Selamat Hari Kartini

Wanita adalah sebutan yang digunakan untuk spesies manusia berjenis kelamin betina. Lawan jenis dari wanita adalah pria atau laki-laki. Wanita adalah kata yang umum digunakan untuk menggambarkan perempuan dewasa. Pesona wanita sejak dulu hingga sekarang sebetulnya tidak pernah berkurang atau bertambah, hanya tentu saja pada jaman sekarang peranan wanita yang lebih bervariasi dalam pola kehidupan masyarakat, membuat wanita semakin menonjol untuk dibicarakan dan dibahas. tepat hari ini kita memperingati hari Kartini, yang menjadi sebuah lambang kesetaraan Gender antara Pria dan Wanita. Kartini dapat diibaratkan sebagai seorang wanita tangguh, bukan dalam arti kartini berjuang dengan senjata untuk membuat kesetraaan jender. wanita tangguh memperlihatkan keberaniannya meskipun ia sedang merasa takut, wanita tangguh memberikan yang terbaik dari dirinya kepada orang lain & keluarganya wanita tangguh menyadari bahwa kesalahan dalam hidup bisa mendatangkan kebaikan dan manfaat yang membangun, wanita tangguh mengetahui dengan jelas bahwa Tuhan yang Maha Kuasa akan selalu menopang ketika ia lemah ataupun tersandung, dan wanita tangguh memiliki iman bahwa sepanjang perjalanan hidupnya ia akan tumbuh makin kuat. Dahulu pada jaman romawi menempatkan kedudukan kaum wanita dibandingkan dengan prianya, ternyata masih dibawah kedudukan wanita. Menurut undang-undang Romawi masa itu, wanita adalah harta-benda milik laki-laki, dapat diperlakukan sekehendak hati, ia berkuasa dari soal hidup sampai matinya, dipandang persis seperti budak. Ia menjadi milik bapaknya, kemudian milik suaminya, lalu milik anaknya. Pemilikan demikian ini persisi seperti memiliki budak atau seperti memiliki binatang dan benda mati. Wanita dipandangnya hanya sebagai pembangkit nafsu berahi. Ia tidak punya kuasa apa-apa terhadap sifat kebetinaannya, hingga mau tidak mau ia harus berpura-pura berbuat sopan sedapat mungkin, dan ini tetap berlaku selama berabad-abad kemudian, termaksud dalam jaman era kartini. Saat ini saat dikatakan wanita sudah sederajat dengan pria ternyata banyak wanita sendiri yang melakukan pelecehan terhadap dirinya sendiri, maksudnya apa, Banyak kita temui para wanita yang menjajakan harga diri dan kesucian di jalan-jalan tanpa ada perasaan risih dan mereka menanggalkan rasa malunya, Mereka mengumbar nafsu para lelaki, padahal telah kita ketahui bahwa laki-laki itu sangat mudah tergoda apalagi oleh perempuan yang berpakaian seksi, sehingga banyak timbul kejahatan karenanya, misalnya pemerkosaan, permusuhan, pembunuhan. fakta yang terjadi memang benar bahwa banyak sekali kerusakan yang telah timbul karena wanita yang tidak mengenali kemuliaan, kehormatan dan kesucian dirinya, sehingga menjadi wanita yang tidak bermartabat bahkan “murahan.” Wanita bisa menjadi sumber kerusakan hal yang mungkin ditimbulkan oleh wanita adalah pengaruh harta dan kekuasaan. Wanita banyak yang tertipu dengan indahnya kehidupan dunia, suka bermewah-mewahan dan berfoya-foya. Lalu mereka mempengaruhi suami-suami mereka agar melakukan perbuatan haram untuk memenuhi nafsu dunianya, hingga banyak terjadi pencuriaan, perampokan, dan korupsi, karena laki-laki itu tidak ingin ditinggalkan wanita yang terlanjur dicintainya. Pepatah mengatakan wanita adalah makhluk yang mulia, namun kenyataannya adalah wanita sangat sengsara. TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang bekerja di luar negeri sangat sengsara, banyak wanita yang disiksa bahkan ada pula yang pulang tinggal nama. Betapa pilu hati hati kita menyaksikan berbagai kejadian naas yang menimpa wanita. Kekerasan dalam rumah tangga, penyiksaan, pelecehan seksual, dan sebagainya. terkdang orang menyebut “Emansinya Kebablasan“ yang seperti kita ketahui saat ini. Banyak wanita yang melakukan hal semaunya sendiri. Ada yang bekerja tetapi tidak memikirkan nasib keluarganya. Padahal sebagai seorang isteri yang baik, harus mengikuti imamnya. Terkadang lelaki dengan persepsi terbatas melakukan wanita sebagi barang, jika perlu memiliki wanita lebih dari satu atau disebut poligami, meskipun ditegaskan beribu kali oleh para penyokong poligami bahwa, poligami kerap menistakan perempuan. Poligami adalah kekerasan terhadap perempuan. Saya sangat mengagumi wanita, karena saya hidup di kelilingi wanita-wanita yang hebat, Ibu saya yang dengan hebat membimbing saya menjadi seperti saat ini, Istri saya yang hebat dengan setia mendampingi saya untuk bisa menjadi diri saya, putri tercinta yang hebat memberi inspirasi dan gairah untuk berjuang hidup, dan sahabat-sahabat wanita yang memberi warna dalam persahabatan dalam dunia ini. wanita adalah kunci kebaikan suatu bangsa. Wanita adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut. Selamat hari kartini… dan jadikan momentum untuk untuk cermin wanita saat ini…

1 Komentar (+add yours?)

  1. zita
    Mei 01, 2009 @ 12:26:26

    Saya setuju dengan pandangan Bapak diatas, bangga rasanya memiliki dosen yang berpandangan modern. Dewasa ini wanita dituntut untuk memiliki banyak peran. Wanita jaman sekarang dituntut untuk memiliki pendidikan supaya dapat bekerja membantu perekonomian keluarga di tengah krisis eknomi yang mendera. Namun di tengah emansipasi wanita, dimana wanita kini semakin mandiri dan dapat memiliki posisi kepemimpinan di lingkungan kerjanya, hendaknya tidak boleh lupa bahwa seorang wanita diciptakan untuk memberikan kasih keibuan kepada keluarga dan dunia.

    Selamat hari Kartini,
    Semoga wanita Indonesia semakin maju dalam berpikir.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: