Dengan Perbankan Syariah, Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Duni

Dengan Perbankan Syariah, Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Dunia
06 April 2009
Laporan oleh: Anton Sumantri

[Unpad.ac.id, 6/04] Perbankan syariah di Indonesia terbukti mampu bertahan dari gelombang krisis global. Hal ini karena perbankan syariah lebih banyak berkiprah di sektor riil yang terbukti tahan terhadap goncangan krisis keuangan. Perbankan syariah juga berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dunia.

Seminar perbankan syariah di FE Unpad (Foto: Tedi Yusup)
Perbincangan mengenai seluk beluk perbankan syariah ini terungkap dalam Seminar Keuangan Syariah di Ruang Multimedia, kampus Fakultas Ekonomi Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Jumat (3/04). Seminar tersebut menghadirkan Arif Budiharja (Unit Usaha Syariah Bank Jabar & Banten) dan M. Yusuf Helmy (Karim Business Consulting).

Seperti diketahui, perbankan syariah tidak mengenal riba atau bunga, perbankan syariah menggunakan system bagi hasil. Dimana dana yang diinvestasikan akan dikelola oleh pihak bank dan hasilnya akan dibagi rata antara bank dengan nasabah. ”Jadi, istilahnya bukan menabung, melainkan investasi,” ungkap Arif Budiharja. Melihat hal ini wajar saja jika besaran sisa bagi hasil yang diterima nasabah bisa saja berbeda setiap bulannya.

Perbankan Syariah mulai tumbuh dan berkembang di Indonesia pada dekade 90-an. Itupun jumlahnya tidak banyak. Namun belakangan jumlahnya semakin bertambah. Tercatat sekitar 26 bank yang berkecimpung di dunia tersebut, 20 di antaranya merupakan UUS (Unit Usaha Syariah) atau biasa dikenal dengan dual banking system, sedangkan sisanya merupakan Bank Umum Syariah. Meskipun begitu, 90% nasabah bank syariah merupakan nasabah bank konvensional. Ini menandakan bank syariah mulai dilirik dan diminati masyarakat.

Sementara M. Yusuf Helmy mengatakan pihaknya pernah melakukan survai di beberapa kota di Indonesia. Dari hasil survai tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perbankan syariah. Namun ketika diperkenalkan tentang sistem bagi hasil, mereka sangat menyetujuinya dan menilai bahwa sistem tersebut adil. Maka tidak heran jika perbankan syariah tumbuh dan berkembang cukup pesat di Indonesia.

Dengan semangat tersebut, bukan hal yang mengada-ada jika total aset perbankan syariah Indonesia saat ini mencapai angka sekitar Rp. 49,5 triliun. Lebih jauh lagi, Helmy memberikan fakta lain bahwa menurut rekomendasi The Islamic Financial Sevices Board (IFSB) tahun 2007, Indonesia termasuk ke dalam areal utama dalam pengembangan keuangan syariah dunia. Jadi Indonesia sangat berpeluang besar untuk menjadi pusat ekonomi dunia.

“Sebenarnya negara Barat sangat ketakutan melihat pertumbuhan bank syariah di Indonesia. Mereka takut Indonesia menjadi pusat ekonomi dunia nantinya. Masalahnya adalah payung hukum dan pajak di Indonesia tentang perbankan syariah masih menjadi kendala. Hal ini membuat calon investor,kebanyakan dari negara Timur Tengah, terpaksa mundur dan memilih berinvestasi di Singapura, Di sana payung hukumnya sudah jelas, mereka mengatakan bahwa bank syariah sama dengan bank konvensional, jadi perlakuan, peraturan dan pajaknya pun sama,” ujarnya.

Hal ini berbeda dengan di Indonesia yang baru mengeluarkan undang-undang tentang bank syariah setelah 10 tahun bank syariah berkembang di sini, yaitu UU no 21 Tahun 2008 tentang Perbankan syariah. Namun itupun masih membedakan antara bank syariah dengan bank konvensional. Artinya perlakuan, peraturan dan pajaknya juga berbeda. Kondisi ini diperparah dengan minimnya dukungan dari pemerintah dan sistem teknologi informasi.

“Bukan hal yang aneh jika ketika kita di ATM (Anjungan Tunai Mandiri) bank syariah, jadinya seperti lebaran. ATM-nya selalu minta maaf karena tidak dapat melayani transaksi-transaksi yang kita inginkan,” kelakarnya. Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memberikan payung hukum yang jelas dan berimbang kepada perbankan syariah. Dukungan teknologi informasi juga sangat dibutuhkan agar pelayanan bank syariah tidak kalah dengan pelayanan bank konvensional. Selain itu juga dapat membuat pelayanan dan produk bank syariah lebih maksimal. (eh)*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: