

    c. Perencanaan kemasan
    Kemasan dibuat semenarik mungkin menggunakan plastik yang bertabel ada nama tempat usaha yaitu Puspita Mandiri serta di sesuaikan ukurannya mulai dari ¼ kg, ½ kg, dan seterusnya.

    d. Diversifikasi
    Produk yang saya buat ada berbagai macam rasa yaitu ada lima macam rasa di antaranya adalah sebagai berikut:
    – Rasa Bawang
    – Rasa Keju
    – Rasa Manis
    – Rasa Pedas
    – Rasa Gurih
    2. Perencanaan produksi dan kualitas produk
    a. Perencanaan bahan baku
    Seperti telah kita ketahui bersama bahwa lanting itu ada berbagai macam rasa yang pastinya bumbu untuk membuat lanting ini pasti ada ber bagai macam tapi bahan yang paling utama untuk pembuatan lanting adalah singkong yang di parut atau di haluskan.

    b. Perencanaan kapasitas
    Kami membuat itu dalam kapasitas yang sedang – sedang saja karena baru awal pembuatan bila ternyata lanting bumbu ini sangat laris maka saya akan membuat dalam kapasitas yang besar.

    c. Perencanaan alat / mesin
    – Mesin penggiling mesin 1 unit
    – Kompor gas besar 2
    – Wajan besar 2
    – Baskom besar 4
    – Pisau
    – Blender 2 unit
    d. Perencanaan alur kerja proses
    Proses pembuatan tidak terlalu lama sehari bisa 500 kg dengan tenaga kera 3 orang itu hanya yang membuat lanting aja. Setelah itu di jual sendiri dan di titipkan di warung – warung dan took – took juga.

    e. Perencanaan tenaga kerja
    Kemungkinan besar saya tidak memerlukan banyak tenaga kerja, seperti yang telah disebutkan di atas ada bagian Adm 1 orang, OB 1 orang, pembuat lanting 3 orang, penjual 2 orang, kasir 1 orang.

    3. Marketing Mix
    a.Penentuan Harga
    Setelah menentukan Positioning Produk maka langkah yang selanjutnya adalah penjabaran dari Positioning tersebut yaitu dengan Bauran Pemasaran atau yang lebih terkenal adalah Marketing Mix. Marketing Mix untuk Produk konsumsi adalah mengikuti Kaidah kaidah yang ada,dimana dalam hal ini Strategi Penentuan Harga,Produk/Merek,Promosi,dan Place/Tempat/Distribusi haruslah betul betul berbeda dari Produk yang sudah ada,sehingga dalam hal ini betul betul ada Deferensiasi.
    Dalam hal Lanting Bumbu dimana Target Konsumen yang ditetapkan adalah segmen menengah bawah maka Faktor Harga menjadi sangat sensitive,untuk itu dalam menentukan harga betul betul dipertimbangkan apakah Produk kita dengan harga yang telah ditetapkan dapat terjangkau oleh masyarakat bawah.Dan selanjutnya adalah apakah dengan harga murah tersebut kita masih mendapatkan untung,
    b .Penentuan Produk/Merek
    Penentaun Merek produk dapat dilkakukan berdasarkan nama generic dari Produk tersebut,umumnya produk Makanan lebih memilih nama Generic dari Produk yang dibuat dengan ditambah label tertentu. Semisal Lanting Bumbu Suharti,Lanting BumbuMaryati,Soto Pak Marto,Soto Sholeh dan lain sebagainya,label ini sebenarnya justru yang menjadi penguat Citra dari Produk makanan tersebut. Masyarakat akan lebih mengenal Label Makanan dari pada hanya nama Genericnya saja. Dengan demikian dalam membuat Lanting Bumbu ini kita tidak boleh memberi nama hanya Lanting Bumbu begitu saja,namun harus ada label tertentu dimana label ini menjadi Faktor pembeda dari produk lain yang sejenis. Nama untuk Lanting Bumbujuga dapat diberikan semisal asal resep,atau tempat membuatnya atau mungkin juga nama jalan dimana Lanting Bumbuini dibuat.

    c. Promosi
    Dalam melakukan Promosi dapat ditempuh dengan berbagai cara,namun secara garis besar promosi dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu Above The Line (ATL)dan Below the line(BTL).Promosi Above The line adalah promosi yang menggunakan media Cetak dan media Elektronik dalam hal ini semisal Iklan di TV,Radio,dan Koran/Majalah.Sementara itu Iklan Below the Line adalah iklan yang biasanya langsung bersentuhan dengan Konsumen misalnya adalah Sponsorship didalam Event event tertentu,Direct mail, Demo Memasak dan lain sebagainya.
    Untuk Produk Lanting Bumbu Media Promosi yang tepat sebenarnya adalah Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa Lanting Bumbu tersebut dan diharapkan dapat menjadi media untuk mempromosikan kepada orang lain.
    Hal ini juga mengingat akan keterbatasan Dana untuk melakukan promosi Above The Line misalnya.
    d.Distribusi/Tempat Penjualan
    Tempat penjualan produk Lanting Bumbu ini hendaknya dipilih tempat yang benar benar Strategis,dengan Trafic yang padat dan Jumlah Populasi orang di sekitar tempat penjualan padat. Karena dengan pemilihan tempat yang tepat akan sedikit banyak menimbulkan Efek Buying Signal,Orang yang tadinya belum tahu keberadaan Produk kita akan dengan segera tahu,dengan demikian Faktor Manusia yang biasanya suka mencoba coba hal hal baru akan timbul.

    BAB IV
    ASPEK KEUANGAN

    1. Perencanaan investasi
    Untuk investasi kami dapat dari seseorang yang tak ingin disebutkan namanya sejumlah 11.600.000,-
    2. Perencanaan biaya
    Biaya pembayaran telpon, listrik dan air Rp 1.250.000,-
    Biaya membeli meja dan kursi Rp 2.500.000,-
    Biaya membeli 1 komputer Rp 3.000.000
    Biaya tenaga kerja 1 orang @ 500.000 Rp 4.000.000
    Peralatan
    Mesin penggiling singkong Rp 500.000,-
    Kompor Gas Rp 1.500.000
    Baskom Rp 25.000
    Pisau Rp 20.000
    Total biaya Rp. 24.795.000,-
    3. Perencanaan biaya tetap Rp. 16.000.000,-
    4. Perencanaan biaya tidak tetap Rp 1.250.000,-
    5. Perencanaan harga pokok
    Untuk Penjualan Rp 2.000.000,-

    BEP= FC/1-VC/S
    (24.795.000/1) – (4.000.000/2.000.000) = Rp 6.015.625,-
    Jadi BEP adalah Rp 6.015.625,-

    6. Perencanaan Laba Rugi
    Pendapatan penjualan …………….………………………Rp. xxx.xxx

    Biaya produk :
    Persediaan barang dagangan, 1/6/2009 ….Rp. xxx.xxx
    Pembelian barang dagangan ………………Rp. xxx.xxx (+)

    Barang dagangan tersedia utk dijual …….. Rp. xxx.xx
    Persediaan brg dagangan, 31/12/2009……Rp. xxx.xxx (-)
    Biaya pokok penjualan ………………………………………Rp. xxx.xxx
    Laba kotor …………………………………………………….Rp. xxx.xxx
    Beban Penjualan dan Administratif
    Biaya Periode :
    Gaji …………………………………………. Rp. xxx.xxx
    Sewa ……………………………………….. Rp. xxx.xxx
    Periklanan …………………………………. Rp. xxx.xxx
    Keperluan kantor ………………………….. Rp. xxx.xxx (+)
    Jml beban penjualan dan administratif …. Rp.xxx.xxx
    Laba Operasi ……………………………………………………. Rp.xxx.xxx

    BAB V
    ASPEK PEMASARAN

    1. Perencanaan penjualan produk / Strategi Penjualan
    Dalam hal strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah Distribusi,Penyajian,dan tempat Penjualan. Strategi yang biasanya dianut untuk Pemasaran produk dengan skala kecil,bersifat home industri,berupa makanan biasanya adalah menganut penjualan langsung tanpa perantara,hal ini sangat berlainan sekali dengan Produk produk food maupun Produk non food yang sudah berskala industri menengah atas yang suka atau tidak suka harus menggunakan jasa Distributor untuk memasarkannya.
    Namun demikian guna mengantisipasi penjualan mungkin dapat dilakukan dengan cara cara baru dimana kita tidak menunggu Konsumen namun justru kita yang mendatanginya. Sebagai Kota salah satu tujuan Pariwisata Keberadaan dari Lanting Bumbu ini sangat unik, tidak banyak Produk seperti ini beredar di luar jogja,untuk itu ,pada saat saat High Season saat liburan mungkin dapat dimanfaatkan sebagai sarana penjualan.
    2. Perencanaan harga jual produk
    Target penjualan sehari Rp 700.000,-. Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.Target penjualan ini bias ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan.Toleransi untuk mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Prosentase,misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal. Namun demikian pada tahap tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.

    3. Perencanaan distribusi produk
    Belum ada distibusi.

    4. Perencanaan promosi produk
    Cara yang kita gunakan adalah dengan pendekatan kepada Tour Leader untuk memasukan Lanting Bumbu sebagi Oleh oleh buat peserta Tour.Cara lain yang juga dapat kita gunakan dalam melakukan penjualan adalah dengan mendatangi instansi instansi pemerintah atau swasta untuk melakukan penjualan lansung,cara ini akan efektif dilakukan pada saat Pegawai pegawai tersebut sehabis gajian.
    5 Studi Hasil Penjualan
    Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.Target penjualan ini bias ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan. Toleransi untuk mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Prosentase,misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal.Namun demikian pada tahap tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.

    Bab VI
    Penutup
    Bahwa dalam melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus,kita tidak bisa dalam memulai bisnis itu secara setengah tengah,dan dikerjakan sambil lalu meskipun usaha tersebut berupa usaha sampingan.Kegagalan berusaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain namun berasal dari diri kita sendiri,dengan demikian ketekunan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan.Perhitungan perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal awal memulai usaha karena sekali kita salah dalam perhitungan diawal maka yang terjadi adalah efek Berantai dimana kita akan terus menerus mengalami kesalahan,sementara modal lama kelamaam tersedot habis Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka yang lebih sukses agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurangDengan demikian kita akan terhindar dari resiko yang lebih besar.

    Balas

  9. PUSPITA ANGGRAENI
    Jul 03, 2009 @ 13:13:38

    INI TUGAS UAS NO 7

    TUGAS ENTERPRENEURSHIP
    PROPOSAL USAHA LANTING BUMBU KHAS JAWATENGAH, PUSPITA MANDIRI

    Disusun oleh:
    Nama : Puspita Anggraeni
    Nim : 11006016
    Kelas : 06 KA 1

    Dosen Mata Kuliah
    Elsandra Eka Putra

    PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
    FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
    BANDUNG
    2009
    ABSTRACT

    Technologi be development but the people life not yet development, so poverty in thin contry still have much people whose have not a job. For that, I am build up small labour.
    The small labour is work to make “ Lanting” spices with special leef of centre java.

    May be with open this small lanour, we cant decrese of the people whose not yet have job wich at our around. Hope this labour could be development very good, so we could be create silence labour much more.

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang
    Seiring waktu berputar, terkadang banyak orang yang merasa terlantar dan kehidupan semakin gempar karena perekonomian di Indonesia sangat lemah banyak orang miskin dan pengangguran di mana-mana, pendidikanpun tidak memadahi. Untuk itu kita sebagai mahasiswa/i yang berpendidikan akan mempraktekkan ilmu entrepreneurship yang telah saya terima dengan cara membuat usaha kecil yang akan melibatkan beberapa orang sehingga akan mengurangi beberapa pengangguran di suatu wilayah terebut usaha yang akan saya rencanakan adalah Usaha Lanting bumbu khas Jawatengah.
    Usaha Kecil Menengah dalam pengembangnya diperlukan Studi Kelayakan Proyek walau dalam skala kecil dan sederhana,hal ini dilakukan untuk menghindari keterlanjuran penanaman Modal yang ternyata tidak menguntungkan (Suad Hasan,Suwarsono Muhammad,”Studi Kelayakan Proyek”,UPP AMP YKPN).
    Disamping Studi Kelayakan juga tak kalah penting adalah Riset Pemasaran hal ini dilakukan agar UKM tersebut dapat terbantu untuk mengetahui Keinginan,Kebutuhan sekaligus Kepuasan Konsumen (Nugroho J Setiadi ,”Perilaku Konsumen” Penerbit PrenadaMedia).
    Beberapa Aspek dalam Riset Pemasaran antara lain adalah Riset Harus memperhatikan masalah Budaya setempat,Sosial ekonomi,Pribadi dan Juga Aspek Psikologis dari Konsumen. Dengan memperhatikan Studi kelayakan Proyek dan Riset Pemasaranya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang akan kita kerjakan, dengan demikian resiko kegagalan dapat ditekan seminimal mungkin
    Usaha Lanting bumbu khas Jawatengah inilah pasti di minati oleh banyak orang karena selain berbagai macam rasa harga juga terjangkau, semua umur bisa merasakan lanting bumbu yang renyah dan gurih.

    2. Maksud dan Tujuan
    a. Maksud
    Maksud saya membuat usaha Lanting bumbu khas Jateng adalah selain untuk meraih keuntungan tetapi juga untuk mempraktekkan pelajaran kewirausahaan yang telah di ajarkan di kampus oleh dosen saya, serta mengembangkan potensi diri supaya lebih mandiri dapat mencari unag sendiri untuk tambahan uang kuliah dan dapat membantu orang tua serta memberi peluang pekerjaan kepada penganguran.

    b. Tujuan
    Dalam rangka meningkatkan pendapatan Keluarga pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif,Kreatif,Penuh perhitungan dan Berorientasi Pasar. Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik,itu angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.
    Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial,Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan sementara Aspek sosial adalah untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi Pengangguran.

    3. Kegiatan Usaha
    Menjual Lanting bumbu serta menerima pesanan. Melayani dengan sopan dan ramah supaya pelanggan merasa konsumen adalah raja, dengan demikian konsumen akan berlangganan ke kita. Selain karena rasa lanting bumbu kriuk – kriuk dan enak tetapi juga karena pelayanannya yang sopan dan ramah.

    BAB II
    ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA

    1. Perencanaan kebutuhan dan kualitas SDM
    Untuk memenuhi kebutuhan dan untuk mencapi tujuan maka dalam mencari sumber daya manusia yang berpotensi saya memilih tenaga kerja atau orang-orang yang berpengalaman dalam memasak supaya rasa lanting enak dan bergizi, orang – orang yang berpengalaman dalam administrasi untuk menghitung biaya- biaya yang dibutuhkan , OB untuk membersihkan ruangan dan dapur, Pelayan untuk melayani para konsumen, serta kasir untuk di tempat kan di bagian pembayaran.
    Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebuat dalam mencari tenaga kerja atau kariyawan saya tidak akan main-main. Saya akan memilih tenaga kerja yang berpendidikan dan rajin, jujur serta mau bekerja sama dengan baik dengan saya.

    2. Perencanaan motivasi yang dibangun.
    Untuk memajukan usaha ini supaya dapat berkembang pesat motivasi yang saya bangun adalah memberi semangat kepada karyawan. Memberikan contoh kerja yang baik bagi kariyawan supaya kariyawan terpacu dalam bekerja, memberi hadiah bagi kariawan yang bekerja secara rajin supaya mereka sangat termotivasi untuk bekerja dengan rajin dan sebaik mungkin.

    3. Segmentasi Targeting Dan Positioning
    Segmentasi Targeting Dan Positioning Produk Segmentasi Produk adalah proses menempatkan Konsumen dalam subkelompok di Pasar Produk ,sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi perusahaan (“ Perilaku Konsumen” , Nugroho J setiadi ). Dengan kata lain Segmentasi Pasar adalah Proses mengkotak kotakan Pasar yang heterogen kedalam potensial Customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.
    Variabel yang digunakan untuk menentukan segmen pasar adalah dari Geografi,Demografi,Psikografi,dan Behavior (Tingkah Laku) untuk Lanting bumbu ini kita akan mengambil Segmen Variabel Psikografi dimana segmen kelas sosial menengah bawah adalah menjadi segment pasar Lanting bumbu ini.
    Setelah kita mampu mengindentifikasi Segmen pasar dimana dalam hal ini kita mengambil Segmen tingkat sosial,maka selanjutnya Segmen tingkat sosial menengah bawah akan menjadi sasaran atau target pemasaran. Dalam hal positioning Produk Lanting Bumbu ini akan kita posisikan sebagai Produk Lanting Bumbu dengan rasa yang sama dengan Lanting Bumbu yang sudah terkenal namun harganya terjangkau oleh Masyarakat kalangan bawah (Murah). Atau dengan kata lain yang lebih simple adalah Lanting Bumbu dengan rasa yang enak dan harga murah.Positioning ini mengacu pada teori dimana Positioning Produk harus Jelas ,Berbeda dan memiliki nilai lebih.

    BAB III
    ASPEK PRODUK

    1. Perencanaan produk
    a. Desain produk
    Desain prodek ada 2 bentuk yaitu bentuk bulat atau huruf O dan bentuk angka 8 dan ada macam warna yaitu warna merah, kuning, dan putih.

    b. Perencanaan ukuran
    Banyaknya lanting jual mulai dari ½ kg, 1 kg dan seterusnya dan bila beli banyak akan mendapatkan bonus, 1 bungkus ½ kg secara gratis.

    c. Perencanaan kemasan
    Kemasan dibuat semenarik mungkin menggunakan plastik yang bertabel ada nama tempat usaha yaitu Puspita Mandiri serta di sesuaikan ukurannya mulai dari ¼ kg, ½ kg, dan seterusnya.

    d. Diversifikasi
    Produk yang saya buat ada berbagai macam rasa yaitu ada lima macam rasa di antaranya adalah sebagai berikut:
    – Rasa Bawang
    – Rasa Keju
    – Rasa Manis
    – Rasa Pedas
    – Rasa Gurih
    2. Perencanaan produksi dan kualitas produk
    a. Perencanaan bahan baku
    Seperti telah kita ketahui bersama bahwa lanting itu ada berbagai macam rasa yang pastinya bumbu untuk membuat lanting ini pasti ada ber bagai macam tapi bahan yang paling utama untuk pembuatan lanting adalah singkong yang di parut atau di haluskan.

    b. Perencanaan kapasitas
    Kami membuat itu dalam kapasitas yang sedang – sedang saja karena baru awal pembuatan bila ternyata lanting bumbu ini sangat laris maka saya akan membuat dalam kapasitas yang besar.

    c. Perencanaan alat / mesin
    – Mesin penggiling mesin 1 unit
    – Kompor gas besar 2
    – Wajan besar 2
    – Baskom besar 4
    – Pisau
    – Blender 2 unit
    d. Perencanaan alur kerja proses
    Proses pembuatan tidak terlalu lama sehari bisa 500 kg dengan tenaga kera 3 orang itu hanya yang membuat lanting aja. Setelah itu di jual sendiri dan di titipkan di warung – warung dan took – took juga.

    e. Perencanaan tenaga kerja
    Kemungkinan besar saya tidak memerlukan banyak tenaga kerja, seperti yang telah disebutkan di atas ada bagian Adm 1 orang, OB 1 orang, pembuat lanting 3 orang, penjual 2 orang, kasir 1 orang.

    3. Marketing Mix
    a.Penentuan Harga
    Setelah menentukan Positioning Produk maka langkah yang selanjutnya adalah penjabaran dari Positioning tersebut yaitu dengan Bauran Pemasaran atau yang lebih terkenal adalah Marketing Mix. Marketing Mix untuk Produk konsumsi adalah mengikuti Kaidah kaidah yang ada,dimana dalam hal ini Strategi Penentuan Harga,Produk/Merek,Promosi,dan Place/Tempat/Distribusi haruslah betul betul berbeda dari Produk yang sudah ada,sehingga dalam hal ini betul betul ada Deferensiasi.
    Dalam hal Lanting Bumbu dimana Target Konsumen yang ditetapkan adalah segmen menengah bawah maka Faktor Harga menjadi sangat sensitive,untuk itu dalam menentukan harga betul betul dipertimbangkan apakah Produk kita dengan harga yang telah ditetapkan dapat terjangkau oleh masyarakat bawah.Dan selanjutnya adalah apakah dengan harga murah tersebut kita masih mendapatkan untung,
    b .Penentuan Produk/Merek
    Penentaun Merek produk dapat dilkakukan berdasarkan nama generic dari Produk tersebut,umumnya produk Makanan lebih memilih nama Generic dari Produk yang dibuat dengan ditambah label tertentu. Semisal Lanting Bumbu Suharti,Lanting BumbuMaryati,Soto Pak Marto,Soto Sholeh dan lain sebagainya,label ini sebenarnya justru yang menjadi penguat Citra dari Produk makanan tersebut. Masyarakat akan lebih mengenal Label Makanan dari pada hanya nama Genericnya saja. Dengan demikian dalam membuat Lanting Bumbu ini kita tidak boleh memberi nama hanya Lanting Bumbu begitu saja,namun harus ada label tertentu dimana label ini menjadi Faktor pembeda dari produk lain yang sejenis. Nama untuk Lanting Bumbujuga dapat diberikan semisal asal resep,atau tempat membuatnya atau mungkin juga nama jalan dimana Lanting Bumbuini dibuat.

    c. Promosi
    Dalam melakukan Promosi dapat ditempuh dengan berbagai cara,namun secara garis besar promosi dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu Above The Line (ATL)dan Below the line(BTL).Promosi Above The line adalah promosi yang menggunakan media Cetak dan media Elektronik dalam hal ini semisal Iklan di TV,Radio,dan Koran/Majalah.Sementara itu Iklan Below the Line adalah iklan yang biasanya langsung bersentuhan dengan Konsumen misalnya adalah Sponsorship didalam Event event tertentu,Direct mail, Demo Memasak dan lain sebagainya.
    Untuk Produk Lanting Bumbu Media Promosi yang tepat sebenarnya adalah Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa Lanting Bumbu tersebut dan diharapkan dapat menjadi media untuk mempromosikan kepada orang lain.
    Hal ini juga mengingat akan keterbatasan Dana untuk melakukan promosi Above The Line misalnya.
    d.Distribusi/Tempat Penjualan
    Tempat penjualan produk Lanting Bumbu ini hendaknya dipilih tempat yang benar benar Strategis,dengan Trafic yang padat dan Jumlah Populasi orang di sekitar tempat penjualan padat. Karena dengan pemilihan tempat yang tepat akan sedikit banyak menimbulkan Efek Buying Signal,Orang yang tadinya belum tahu keberadaan Produk kita akan dengan segera tahu,dengan demikian Faktor Manusia yang biasanya suka mencoba coba hal hal baru akan timbul.

    BAB IV
    ASPEK KEUANGAN

    1. Perencanaan investasi
    Untuk investasi kami dapat dari seseorang yang tak ingin disebutkan namanya sejumlah 11.600.000,-
    2. Perencanaan biaya
    Biaya pembayaran telpon, listrik dan air Rp 1.250.000,-
    Biaya membeli meja dan kursi Rp 2.500.000,-
    Biaya membeli 1 komputer Rp 3.000.000
    Biaya tenaga kerja 1 orang @ 500.000 Rp 4.000.000
    Peralatan
    Mesin penggiling singkong Rp 500.000,-
    Kompor Gas Rp 1.500.000
    Baskom Rp 25.000
    Pisau Rp 20.000
    Total biaya Rp. 24.795.000,-
    3. Perencanaan biaya tetap Rp. 16.000.000,-
    4. Perencanaan biaya tidak tetap Rp 1.250.000,-
    5. Perencanaan harga pokok
    Untuk Penjualan Rp 2.000.000,-

    BEP= FC/1-VC/S
    (24.795.000/1) – (4.000.000/2.000.000) = Rp 6.015.625,-
    Jadi BEP adalah Rp 6.015.625,-

    6. Perencanaan Laba Rugi
    Pendapatan penjualan …………….………………………Rp. xxx.xxx

    Biaya produk :
    Persediaan barang dagangan, 1/6/2009 ….Rp. xxx.xxx
    Pembelian barang dagangan ………………Rp. xxx.xxx (+)

    Barang dagangan tersedia utk dijual …….. Rp. xxx.xx
    Persediaan brg dagangan, 31/12/2009……Rp. xxx.xxx (-)
    Biaya pokok penjualan ………………………………………Rp. xxx.xxx
    Laba kotor …………………………………………………….Rp. xxx.xxx
    Beban Penjualan dan Administratif
    Biaya Periode :
    Gaji …………………………………………. Rp. xxx.xxx
    Sewa ……………………………………….. Rp. xxx.xxx
    Periklanan …………………………………. Rp. xxx.xxx
    Keperluan kantor ………………………….. Rp. xxx.xxx (+)
    Jml beban penjualan dan administratif …. Rp.xxx.xxx
    Laba Operasi ……………………………………………………. Rp.xxx.xxx

    BAB V
    ASPEK PEMASARAN

    1. Perencanaan penjualan produk / Strategi Penjualan
    Dalam hal strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah Distribusi,Penyajian,dan tempat Penjualan. Strategi yang biasanya dianut untuk Pemasaran produk dengan skala kecil,bersifat home industri,berupa makanan biasanya adalah menganut penjualan langsung tanpa perantara,hal ini sangat berlainan sekali dengan Produk produk food maupun Produk non food yang sudah berskala industri menengah atas yang suka atau tidak suka harus menggunakan jasa Distributor untuk memasarkannya.
    Namun demikian guna mengantisipasi penjualan mungkin dapat dilakukan dengan cara cara baru dimana kita tidak menunggu Konsumen namun justru kita yang mendatanginya. Sebagai Kota salah satu tujuan Pariwisata Keberadaan dari Lanting Bumbu ini sangat unik, tidak banyak Produk seperti ini beredar di luar jogja,untuk itu ,pada saat saat High Season saat liburan mungkin dapat dimanfaatkan sebagai sarana penjualan.
    2. Perencanaan harga jual produk
    Target penjualan sehari Rp 700.000,-. Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.Target penjualan ini bias ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan.Toleransi untuk mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Prosentase,misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal. Namun demikian pada tahap tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.

    3. Perencanaan distribusi produk
    Belum ada distibusi.

    4. Perencanaan promosi produk
    Cara yang kita gunakan adalah dengan pendekatan kepada Tour Leader untuk memasukan Lanting Bumbu sebagi Oleh oleh buat peserta Tour.Cara lain yang juga dapat kita gunakan dalam melakukan penjualan adalah dengan mendatangi instansi instansi pemerintah atau swasta untuk melakukan penjualan lansung,cara ini akan efektif dilakukan pada saat Pegawai pegawai tersebut sehabis gajian.
    5 Studi Hasil Penjualan
    Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.Target penjualan ini bias ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan. Toleransi untuk mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Prosentase,misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal.Namun demikian pada tahap tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.

    Bab VI
    Penutup
    Bahwa dalam melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus,kita tidak bisa dalam memulai bisnis itu secara setengah tengah,dan dikerjakan sambil lalu meskipun usaha tersebut berupa usaha sampingan.Kegagalan berusaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain namun berasal dari diri kita sendiri,dengan demikian ketekunan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan.Perhitungan perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal awal memulai usaha karena sekali kita salah dalam perhitungan diawal maka yang terjadi adalah efek Berantai dimana kita akan terus menerus mengalami kesalahan,sementara modal lama kelamaam tersedot habis Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka yang lebih sukses agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurangDengan demikian kita akan terhindar dari resiko yang lebih besar.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: