Islam memiliki konsep tentang hukum pidana. Dalam pembahasan kali ini disampaikan bagaimana gambaran ringkasi konsep penjara di dalam Islam.

16 Komentar (+add yours?)

  1. Bayu Ashari
    Apr 10, 2009 @ 17:20:50

    Jika didalam penjara hukum islam tidak berlaku malah akan terjadi tindak pidana didalam penjara tersebut, Jadi didalam setiap penjara hukum islam harus dilaksanakan.

    Balas

  2. nazalia mayang sari
    Des 18, 2012 @ 18:38:33

    TUGAS
    AKUNTANSI BIAYA
    NAMA : Nazalia Mayang Sari
    BP : 911.065

    SOAL
    PT. Jannatul Hayati mengolah produk nya, melalui satu tahap dan BOP dibebankan pada produk atas dasar tarif yang di tentukan di muka sebesar 100%
    dari biaya tenaga kerja.
    Data produksi dan biaya selama bulan Desember tahun 2011 sbb :
    Produk masuk dalam proses 20.000 buah
    Selesai 16.000 buah
    Barang dalam proses akhir 4.000 buah
    Penyelesaian bahan 50%
    Biaya pembersih 75%
    Biaya produksi sesungguh nya terdiri atas bahan 36.000
    Tenaga kerja 19.000
    BOP 19.200
    Produk selesai yang dijual secara tunai sebanyak 15.000 buah dengan harga 20/buah.
    a. Meyusun harga produk produksi
    b. Jurnal
    c. Menusun aliran biaya dan penghasilan
    d. Menyusun L/R

    Jawaban :

    PT. Jannatul Hayati
    Laporan Harga Pokok Produksi
    Bulan Des 2011

    Laporan produksi Jumlah (buah)
    Produk masuk proses 20.000
    Produk selesai 16.000
    Poduk dalam proses, penyelesaian 4.000
    50% bahan dan konversi 75% 20.000

    Biaya dibebankan
    Elemen Biaya Jumlah Produk ekuivalen HP Satuan
    Bahan Rp 36.000 Rp 16.000+Rp 4000 (50%) Rp 2
    BTKL Rp 19.000 Rp 16.000+Rp 4000 (75%) Rp 1
    BOP Rp 19.000 Rp 16.000+Rp 4000 (75%) Rp 1
    Jumlah Rp 74.000 Rp 4

    Perhitungan Harga Pokok
    HP produk selesai = 16.000 x Rp 4 =Rp 64.000
    HP produk dalam proses = 4.000

    Elemen Biaya
    BB = 4.000 x 50% x Rp 2 =Rp 4.000
    BTKL = 4.000 x 75% x Rp 1 =Rp 3.000
    BOP = 4.000 x 75% x Rp 1 =Rp 3.000
    Rp 10.000
    Jumlah Harga pokok yang diperhitungkan Rp 74.000

    2). Jurnal Transaksi
    No Nama Rekening dan Keterangan Jumlah
    D K
    1 BDP – BB
    BDP – BTKL
    BDP – BOP
    Persediaan Bahan
    Biaya gaji & upah
    Biaya overhead pabrik
    (mencatat pembebanan biaya produksi)
    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000


    – –


    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000
    2 BOP – sesungguhnya
    Berbagai macam rekening yang dikredit
    BOP – dibebankan
    BOP – sesungguhnya
    Selisih BOP
    BOP – sesungguhnya
    (mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya, menutup biaya overhead pabrik dibebankan dan menghitung selisih) Rp 19.200

    Rp 19.200

    Rp 200
    – –
    Rp 19.200

    Rp 19.200

    Rp 200
    3 Persediaan Produk Selesai
    Persediaan Produk dalam Proses
    BOP – BB
    BDP – BTKL
    BDP – BOP
    (mencatat produk selesai & dalam Proses )

    Elemen produk selesai produk jumlah
    Dlm proses
    BB 16.000 x Rp 2=Rp32000 Rp 4000 Rp36.000
    BTKL16.000 x Rp1 =Rp16000 Rp 3000 Rp19.000
    BOP 16.000 x Rp 1=Rp16000 Rp3000 Rp 19.000
    Jumlah Rp64000 Rp10000 Rp74000
    Rp 64.000
    Rp 10.000


    – –

    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000
    4 Kas
    Penjualan
    HPP
    Persediaan Produk Selesai
    Penjualan
    HPP
    Laba/rugi
    Rp300.000

    Rp60.000

    Rp300.000

    – –
    Rp 300.000

    Rp60.000

    Rp60.000
    Rp240.000

    Aliran Biaya & Penghasilan

    Persediaan bahan BOP – BB Produk selesai HP L/R

    36.000 32.000 32.000 32.000 32.000 300.000 60.000 60.000 300.000
    4.000 16.000 40.000
    16.000
    64.000

    BGU BDP – BTK Produk dalam proses

    19.000 19.000 19.000 16.000 4.000
    3.000 3.000
    3.000
    10.000

    BOP BDP – BOP

    19.200 19.000 19.000 16.000
    3.000

    Penjualan

    300.000

    Laporan L/R

    Penjualan Rp 300.000
    HPP ( Rp 60.000 )
    Laba bersih Rp 240.000

    Balas

  3. intan maskora
    Des 18, 2012 @ 18:53:11

    TUGAS
    AKUNTANSI BIAYA
    NAMA : INTAN MASKORA
    BP : 911.064

    SOAL
    PT. Jannatul Hayati mengolah produk nya, melalui satu tahap dan BOP dibebankan pada produk atas dasar tarif yang di tentukan di muka sebesar 100%
    dari biaya tenaga kerja.
    Data produksi dan biaya selama bulan Desember tahun 2011 sbb :
    Produk masuk dalam proses 20.000 buah
    Selesai 16.000 buah
    Barang dalam proses akhir 4.000 buah
    Penyelesaian bahan 50%
    Biaya pembersih 75%
    Biaya produksi sesungguh nya terdiri atas bahan 36.000
    Tenaga kerja 19.000
    BOP 19.200
    Produk selesai yang dijual secara tunai sebanyak 15.000 buah dengan harga 20/buah.
    a. Meyusun harga produk produksi
    b. Jurnal
    c. Menusun aliran biaya dan penghasilan
    d. Menyusun L/R

    Jawaban :

    PT. Jannatul Hayati
    Laporan Harga Pokok Produksi
    Bulan Des 2011

    Laporan produksi Jumlah (buah)
    Produk masuk proses 20.000
    Produk selesai 16.000
    Poduk dalam proses, penyelesaian 4.000
    50% bahan dan konversi 75% 20.000

    Biaya dibebankan
    Elemen Biaya Jumlah Produk ekuivalen HP Satuan
    Bahan Rp 36.000 Rp 16.000+Rp 4000 (50%) Rp 2
    BTKL Rp 19.000 Rp 16.000+Rp 4000 (75%) Rp 1
    BOP Rp 19.000 Rp 16.000+Rp 4000 (75%) Rp 1
    Jumlah Rp 74.000 Rp 4

    Perhitungan Harga Pokok
    HP produk selesai = 16.000 x Rp 4 =Rp 64.000
    HP produk dalam proses = 4.000

    Elemen Biaya
    BB = 4.000 x 50% x Rp 2 =Rp 4.000
    BTKL = 4.000 x 75% x Rp 1 =Rp 3.000
    BOP = 4.000 x 75% x Rp 1 =Rp 3.000
    Rp 10.000
    Jumlah Harga pokok yang diperhitungkan Rp 74.000

    2). Jurnal Transaksi
    No Nama Rekening dan Keterangan Jumlah
    D K
    1 BDP – BB
    BDP – BTKL
    BDP – BOP
    Persediaan Bahan
    Biaya gaji & upah
    Biaya overhead pabrik
    (mencatat pembebanan biaya produksi)
    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000


    – –


    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000
    2 BOP – sesungguhnya
    Berbagai macam rekening yang dikredit
    BOP – dibebankan
    BOP – sesungguhnya
    Selisih BOP
    BOP – sesungguhnya
    (mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya, menutup biaya overhead pabrik dibebankan dan menghitung selisih) Rp 19.200

    Rp 19.200

    Rp 200
    – –
    Rp 19.200

    Rp 19.200

    Rp 200
    3 Persediaan Produk Selesai
    Persediaan Produk dalam Proses
    BOP – BB
    BDP – BTKL
    BDP – BOP
    (mencatat produk selesai & dalam Proses )

    Elemen produk selesai produk jumlah
    Dlm proses
    BB 16.000 x Rp 2=Rp32000 Rp 4000 Rp36.000
    BTKL16.000 x Rp1 =Rp16000 Rp 3000 Rp19.000
    BOP 16.000 x Rp 1=Rp16000 Rp3000 Rp 19.000
    Jumlah Rp64000 Rp10000 Rp74000
    Rp 64.000
    Rp 10.000


    – –

    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000
    4 Kas
    Penjualan
    HPP
    Persediaan Produk Selesai
    Penjualan
    HPP
    Laba/rugi
    Rp300.000

    Rp60.000

    Rp300.000

    – –
    Rp 300.000

    Rp60.000

    Rp60.000
    Rp240.000

    Aliran Biaya & Penghasilan

    Persediaan bahan BOP – BB Produk selesai HP L/R

    36.000 32.000 32.000 32.000 32.000 300.000 60.000 60.000 300.000
    4.000 16.000 40.000
    16.000
    64.000

    BGU BDP – BTK Produk dalam proses

    19.000 19.000 19.000 16.000 4.000
    3.000 3.000
    3.000
    10.000

    BOP BDP – BOP

    19.200 19.000 19.000 16.000
    3.000

    Penjualan

    300.000

    Laporan L/R

    Penjualan Rp 300.000
    HPP ( Rp 60.000 )
    Laba bersih Rp 240.000

    Balas

  4. EKO SUSMADI
    Des 18, 2012 @ 18:57:28

    TUGAS
    AKUNTANSI BIAYA
    NAMA : EKO SUSMADI
    BP : 910.024
    JURUSAN :MPS
    SOAL
    PT. Jannatul Hayati mengolah produk nya, melalui satu tahap dan BOP dibebankan pada produk atas dasar tarif yang di tentukan di muka sebesar 100%
    dari biaya tenaga kerja.
    Data produksi dan biaya selama bulan Desember tahun 2011 sbb :
    Produk masuk dalam proses 20.000 buah
    Selesai 16.000 buah
    Barang dalam proses akhir 4.000 buah
    Penyelesaian bahan 50%
    Biaya pembersih 75%
    Biaya produksi sesungguh nya terdiri atas bahan 36.000
    Tenaga kerja 19.000
    BOP 19.200
    Produk selesai yang dijual secara tunai sebanyak 15.000 buah dengan harga 20/buah.
    a. Meyusun harga produk produksi
    b. Jurnal
    c. Menusun aliran biaya dan penghasilan
    d. Menyusun L/R

    Jawaban :

    PT. Jannatul Hayati
    Laporan Harga Pokok Produksi
    Bulan Des 2011

    Laporan produksi Jumlah (buah)
    Produk masuk proses 20.000
    Produk selesai 16.000
    Poduk dalam proses, penyelesaian 4.000
    50% bahan dan konversi 75% 20.000

    Biaya dibebankan
    Elemen Biaya Jumlah Produk ekuivalen HP Satuan
    Bahan Rp 36.000 Rp 16.000+Rp 4000 (50%) Rp 2
    BTKL Rp 19.000 Rp 16.000+Rp 4000 (75%) Rp 1
    BOP Rp 19.000 Rp 16.000+Rp 4000 (75%) Rp 1
    Jumlah Rp 74.000 Rp 4

    Perhitungan Harga Pokok
    HP produk selesai = 16.000 x Rp 4 =Rp 64.000
    HP produk dalam proses = 4.000

    Elemen Biaya
    BB = 4.000 x 50% x Rp 2 =Rp 4.000
    BTKL = 4.000 x 75% x Rp 1 =Rp 3.000
    BOP = 4.000 x 75% x Rp 1 =Rp 3.000
    Rp 10.000
    Jumlah Harga pokok yang diperhitungkan Rp 74.000

    2). Jurnal Transaksi
    No Nama Rekening dan Keterangan Jumlah
    D K
    1 BDP – BB
    BDP – BTKL
    BDP – BOP
    Persediaan Bahan
    Biaya gaji & upah
    Biaya overhead pabrik
    (mencatat pembebanan biaya produksi)
    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000


    – –


    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000
    2 BOP – sesungguhnya
    Berbagai macam rekening yang dikredit
    BOP – dibebankan
    BOP – sesungguhnya
    Selisih BOP
    BOP – sesungguhnya
    (mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya, menutup biaya overhead pabrik dibebankan dan menghitung selisih) Rp 19.200

    Rp 19.200

    Rp 200
    – –
    Rp 19.200

    Rp 19.200

    Rp 200
    3 Persediaan Produk Selesai
    Persediaan Produk dalam Proses
    BOP – BB
    BDP – BTKL
    BDP – BOP
    (mencatat produk selesai & dalam Proses )

    Elemen produk selesai produk jumlah
    Dlm proses
    BB 16.000 x Rp 2=Rp32000 Rp 4000 Rp36.000
    BTKL16.000 x Rp1 =Rp16000 Rp 3000 Rp19.000
    BOP 16.000 x Rp 1=Rp16000 Rp3000 Rp 19.000
    Jumlah Rp64000 Rp10000 Rp74000
    Rp 64.000
    Rp 10.000


    – –

    Rp 36.000
    Rp 19.000
    Rp 19.000
    4 Kas
    Penjualan
    HPP
    Persediaan Produk Selesai
    Penjualan
    HPP
    Laba/rugi
    Rp300.000

    Rp60.000

    Rp300.000

    – –
    Rp 300.000

    Rp60.000

    Rp60.000
    Rp240.000

    Aliran Biaya & Penghasilan

    Persediaan bahan BOP – BB Produk selesai HP L/R

    36.000 32.000 32.000 32.000 32.000 300.000 60.000 60.000 300.000
    4.000 16.000 40.000
    16.000
    64.000

    BGU BDP – BTK Produk dalam proses

    19.000 19.000 19.000 16.000 4.000
    3.000 3.000
    3.000
    10.000

    BOP BDP – BOP

    19.200 19.000 19.000 16.000
    3.000

    Penjualan

    300.000

    Laporan L/R

    Penjualan Rp 300.000
    HPP ( Rp 60.000 )
    Laba bersih Rp 240.000

    Balas

  5. nofembri
    Des 20, 2012 @ 20:19:20

    TENTANG
    HARGA POKOK PRODUKSI

    OLEH
    NOFEMBRI
    910.016
    DOSEN PEMBIMBING
    Dr.ELSANRA EKA PUTRA

    JURUSAN MANAJEMEN PERBANKAN SYARIAH
    FAKULTAS SYARIAH
    IAIN IMAM BONJOL PADANG
    1434H/2012

    PT. Janatul Hayati mengolah produknya melalui satu tahap dan BOP di bebankan pada produk atas dasar tarif yang di tentukan dimuka sebesar 100% dari biaya tenaga kerja. Data produksi dan biaya selama bulan Desember 2011 adalah sebagai berikut:
    Produk masuk dalam proses 20.000 buah
    Produk selesai 16.000 buah
    Barang dalam proses akhir 4.000 buah
    Penyelesaian bahan 50% dan biaya konveksi 75%
    Biasa overhead pabrik sesungguhnya terdiri atas bahan 36.000, tenaga kerja 19.00, BOP 19.200.
    Produk selesi yang dapat di jual secara tunai sebanyak 15.000 buah dengan harga 20 rupiah per buah
    Diminta:
    1. Laporan harga pokok produksi
    2. Jurnal
    3. Aliran biaya dan penghasilan
    4. Laporan laba/rugi

    Jawaban:
    1. Laporan Harga Pokok Produksi
    PT. JANATUL HAYATI
    LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
    BULAN DESEMBER 2012
    Laporan Produksi jumlah(buah)
    Produk masuk proses 20.000
    Produk selesai 16.000
    Produk dalam proses, penyelesaian
    50% bahan dan konveksi 75% 4.000
    20.000

    Biaya Dibebankan
    Elemen biaya jumlah pr oduksi ekuivalen harga pokok/buah
    Bahan 36.000 16.000X4.000(50%) Rp. 2
    Tenaga kerja 19.000 16.000X4.000(75%) Rp. 1
    Overhead 19.000 16.000X4.000(75%) Rp. 1
    Jumlah 74.000 Rp. 4

    Perhitungan Hara Pokok
    Harga Pokok Produk Selesai 16.000 X 4.000 64.000
    Harga Pokok Produk Dalam Prses 4.000
    Bahan 4000X50%X Rp.2 4.000
    Tenaga Kerja 4000X75%X Rp.1 3.000
    Overhead pabrik 4000X75%X Rp.1 3.000
    Jumlah Harga Pokok Produk Dalam Proses 10.000
    Jumlah Harga Pokok di perhitungkan 74.000

    2. Jurnal
    Nomor Nama rek dan keterangan Debit Kredit
    1. BDP-BB
    BDP-BTK
    BDP-BOP
    Persediaan Bahan
    Biaya Gaji dan Upah
    Biaya BOP di Bebankan Rp. 36.000
    Rp. 19.000
    Rp. 19.000

    Rp. 36.000
    Rp. 19.000
    Rp. 19.000
    2. BOP Sesungguhnya
    Berbagai macam rek di kredit
    BOP Dibebankan
    BOP Sesungguhnya
    Selisih BOP
    BOP Sesungguhnya
    Mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya, menutup BOPD dan menghitung selisih
    Rp. 19.200

    Rp. 19.000

    Rp. 200
    Rp. 19.200

    Rp.19.000

    Rp. 200

    3. Persediaan Produk selesai
    Persediaan produk dalam proses
    BDP- Biaya Bahan
    BDP-BTk
    BDP-BOP
    Mencatat produk selisih dan dalam proses
    Elemen Produk selesai Produk dalam proses Jumlah
    Bahan 16.000XRp.2=32.000 4.000 36.000
    Tenaga Kerja 16.000XRp.1=16.000 3.000 19.000
    Overhead 16.000XRp.1=16.000 3.000 19.000
    Jumlah 64.000 10.000 74.000
    Rp. 46.000
    Rp. 10.000

    Rp. 36.000
    Rp. 19.000
    Rp. 19.000
    4. Kas
    Penjualan
    HPP
    Persediaan Produk Selesai
    Penjualan
    HPP
    Laba/rugi Rp. 300.000

    Rp. 60.000

    Rp.300.000
    Rp. 300.000

    Rp. 60.000

    Rp. 60.000
    Rp.240.000

    Aliran Biaya dan Penghasilan
    Persediaan Bahan BOP- BB Produk Selesai
    36000 36000 36000 32000 32000 60000
    4000 16000
    16000
    64000

    BGU BDP- BTKL Produk dalam Proses
    19000 19000 19000 160000 4000
    3000 3000
    BOP BDP- BOP
    19200 19000 19000 16000
    3000 3000 3000
    Penjualan Harga Pokok Laba /Rugi
    300000 60000 60.000 300000
    240000

    5. Laporan Laba/rugi
    PT JANATUL HAYATI
    LAPORAN LABA RUGI
    PER 31 DESEMBER 2011

    Penjualan Rp. 300000
    HPP Rp. 60.000
    Laba/Rugi Rp. 240.000

    Balas

  6. FEBBY ANDANI
    Des 23, 2012 @ 20:22:03

    TUGAS
    AKUNTANSI BIAYA
    NAMA : FEBBY ANDANI
    BP : 911.007
    JURUSAN :MANAJEMEN PERBANKAN SYARIAH (A)

    PT. RESSYI
    NERACA
    1 JANUARI 2011

    Aktiva Lancra Hutang Lancar
    Kas : 1.220.000 H. Dagang : 400.000
    Pers. Brg Jadi : 180.000 Modal
    Pers. Brg dlm Proses : 40.000 M. Saham : 600.000
    Assuransi : 60.000 Laba Ditahan : 2.600.000
    Jumlah Aktiva Lancar : 1.500.000 Jumlah Moda : 8.600.000

    Aktiva Tetap
    Tanah : 600.000
    Bangunan : 4.200.000
    Akum. Pen. Brg : 420.000
    Mesin : 3.000.000
    Akum. Pen. Mesin : 600.000
    Peralatan : 900.000
    Aku. Pen. Prltn : 180.000
    Total Aktiva Tetap : 7.500.000 Total Hutang Lancar : 9.000.000
     Persediaan BOP, pesanan nomor 706 sebanyak 200 buah dengan rincian sebagai berikut :
    1. Biaya BB : 10.000
    2. Biaya TKL : 20.000
    3. BOP : 10.000
    Total Biaya : 40.000
     Persediaan barang jadi nomor pesanan 703 yang belum diserahkan ke pelanggan 500 buah:
    Untuk tarif BOP = budget BOP = 200.000 = 40
    Budget jam krj langsung 5000 jam

    Transaksi yang terjadi dalam bulan januari adalah sebagai berikut :
    a. Diterima pesanan nomor 001 sebanyak 1000 buah produk dengan harga jual Rp 400.000, dan pesanan nomor 002 sebanyak 200 buah, dan harga jual Rp 500.000, kemudian pemesan 001 telah membayar uang muka sebesar 150.000
    b. Dibeli BB dan supplies bahan baku
    a. 100.000,
    b. 150.000
    c. 20.000
    d. 10.000
    Kemudian supples dan suku cadangan :
    X = 15.000
    Y = 5000
    c. Pesanan 703 diserahkan kepada pemesan dengann harga jual Rp 350.000 tunai.
    d. Pemakaian bahan baku dan bahan penolong :
    Pesanan BB( A) BB (B) BP (A) BP (B)
    705 30.000 40.000
    001 35.000 50.000 12.500 7.500
    02 15.000 30.000

    e. Beban gaji dan upah yang terjadi selama bulan januari 2011 sebagai berikut :
    Pesanan jam kerja jam upah
    705 1500 750.000
    001 2000 110.000
    002 1400 70.000
    Tidak Langsung :
    Karyawan Pemasaran : 40.000
    Adm dan Umum : 60.000
    Potongan Gaji dan Upah :
    Pajak Pendapatan : 20.000
    Dana pensiun : 10.000

    f. Sumbangan pajak pendapatan dana pensiun di alokasikan kepada setiap fungsi berdasarkan jumlah gaji dan upah yang besarnya sebagai berikut :
    1. Pajak pendapatan : 10.000
    2. Pajak pensiun : 15.000
    Semua pajak pendapatan dan pensiun sudah disetorkan kepada yang berhak,
     BOP sesungguhnya : 18.700
     Biaya pemasaran : 2.500
     Biaya Adm : 3.750

    g. Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik yang di lakukan sendiri oleh karyawan perusahaan yang menggunakan suku cadang :
    X = 15.000
    Y = 2.500
    Reparasi dan pemeliharaan yang dibeli dari jasa pihak luar telah dibayarkan untuk : biaya pemasaran = 4000, dan adm = 6.000

    h. Biaya air dan listrik telah di bayarkan 20.000
    • Pabrik : 15.000
    • Pemasaran : 2.000
    • Adm : 3.000

    i. Pesanan nomor 705 dan 001 telah selasai dan pesanan 705 telah di jual dengan harga 400.000 secara kredit

    j. Dibayarkan hutang dagang atas pembelian bahan 20.000

    k. Biaya penyusutan dan asuransi yang diperhitungkan untuk bulan januari sebagai berikut:
    Bulan Januari Sebagai Berikut;
    Penyusutn tahunan:
    1. Pabrik : 15.000
    2. Pemasaran : 7.500
    3. Adm : 12.500
    4. Penyusutan
    Mesin : 50.000
    Peralatan : 9.000
    Pemasaran : 2.000
    Adm : 4.000
    Total Penyusutan : 100.000
    Asuransi Pabrik : 3000
    Pamasaran : 1000
    Adm : 1000

    l. Biaya lain—lain yang masih terhitung pada akhir tahun;
    Biaya BOP : 3000
    Biaya Pemasaran : 3000
    Biaya Adm : 2000

    PENYELESAIAN SOAL
    NO KETERANGAN DAN REKENING DEBIT KREDIT

    A. bBBB BDP- biaya bahan baku
    BDP- biaya tenaga kerja langsung
    BDP- biata overhead pabrik

    Perusahaan produk dalam proses

    Membuat jurnal reversing atas persediaan awal produk dalam proses per. 705 ke rekening barang dalam proses.

    A. Kas
    Uang muka langganan
    “Penerimaan uang muka dari pesanan nomor 001”

    B. Persediaan bahan baku
    Persediaan bahan penolong
    Persediaan supplies pabrik dan suku cadang
    Hutang dagang
    “ mencatat pembelian barang dalam kredit”

    C. Kas
    penjualan
    Harga pokok penjualan
    Persediaan produk selesai
    “mencatat penjualan dan harga pokok penjualan pesanan nomor 701”

    D. BDP- biaya bahan baku
    BOP- sesungguhnya
    Persediaan bahan baku
    Persediaan bahan penolong
    “mencatat pemakaian bahan baku dan bahan penolong”

    E. Biaya gaji dan upah
    HPP
    Hutang dana gaji dan pensun
    Hutang gaji dan upah
    “mencatat terjadinya biaya gaji dan upah “
    Hutang gaji dan upah
    kas
    “mencatat pembayaran gaji dan upah”
    BDP- biaya tenaga kerja langsung
    BOP- sesungguhnya
    Biaya pemasaran
    Biaya adm dan umum
    Biaya gaji dan upah
    “mencatat distribusi biaya gaji dan upah “
    BDP- biaya overhead pabrik
    Biaya overhead pabrik dibebankan

    F. Biaya overhead p[abrik sesungguhnya
    Biaya pemasaran
    Biaya adm dan umum
    HPP
    Hutang dana pensiun
    Hutang p[ajak pendapatan
    Hutang dana pensiun
    Kas

    G. biaya overhead pabrik sesungguhnya
    biaya pemasaran
    biaya adm dan umum
    persediaan suppies dan suku cadang
    kas

    H. biaya overhead pabrik sesungguhnya
    biaya pemasaran
    biaya adm dan umum
    kas

    I. persediaan produk selesai
    BDP- biaya bahan baku
    BDP- biaya tenaga kerja langsung
    BDP- biaya overhead pabrik

    J. hutang dagang
    kas

    K. biaya overhead pabrik sesungguhnya
    biaya pemasaran
    biaya adm dan umum
    akum. Penyusutan bangunan
    akum. Penyusutan mesin
    akum. Penyusuutan peralatan
    “mencatat biaya penyusutan aktiva tetap”
    biaya overhead pabrik sesungguhnya
    biaya pemasaran
    biaya adm dan umum
    persekot asuransi

    L. biaya overhead pabrik sesungguhnya
    biaya pemasaran
    biaya adm dan umum
    hutang biaya

    10.0000
    20.000
    10.000

    150.000

    250.000
    30.000
    20.000

    350.000

    180.000

    200.000
    20.000

    400.000

    370.000

    255.000
    45.000
    40.000
    60.000

    196.000

    18.750
    2.500
    3.750

    30.000
    25.000

    17.500
    400
    6000

    15.000
    2.000
    3.000

    520.000

    200.000

    74.000
    9.500
    16.500

    3.000
    1.000
    1.000

    5.000
    3.000
    2.000

    40.000

    150.000

    300.000

    350.000

    180.000

    200.000
    20.000

    20.000
    10.000
    370.000

    370.000

    400.000

    196.000

    10.000
    15.000

    55.000

    17.500
    10.000

    20.000

    165.000
    205.000
    150.000

    200.000

    35.000
    50.000
    15.000

    5.000

    10.000

    LAPORAN LABA RUGI
    BULAN JANUARI
    Penjualan : 750.000
    Harga pokok penjualan : 425.000
    Laba kotor atas penjualan sebelum diperhitungkan:
    Selisih biaya overhead pabrik : 325.000
    Selisih biaya overhead pabrik ; 2.250
    Laba kotor atas penjualan : (322. 750)

    Biaya komersial:
    Biaya pemasaran : 62.000
    Biaya adm dan umum : 92.250
    Jumlah biaya pemasaran : 154.200
    Laba bersih : (168.000)

    NERACA PER 31 JANUARI

    AKTIVA LANCAR: HUTANG LANCAR:
    Kas : 1.065.000 hutang dagang : 500.000
    Piutang dagang : 400.000 uang muka langganan : 150.000
    Persediaan produk selesai ; 275.000 hutang biaya : 10.000
    Pers. Produk dlm proses : 171.000 Jumlah Hutang : 660.000
    Pers. Bahan baku : 50.000 Modal:
    Pers. Bahan penolong : 50.000 m. saham : 600.000
    Pers supplies dan suku cadang : 2.500 laba ditahan : 2.768.000
    Persekop asuransi : 55.00 JUMLAH MODAL : 8. 768.500
    JMLH AKTIVA LANCAR : 2.028.000
    AKTIVA TETAP:
    Tanah : 600.000
    Bangunan : 4.200.000
    Akum penyu : 455.000
    : 3. 745.000
    Mesin : 3.000.000
    Akum. Penyu : 650.000
    : 2.350.000
    Peralatan : 900.000
    Akum. Peralatan : 195.000
    : 705. 000
    Jmlh aktiva ttp : 7.400.000
    JUMLAH AKTIVA : (9.428.500) jumlah hutang/modal : 9.488.500

    Balas

  7. WENY ASTUTI
    Des 01, 2016 @ 11:26:10

    WENY ASTUTI 1412030254 MANAJEMEN DAKWAH B
    TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM

    NAMA : WENY ASTUTI
    NIM : 1412030254
    TUGAS : MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM B

    A. Syarat dan ketentuan pembiayaan pada bank islam
    Dalam bank syariah proses pembiayaan memiliki tahapan-tahapan yang harus dipenuhi oleh nasabah yaitu:
    1. Permohonan Pembiayaan
    Tahap awal dari proses pembiayaan adalah permohonan pembiayaan yang dilakukan secara tertulis dari nasabah kepada officerbank. Namun implementasinya di bank syariah, permohonan bisa dilakukan secara lisan terlebih dahulu, kemudian ditindaklanjuti dengan permohonan tertulis. Inisiatif pengajuan pembiayaan biasanya datang dari nasabah yang membutuhkan dana. Tidak semua permohonan pembiayaan disetujui atau diterima oleh pihak bank karena banyak hal yang akan menjadi pertimbangan. Penolakan awal sebuah permohonan sangat diperlukan untuk kepentingan calon nasabah sendiri untuk mengambil keputusan seperti mengajukan pembiayaan ke bank lain.Maka penolakan harus segera dilakukan tanpa menunda-nunda waktu. Terkadang penolakan dapat dilakukan secara lisan untuk efisiensi waktu. Begitu juga sebaliknya. Apabila sebuah permohonan pembiayaan dapat ditindaklanjuti, maka proses dapat diteruskan pada pengumpulan data dan investigasi.
    2. Pengumpulan Data dan Investigasi
    Data yang diperlukan antara lain:
    a. Calon nasabah adalah perorangan
    1) Legalitas usaha
    2) Kartu identitas calon nasabah dan istri Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor
    3) Kartu Keluarga dan Surat Nikah
    4) Laporan keungan dua tahun terakhir
    5) Past Perfomance 1 tahun terakhir
    6) Business Plan
    7) Data objek pembiayaan
    8) Data jaminan
    b. Calon nasabah adalah badan hukum
    1) Akta pendirian usaha berikut perubahannya yang sesuai dengan
    ketentuan pemerintah
    2) Legalitas usaha
    3) Identitas pengurus
    4) Laporan keuangan 2 tahun terakhir
    5) Past performance 1 tahun terakhir
    6) Business Plan
    7) Data objek pembiayaan
    8) Data jaminan
    Untuk mendukung kebenaran data yang diperoleh, officer bank dapat melakukan investigasi antara lain melakukan kunjungan langsung ke lapangan dan wawancara yang dapat dilakukan berkali-kali untuk meyakini data yang diberikan nasabah.

    3. Analisis pembiayaan
    Analisis pembiayaan dapat dilakukan dengan berbagai metode sesuai kebijakan bank. Dalam beberapa kasus seringkali digunakan metode analisis 5C, yang meliputi :
    a. Character (Karakter)
    Analisis ini merupakan analis kualitatif yang tidak dapat dideteksi secara numerik, namun merupakan pintu gerbang utama proses persetujuan pembiayaan. Kesalahan dalam menilai karakter calon nasabah dapat berakibat fatal pada kemungkinan pembiayaan terhadap orang yang bertikad buruk. Untuk memperkuat data ini, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:
    1) Wawacara atau interview.
    2) Meneliti daftar riwayat hidup
    3) Mengetahui reputasi permohonan melalui informasi dilingkungannya.
    4) Meneliti kegiatan dan pengalaman-pengalaman usahanya.
    b. Capacity (Kapasitas)
    Capacity adalah suatu penilaian kepada calon nasabah mengenai kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari pembiayaan yang telah diterimanya. Dengan penilaian ini bank akan melihat apakah calon nasabah mampu melunasi kredir yang diterima dan apakah usahanya akan berkembang kalau dibiayai oleh bank. Penilaian kemampuan calon nasabah dapat dilakukan dengan beberapa aspek seperti aspek keuangan, aspek hukum, aspek teknis, dan aspek-aspek lainnya.Untuk mengetahui kapasitas nasabah, bank harus memperhatikan
    1) angka-angka hasil produksi
    2) Angka-angka pennjualan dan pembelian
    3) Perhitungan rugi laba perusahaan saat ini dan proyeknya.
    4) Data finansial perusahaan beberapa tahun terakhir yang diterima dalam neraca laporan keuangan
    c capital (Modal)
    Capital atau modal merupakan dana tau modal sendiri yang dimiliki calon nasabah dibandingkan dengan jumlah dana pembiayaan yang diberikan. Analisis modal dilakukan untuk mengetahui seberapa besar ringkat keyakinan calon nasabah terhadap usahanya sendiri. Untuk mengetahui hal, maka bank harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
    1) Melakukan analisa neraca sedikitnya 2 tahun terakhir
    2) Melakukan analisa rasio untuk mengetahui likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas dari perusahaan tersebut
    d. Condition (Kondisi)
    Analisa ini diarahkan pada kondisi sekitar yag secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap usaha calon nasabah. Kondisi yang harus diperhatikan pihak bank antara lain :
    1) Keadaan ekonomi yang akan mempengaruhi perkembangan usaha calon nasabah.
    2) Kondisi usaha calon nasabah, perbandingannya dengan usaha sejenis dan lokasi lingkungan wilayah usahanya.
    3) Keadaan pemasaran dari hasil usaha calon nasabah
    4) Prospek usaha di masa yang akan datang
    5) Kebijakan pemerintah yang mempengaruhi prospek industri dimana perusahaan calon nasabah terkait didalamnya.
    e. Collateral (Jaminan)
    Analisa ini diarahkan terhadap jaminan yang diberikan oleh nasabah. Jaminan dimaksud harus mampu meng-cover resiko bisnis calon nasabah. Analisa yang dilakukan antar
    1) Meneliti kepemiikan jaminan yang telah diserahkan.
    2) Mengukur dan memperkirakan stabilitass harga jaminan yang dimaksud.
    3) Memperhatikan kemampuan untuk dijadikan uang dalam waktu relatif tingkat tanpa harus mengurangi nilainya.
    4) Memperhatikan pengikatannya, sehingga secara legal bank dapat dilindungi.
    5) Rasio jaminan terhadap jumlah pembiayaan. Semakin tinggi rasio tersebut, maka semakin tinggi kepercayaan bank terhadap kesungguhan calon nasabah.
    6) Marketabilitas jaminan. Jenis dan lokasi jaminan menentukan marketable suatu jaminan.
    4. Persetujuan Pembiayaan
    Proses persetujuan pembiayaan adalah proses penentuan disetujui atau tidak sebuah pembiayaan usaha. Proses ini bergantung pada kebijakan bank, yang disebut dengan Komite Pembiayaan. Tingkat kewenangan Komite Pembiayaan tergantung kepada kebijakan yang dilakukan oleh bank. Didalam Komite Pembiayaan ini, officer bank akan mempertahankan proposal bisnisnya dihadapan para Komite Pembiayaan, yang biasanya terdiri para senior officer yang lebih berpengalaman dalam bisnis dan juga arah kebijakan bank. Komite Pembiayaan merupakan tingkat paling akhir persetujuan sebuah proposal pembiayaan, karena hasilakhir dari Komite Pembiayaan berisi penolakan, penundaan, ataupun persetujuan pembiayaan.
    5. Pengumpulan data tambahan
    Proses ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan tambahan yang diperoleh dari disposisi Komite Pembiayaan. Pemenuhan persyaratan ini merupakan hal terpenting dan merupakan indikasi utama pada tindak lanjut pencairan dana.
    6. Pengikatan
    Tindakan selanjutnya yang dilakukan bank adalah proses pengikatan. Pengikatan ini meliputi pengikatan pembiayaan dan pengikatan jaminan. Secara garis besar, terdapat dua macam pengikatan yaitu:
    a. Pengikatan di bawah tangan
    Pengikatan di bawah tangan adalah proses penandatanganan akad yang dilakukan antara bank syariah dan nasabah.
    b. Pengikatan notariel
    Pengikatan notariel adalah proses penandatanganan akad yang disaksikan oleh notaris. Perbedaan antara keduanya adalah pada saat terjadi penyangkalan terhadap akad transakasi dimaksud. Pada pengikatan dibawah tangan, maka pada saat terjadi penyangkalan, bank harus berusaha membuktikan bahwa nasabah yang bersangkutan benar-benar telah menandatangani akad tersebut. Sedangkan pada notariel, nasabah harus yang harus membuktikannya.
    Setelah dilakukan pengikatan terhadap pembiayaan, selanjutnya pengikatan terhadap jaminan. Terkait dengan jaminan, maka jenis pengikatan terdiri dari
    1) Hak Tanggungan, untuk jaminan berupa tanah. Dasar hukumnya adalah UU No. 4 tahun 1996 tanggal 9 April 1996 tentang Hak Tanggungan.
    2) Hipotik, untuk jaminan berupa barang tidak bergerak selain tanah dan kapal berukuran 20 m3 ke atas. Dasar hukumnya adalah Kitab undang-Undang Hukum Perdata pasal 1162.41
    3) FEO (Fiducia Eigendoms Overdracht) atau Fidusia, untuk jaminan berupa barang bergerak. Dasar hukumnya adalah UU No. 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
    4) Gadai, untuk jaminan berupa barang perniagaa, surat berharga dan logam mulia yang penguasaannya ada di tangan bank. Pengikatan gadai inibiasanya disertai dengan Surat Kuasa Mencairkan. Dasar hukumnya adalah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1152.42
    5) Cessie, untuk jaminan berupa piutang. Dasar hukumnya adalah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 613.43
    6) Borght, untuk jaminan berupa personal guarantee (jaminan pribadi).

    7. Pencairan
    Proses selanjutnya adalah pencairan fasilitas pembiayaan kepada nasabah. Sebelum melakukan proses pencairan, maka harus dilakukan pemeriksaan kembali semua kelengkapan yang harus dipenuhi sesuai disposisi Komite Pembiayaan pada proposal pembiayaan. Apabila semua persyaratan telah dilengkapi oleh nasabah, maka proses pencairan fasilitas dapat diberikan.
    8. Monitoring
    Setelah semua tahapan dilakukan dan dipenuhi maka proses yang terakhir dari pembiayaan adalah proses monitoring atau proses pemantauan. Bagi officer bank syariah, pada saat memasuki tahap ini maka sebenarnya risiko pembiayaan baru saja dimulai saat pencairan dilakukan. Proses pemantauan dapat dilakukan dengan memantau realisasi pencapaian target usaha dengan business plan yang telah dibuat sebelumnya. Apabila terjadi tidak tercapainya target, maka officer bank harus segera melakukan tindakan seperti turun langsung ke lapangan menemui nasabah untuk mengetahui permasalahan yang dialami nasabah, kemudian memberikan solusi penyelesaian masalah kepada nasabah. Beberapa langkahmonitoring yang harus dilakukan antara lain:
    a. Memantau mutasi rekening koran nasabah
    b. Memantau pelunasan angsuran
    c. Melakukan kunjungan rutin ke lokasi usaha nasabah untuk memantaulangsung operasional usaha dan perkembangan usaha.
    d. Melakukan pemantauan terhadap perkembangan usaha sejenis melalumedia massa atau media lainnya.
    Dalam memberikan pembiayaan, bank wajib mempunyai keyakinanberdasarkan analisis yang mendalam atas kemampuan dan kesanggupannasabah debitur untuk melaksanakan kewajibannya yaitu melunasipembiayaan sesuai dengan perjanjian.Semua tahapan yang dilakukan olehbank tersebut adalah upaya dalam mengantisipasi hal-hal yang tidakdiinginkan terjadi di kemudian hari. Disetiap tata kelola perbankan Islamdalam pembiayaan sangat menaati seperangkat aturan, yaitu hukum Islam,dan pada umumnya memenuhi harapan kaum Muslimin dengan memberikanpembiayaan yang halal dan baik
    Pembiayaan pada Bank Syariah :
    1. Melakukan investasi-investasi yang halal saja
    2. Berdasarkan prinsip bagi hasil, jual beli atau sewa
    3. Profit dan falah oriented
    4. Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan
    5. Penghimpunan dan penyaluran dana harus sesuai dengan fatma Dewan Pengawas Syariah

    B. Pengertian Ratio Likuiditas, Rentabilitas atau Profitbilitas, dan Solvabilitas.
    a. Ratio Likuiditas
    Ratio likuiditas merupakan ratio untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih. Dengan kata lain dapat membayar kembali pencairan dana deposannya pada saat ditagih serta dapat mencukupi permintaan kredit yang telah diajukan. Semakin besar ratio ini semakin likuid.
    b. Ratio Rentabilitas atau Profitabilitas
    Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efesiensi dan profitabilitas yang dicapai oleh bank yang bersangkutan.
    c. Rasio Solvabilitas
    Merupakan ukuran kemampuan bank mencari sumber dana untuk membiayai kegiatannya. Bisa juga dikatakan rasio ini merupakan alat ukur untuk melihat kekayaan bank untuk melihat efisiensi bagi pihak manajemen bank tersebut.

    C.Jenis- jenis sturktur organisasi.
    a. Struktur Organisasi Fungsional
    Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan biaya operasional namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar unit kerja.
    b. Struktur Organisasi Divisional
    Struktur Organisasi Divisional (Divisional Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional.
    c. Struktur Organisasi Matriks
    Struktur Organisasi Matriks (Matrix Structure Organization) merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi Fungsional dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi tersebut. Struktur Organisasi Matriks ini sering juga disebut dengan Struktur Organisasi Proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya. Struktur Organisasi Matriks ini mengakibatkan terjadinya multi komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk melapor kepada dua pimpinan yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan proyek. Struktur Organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau perusahaan-perusahaan multinasional
    d. Organisasi Lini
    Organisasi Garis/ Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenanglangsung secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya.
    Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentukyang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masa perkembangan ndustri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol.

    Balas

  8. SITI LESTARI
    Des 01, 2016 @ 11:29:07

    SITI LESTARI 1412030281 MANAJEMEN DAKWAH B
    TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM
    PEMBIAYAAN DALAM BANK SYARIAH

    A. Syarat Dan Ketentuan Pembiayaan Dalam Bank Syariah
    1. Syarat Pembiayaan dalam Bank Syariah
    Pengajuan pembiayaan bank syariah tidak mudah, harus memenuhi beberapa syarat dan melalui beberapa prosedur. Nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan harus benar – benar jelas dan memenuhi syarat sehingga tidak akan terjadi kasus pembiayaan bermasalah. Persyaratan pengajuan pembiayaan sangat banyak, nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan harus memenuhi syarat administratif maupun syarat non administratif. Adapun syarat administratif dan non administratif , berikut :
    a. Syarat administrative
    a) Fotocopy KTP
    b) Fotocopy Kartu Keluarga
    c) Fotocopy Surat Nikah
    d) Fotocopy surat – surat resmi dari barang – barang yang akan dijadikan jaminan (Sertifikat Tanah, BPKB)
    e) Mengisi formulir pengajuan pembiayaan yang ditanda tangani pemohon dan pihak wali
    f) Daftar gaji pegawai atau daftar penghasilan wirausaha
    g) Agunan mutlak kepemilikannya atau hak miliknya dengan ditunjukkan oleh bukti surat kepemilikannya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan memiliki kekuatan hokum yang berlaku.
    h) Jika agunan menggunakan milik pihak lain, maka harus ada surat pernyataan atau surat kuasa yang memiliki kekuatan hukum dari pemiliknya.
    b. Syarat non administrative
    a) Pengajuan pembiayaan tidak boleh diwakilkan atau diatas namakan.
    b) Pemohon atau nasabah yang mengajukan pembiayaan harus memenuhi jenis akad pembiayaan dan ketentuan – ketentuan pengajuan pembiayaan
    c) Pemohon harus berada di wilayah yang dapat dijangkau oleh kantor bank yang bersangkutan
    d) Pemohon tidak memiliki tunggakan hutang yang bermasalah
    Nasabah yang mengajukan pembiayaan harus benar – benar memenuhi syarat administrative maupun syarat non administrative. Setelah nasabah memenuhi syarat – syarat, maka nasabah harus melalui beberapa prosedur. Prosedur pengajuan pembiayaan, berikut.
    a) Customer service bank yang bersangkutan akan menjelaskan tentang syarat – syarat, jenis – jenis , dan prosedur pembiayaan bank syariah
    b) Setelah itu nasabah akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan pembiayaan dan melengkapi persyaratan
    c) Customer service selanjutnya akan melakukan registrasi pengajuan pembiayaan ke sistem komputer atau buku registrasi pengajuan pembiayaan.
    d) Staf bagian pembiayaan akan melakukan BI checking dan index Nominatif. Jika berkas – berkas nasabah tidak lolos seleksi, maka berkas akan dikembalikan kepada nasabah dan disertai pemberitahuan penolakan. Jika berkas nasabah lolos seleksi, maka kabag pembiayaan akan memberikan tugas kepada bagian Legal atau administrasi pembiayaan untuk emlakkukan penelitian tentang kelengkapan dan keaslian berkass – berkas nasabah tersebut dan akan dibuatkan juga SP-1 untuk dimintakan persetujuan ke direksi untuk perintah melakukan survey
    e) Melalui SP-1, kapag pembiayaan member tugas kepada marketing untuk melakukan survey nasabah, baik tempat tinggal, usaha, maupun jaminannya. Setelah melakukan survey, marketing juga akan melakukan wawancara
    f) Kabag pembiayaan memberikan tugass bagian legal untuk melakukan penelitian kelenngkapan dan keaslian surat – surat nasabah
    g) Setelah memorandum analisis selesai, maka akan dikeluarkan SP-2 untuk meminta persetujuan direksi
    h) Komite pembiayaan menerima atau menolak pengajuan pembiayaan akan dituangkan dalam memorandum komite sebagai dasar pembuatan SP-3 atau Surat persetujuan atau penolakan pemberian pemmbiayaan.
    i) Manajer cabang melakukan proses pengikatan dengan notaries
    j) Manajer cabang akan membuat jadwal realisasi pembiayaan dan pemanggilan nasabah untuk realisasi pembiayaan
    k) Realisasi persetujuan pembiayaan oleh komite pembiayaan apabila persyaratan dan administrasi sudah terselesaikan
    l) Selanjutnya ddilakukan legal standing yaitu notarisasi ke notaries berupa menotariskan akad perjanjian pembiayaan dan pengikatan agunan
    m) Prosedur yang terakhir akan dilakukan pembukuan dan input data ke sistem komputerisasi.
    2. Ketentuan Pembiayaan dalam Bank Syariah
    Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional. Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain :
    a. Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.
    b. Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.
    c. Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.
    d. Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.
    e. Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.

    B. Analisis Liquiditas, Solvanbilitas, dan Rentabilitas
    1. Analisis Liquiditas
    Likuiditas adalah masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Masalah likuiditas dapat dihitung dengan dua cara, yaitu dengan cara perhitungan menggunakan rasio(quick ratio, current ratio, dan cash ratio dan dengan menghitung periode penagihan rata- rata (average collection period). Untuk laporan keuangan diatas saya menggunakan pendekatan yang pertama yaitu dengan perhitung rasio (Current ratio, quick ratio dan cash ratio).
    a. Current ratio = (aktiva lancar : hutang lancar) x 100%
    Current ratio yang rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadinya masalah dalam likuidasi, sebaliknya current ratio yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan.
    b. Quick ratio = {(aktiva lancar – persediaan) / hutang lancar} x 100%
    Rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid dan mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar quick ratio maka semakin baik pula perusahaan pula kondisi perusahaan. Namun apabila quick ratio memiliki perbandingan 1:1 atau 100% perusahaan tersebut dianggap kurang baik.

    c. Cash ratio = (kas / hutang lancar) x 100%
    Rasio ini menunjukan kemampuan kas untuk menutupi hutang lancar.
    2. Analisis Solvabilitas
    Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Solvabilitas dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah aktiva dengan jumlah hutang. Untuk laporan keuangan diatas perhitungan solvabilitasnya saya menggunakan “total debt to capital asset.”
    Total debt to capital assets = (total hutang / total aktiva) x 100%
    Kelikuidan suatu perusahaan tidak dapat ditentukan oleh solvabilitas perusahaan tersebut. Perusahaan yang solvable belum tentu likuid begitu pula sebaliknya.
    3. Analisis Rentabilitas
    Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan anatara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Perhitungan rentabilitas berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Hal ini terjadi karena perbedaan antara aktiva dan laba yang mana yang akan dibandingkan dengan yang lain. Rentabilitas dibagi menjadi dua, yaitu:
    a. Rentabilitas ekonomi
    Rentabilitas ekonomi bisa iukur dengan menggunakan gross prifit margin. Untuk laporan keuangan diatas maka perhitungannya sebagai berikut:
    Gross profit margin = (laba kotor / penjualan netto) x 100%
    Operating ratio ={(HPP + biaya adm) / penjualan netto} x 100%
    Net Profit Margin = (laba setelah pajak / penjualan netto)x100%
    b. Rentabilitas usaha
    Rentabilitas usaha adalah perhitungan rentabilitas suatu perusahaan dengan cara membandingkan laba usaha dengan modal sendiri.

    C. Struktur Organisasi
    1. Bentuk Piramid.
    Bentuk Ini Yang Paling Banyak Diguakan, Karena Sederhana, Jelas Dan Mudah Dimengerti. Bagan organisasi bentuk Piramid adalah suatu organisasi dimana bentuk bagan organisasi tersebut menyerupai piramid. Dimana suatu pimpinan tertinggi ada di paling atas piramid dan tingkatan pimpinan menengah dan bawahan ada di bagian-bagian bawah. Bentuk piramid sering kali dipakai di organisasi-organisasi, karna bentuk piramid ini mudah dimengerti dan dipahami.
    Type piramid memiliki ciri-ciri antara lain ialah:
    a. memiliki jumlah organisasi yang tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit.
    b. Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
    c. Pada jumlah jabatan sedikit sebab tingkat tingkat relatifnya kecil

    2. Bentuk Vertikal.
    Bentuk Vertikal Agak Menyerupai Bentuk Piramid, Yaitu Dalam Pelimpahan Kekuasaan Dari Atas Ke Bawah, Hanya Bagan Vertikal Berwujud Tegak.

    3. Bentuk Horizontal.
    Bagan Ini Digambarkan Secara Mendatar. Bagan organisasi bentuk horizontal atau mendatar adalah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk atau ujung pimpinan tertinggi sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kearah kanan atau sebaliknya.

    4. Bentuk Lingkaran.
    Menggambarkan hubungan Antara Satu Jabatan Dengan Jabatan . Bagan organisasi bentuk Lingkaran adalah suatu bentuk bagan organisasi dimana satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari luar bidang lingkaran ke arah titik tengah pusat lingkaran dimana di titik tengah adalah pejabat atau pimpinan tertinggi.

    Balas

  9. LIDYA KOMALA SARI
    Des 01, 2016 @ 11:52:01

    LIDYA KOMALA SARI 1412030231 MANAJEMEN DAKWAH B
    TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM
    1. Syarat dan Ketentuan Pembiyaan Bank Syari’ah
    Kegiatan pembiayaan (bank) syariah atau Islam adalah sub sektor dari Ekonomi Islam, yang diartikan sebagai ekonomi yang berketuhanan, bertitik tolak dari Allah, dan bertujuan akhir kepada Allah, serta menggunakan sarana yang tidak lepas dari syariat Islam (Qardhawi, 1997 : 31).
    Prinsip dasar dari ekonomi dan pembiayaan Islam adalah untuk menciptakan kemaslahatan atau kesejahteraan masyarakat, dengan berpatokan pada prisip pokok yang terdiri dari Keesaan Tuhan, konsep Kalifah Tuhan di bumi, keadilan dan keseimbangan material dan spiritual atau duniawi dengan akhirati. Prinsip-prinsip ini dapat dipenuhi dengan mengikuti ketentuan dasar pembiayaan, yaitu melalui kegiatan perdagangan dan menjauhi riba, serta kerja sama antar sesama.
    a. Syarat pembiayaan bank syari’ah
    Adapun syarat administratif dan non administratif , berikut :
    1) Syarat administrative
    a) Fotocopy KTP
    b) Fotocopy Kartu Keluarga
    c) Fotocopy Surat Nikah
    d) Fotocopy surat – surat resmi dari barang – barang yang akan dijadikan jaminan (Sertifikat Tanah, BPKB)
    e) Mengisi formulir pengajuan pembiayaan yang ditanda tangani pemohon dan pihak wali
    f) Daftar gaji pegawai atau daftar penghasilan wirausaha
    g) Agunan mutlak kepemilikannya atau hak miliknya dengan ditunjukkan oleh bukti surat kepemilikannya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang dan memiliki kekuatan hokum yang berlaku.
    h) Jika agunan menggunakan milik pihak lain, maka harus ada surat pernyataan atau surat kuasa yang memiliki kekuatan hukum dari pemiliknya.
    2) Syarat Non Administrative
    a) Pengajuan pembiayaan tidak boleh diwakilkan atau diatas namakan.
    b) Pemohon atau nasabah yang mengajukan pembiayaan harus memenuhi jenis akad pembiayaan dan ketentuan – ketentuan pengajuan pembiayaan
    c) Pemohon harus berada di wilayah yang dapat dijangkau oleh kantor bank yang bersangkutan
    d) Pemohon tidak memiliki tunggakan hutang yang bermasalah
    Nasabah yang mengajukan pembiayaan harus benar – benar memenuhi syarat administrative maupun syarat non administrative.
    b. Ketentuan pembiayaan bank syari’ah
    1) Non Ribawi: Pendapatan yang setara dengan hasil kerja
    Secara umum, riba dimengerti sebagai tambahan yang diberikan atas pinjaman uang, atau disebut bunga. Dalam arti lain, riba dapat timbul karena pertukaran barang atau barter yang tidak sepadan, baik dalam takaran, timbangan, ataupun kualitas barang. Dalam pertukaran barang yang sejenis, seperti emas dengan emas, perbedaan kadarnya tidak bisa diukur dengan akurat, atau tidak serta merta dapat diketahui; di sini, tambahan tidak diperbolehkan. Tetapi, tambahan pada pertukaran barang dengan jenis yang berbeda, seperti kurma dengan gandum, diijinkan; tambahan di sini berfungsi sebagai penyeimbang dari perbedaan nilai dari kedua barang. Dari pertukaran seperti ini, dapat disimpulkan bahwa setiap pihak dalam transaksi itu jelas mengetahui dan menyadari perbedaan barang yang ditukarkan, sekaligus dapat mengukur tambahan yang seimbang. Pada dasarnya, pertukaran atau jual beli dengan counter value yang tidak seimbang adalah juga riba.
    2) Fungsi Uang Sebagai Penyetara Nilai
    a) Uang Merupakan Cerminan dari Barang
    Uang adalah nilai pembanding terhadap nilai barang atau jasa yang dipertukarkan; menandingi counter value. Uang bukanlah alat produksi yang menghasilkan barang dan jasa, tetapi hanya merupakan alat ukur terhadap nilai dari barang dan jasa, atau hasil kerja. Hanya produksi barang dan jasa yang meningkat dapat membuka lapangan kerja, sehingga setiap anggota masyarakat mendapat peluang yang sama untuk bekerja. Semakin banyak anggota masyarakat yang bekerja, semakin meningkat tingkat kesejahteraan masyarakat. Ini adalah tema sentral dari ekonomi dan pembiayaan Islam, yang sejalan dengan maqasid al syariah dan Prinsip Dasar ‘Rahmatan lil alamin’.
    b) Uang bukan sebagai komoditas dengan harga berupa bunga
    Karena uang berfungsi terutama sebagai medium of exchange, dan penyetara nilai terhadap counter value seperti halnya dalam pertukaran atau jual beli, pembiayaan syariah harus didahului dengan transaksi yang memiliki counter value itu. Counter value ini merupaka nilai yang diperlukan untuk membiayai jual beli barang, penyewaan barang, atau untuk membiayai suatu usaha di sektor riel. Dengan demikian, uang tidak berjalan sendiri, tanpa ada kaitan dengan barang, jasa atau usaha. Esensi yang penting dalam pembiayaan syariah bukan pinjam meminjam uang, yang menimbulkan utang dan berasal hanya dari peminjaman uang.
    c) Uang Merupakan Potensi Modal
    Supaya menjadi modal, uang dikonversi terlebih dahulu menjadi salah satu faktor, dan digabungkan dengan faktor produksi yang lain agar produktif, sehingga menghasilkan barang dan jasa, menimbulkan perdagangan, menghasilkan pendapatan dan keuntungan, menciptakan lapangan kerja, dan akhirnya meningkatkan kemaslahatan masyarakat.

    3) Keuntungan Pengganti Riba
    Karena riba dilarang, penggantinya adalah ‘keuntungan’. Berbeda dengan riba, yang bersifat tetap, keuntungan bersifat variatif dan dapat lebih besar dari riba, karena sangat tergantung pada kemampuan dalam berusaha. Jadi, keuntungan pada dirinya dapat memberikan upside potential. Keuntungan pada dasarnya dihasilkan dari kombinasi usaha atau kerja, modal dan risiko; modal diartikan sebagai barang dagangan atau faktor produksi, sedangkan uang merupakan potensi modal yang dapat dikonversi ke dalam salah satu atau keduanya.
    4) Non Gharar
    Gharar berarti sesuatu yang tidak jelas, atau dapat bersifat tipu daya atau desepsi atau berupa hazard, atau sesuatu yang tersembunyi, atau informasi yang tidak terungkap atau tidak diungkapkan, dengan membawa konsekuensi yang tidak pasti, atau menimbulkan ketidakpastian yang berlebihan. Untuk menghindari unsur gharar dalam berkontrak, diperlukan keterbukaan informasi yang lengkap dan hal ini akan mendorong timbulnya transparansi yang lebih baik.

    2. Apa yang dimaksud dengan :
    a. Analisis likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yg segera harus dipenuhi. Suatu perusahaan mempunyai “kekuatan membayar” belum tentu dapat memenuhi segala kewajiban finansialnya. Likuiditas badan usaha dapat diketahui dengan cara membandingkan jumlah aktiva lancar dengan utang lancar. Hasil perbandingan tersebut disebut dg “Current Ratio” atau “Working capital Ratio”.
    b. Analisis solvabilitas adalah Kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya pada saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Solvabilitas perusahaan dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah aktiva (total asset) dengan jumlah utang (baik jika pendek maupun jika panjang).
    Rumus Solvabilitas :
    Total hutang
    Total Debt to Equity Ratio = —————— x 100 %
    Modal sendiri
    Total hutang
    Total Debt to Capital Assets = —————— x 100 %
    Total Aktiva
    Hutang Jangka Panjang
    Long term debt to Equity Ratio= ——————————–x 100 %
    Modal Sendiri

    c. Analisis Profitabilitas
    Rentabilitas/profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan suatu perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Analisis profitabilitas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan penjualan, assets, maupun modal sendiri. Jadi hasil profitabilitas dapat dijadikan sebagai tolak ukur ataupun gambaran tentang efektivitas kinerja manajemen ditinjau dari keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan hasil penjualan dan investasi perusahaan. Laporan keuangan seperti neraca, laporan rugi-laba dan cash flow dianalisis dengan menggunakan alat analisis yang sesuai dengan kebutuhan analis. Alat analisis keuangan antara lain : analisis sumber dan penggunaan dana, analisis perbandingan, analisis trend, analisis Lavarege, analisis break even, analisis rasio keuangan dan lain-lain.
    Rumus :
    L x100%M
    Labakotor
    Gross Profit Margin = —————- x 100 %
    Penjualan Netto
    HPP + Biaya Administrasi
    Operating Ratio = ——————————— x 100 %. Penjualan Netto
    Laba Setelah Pajak
    Net Profit Margin = ————————- x 100 %.
    Penjualan Netto
    Laba Setelah Pajak
    Return On Investment = —————————– x 100 %. Jumlah Aktiva

    3. Struktur Organisasi
    Struktur Organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, baik organisasi tersebut berskala kecil maupun besar tetap memerlukan Struktur Organisasi yang jelas untuk mencapai sasaran organisasi yang ditetapkan. Dalam struktur pembagian tugas telah jelas dan dibentuk dalam bagan supaya orang lain mengetahui secara pasti siapa yang terlibat dalam kepengurusan.
    a. Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia.
    b. Struktur Bentuk Vertikal.
    Bentuk Vertikal agak menyerupai bentuk piramid, yaitu dalam pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, bagan Vertikal Berwujud Tegak.

    c. Bentuk Horizontal.
    Bagan organisasi bentuk horizontal atau mendatar adalah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk atau ujung pimpinan tertinggi sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kearah kanan atau sebaliknya.

    d. Struktur organisasi dalam Bagan berbentuk Piramid adalah suatu organisasi dimana bentuk bagan organisasi tersebut menyerupai piramid. Dimana suatu pimpinan tertinggi ada di paling atas piramid dan tingkatan pimpinan menengah dan bawahan ada di bagian-bagian bawah. Bentuk piramid sering kali dipakai di organisasi-organisasi, karena bentuk piramid ini mudah dimengerti dan dipahami.

    Balas

  10. RAHMA GUSTINA LUBIS
    Des 01, 2016 @ 13:12:57

    NAMARAHMA GUSTINA LUBIS
    NIM: 1412030291
    MAKUL: MKI
    TUGAS INDIVIDU
    Tentang
    Syarat Ketentuan, struktur Organisasi Dari Bank Syariah

    Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
    Dalam Mata KuliahManajemen Keuangan Isllam
    Semester V Jurusan MD B 2016/2017

    Oleh
    Rahma Gustina Lubis
    1412030291

    Dosen Pembimbinsg:
    Dr. Elsanra Eka Putra

    JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
    FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
    IMAM BONJOL PADANG
    1438H /2016 M

    TUGAS INDIVUDU
    A. Syarat ketentuan pembiayaan dari bank syariah
    Adapun syarat ketentuan dari bank syariat adalah antara lain sebagai berikut:
    1. kriteria nasabah
    Nasabah yang dapat mengajukan pinjaman atau pemamfatan fasilitas produk pembiayaan dari bank syariah adalah nasabah yang memenuhi criteria sebagai calon debitur yang telah ditetapkan. Nasabah harus memenuhi syarat cakap hokum, memiliki penghasilan yang telah ditentukan dan memenuhi criteria khusus dari masing-masing produk pembiayaan yang diajukan. Namun yang pasti nasabah harus memiliki track record yang baik dan mempunyai pinjaman atau pembiayaan yang diterima sebelumnya.
    2. Dokumen identitas
    Untuk membuktikan nasabah memenuhi syarat dan ketentuan dari criteria calon debitur yang sudah ditentukan oleh pihak bank syariah maka berbagai dokumen identitas pribadi harus dilengkapi pada sat pengajuan pinjaman uang modal. Data dan dokumen harus valid sehingga peminjam dan pembiayaan yang diajukan dapat disetujui. Beberapa dokumen identitas seperti fotokopi KTP nasabah dan pasangan, foto copy kartu kelurga, fotocopy akta nikah atau akta cerai, surat pernyataan belum menikah dan beberapa dokumen identitas lainnya harus lengkap.
    3. Dokumen pendukung dan jaminan
    Selain dokumen identitas pribadi ada juga berbagai dokumen lainnya yang dijadikan sebagai syarat pinjaman bank syariah. Beberapa dokumen pendukung yang umum dibutuhkan pada setiap produk pembiayaan atau pinjaman yang ditawarkan antara lain slip gaji, surat keterangan penghasilan, rekening Koran, NPWP dan dokumen lainnya. Adapun dokumen khusus seperti surat izin usaha, surat izin praktek, surat pengangkatan untuk beberapa poroduk pinjaman tertentu yang harus disiapkan
    4. Formulir pinjaman dan pembiayaan
    Mengisi formulir yang sesuai utuk produk pinjaman atau pembiayaan KTA bank mandiri yang diajukan harus dilakukan dengan baik. Pastikan semua data yang di input sudah lengkap dan sesuai data-data yang valid untuk mempercepat dan mempelancar proses pengajuan pinjaman ataupun pembiayaan yang dibutuhkan saat ini. Jadi proses pengajuan pinjaman dapat memenuhi seluruh syarat dan proses.
    B. Pengertian
    1. Analisis likuiditas
    Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan penegelola perusahaan memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka panjang pendeknya.artinya, seberapa mampu perusahaan membayar kewajiban atau utangnya yang sudah jatuh tempo. Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan yang likuid. Sebaliknya jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan yang illikuid.
    Pada saat jatuh tempo perusahaan harus membayar kewajiban kepada pihak bank uar perusahaan atau likuiditas perusahaan. Untuk dapat memenuhi kewajibannya perusahaan harus memiliki jumlah kas atau investasi atau aktiva lancar lainnya yang dapat segara dikonversi atau diubah menjadi kas untuk memenuhi kewajibannya seperti membayar pengeluaran, tagihan, dan seluruh kewajiban lainnya yang sudah jatuh tempo.
    Adapun jenis analisis likuidatas ini dibagi atas limajenis antara lain adalah sebagai berikut:
    a. Rasio lancar (current ratio)
    Rasio ini menunjukkan nilai relative antara aktiva lancar terhadap utang lancar. Rasionya dihitung dengan membagi aktiva utang lancar . adapun rumusnya adalah:
    Rasio lancar =aktiva lancar
    Utang lancar

    Dari rumus di atas dapat diketahui bahwa rasio ini menunjukkan seberapa besar kemampuan aktiva yang dimiliki perusahaan dapat digunakan jika kewajiban atau utang harus dibayar pada saat jatuh tempo. Semakin besar nilai rasio semakin lancar perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.
    b. Rasio cepat (quick ratio) aatau rasio sangat cepat (acid test ratio)
    Rasio capat menunjukkan nilai relative antara selisih aktiva lanccar dengan inventory terhadap utang lancar. Rasionya dihitung dengan membaginilai aktiva lancar setelah dikurangi dengan nilai inventory dengan utang lancar. Rumusnya adalah:

    Rasio cepat= current assets-inventory
    Utang lancar (currentliabilities)

    Dari rumus terseebut diketahui bahwa rasio cepat tidak memperhitungkan nilai inventori atau persediaan. Konponen inventory dianggap tidak dengan mudah dapat digunankan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo. Semakin besar nila rasio cepat, maka semakin cepat perusahaan dapat memenuhi segala kewajibannya.
    c. Rasio kas (cash ratio)
    Menunjukkan nialai relative antara nilai uang kas terhadap utang lancar. Rumus nya adalah:
    Rasio kas= cash atau cash equivalent
    Utang lancar (current liabilities)

    Dari rumus tersebut rasio kas menunjukkan seberapa besar uang kas tabungan di bank yang dimiliki perusahan benar-benar dapat digunakan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek. Semakin besar nilai rasio kas, maka semakinmudah perusahan dalam membayar utang-utangnya. Dengan demikian rasio kas dapat menunjukakan kemampuan perusahaan sesungguhnya dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
    d. Rasio perputarn kas (cash turnover ratio)
    Menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan bersih terhadap modal kerja bersih. Rumusnya adalah:
    Rasio perputaran kas= penjualan besrsih
    Modal kerja bersih

    Dari rumus di atas diketahui bahwa rasio perputaran kas menunjukkan sebarapa besar nilai penjualan yang diperoleh untuk modal kerja yang dimiliki perusahaan.

    2. Analisis solvabilitas
    Analisis sovabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya sebarapa besar beben utang yang ditanggung perusahaan disbanding dengan aktivanya. Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar sebuah kewajiban. Baik kewajiban jangka panjang dan jangka pendek jika perusahaan dibubarkan akn dikuidasi. Perusahaan yang memiliki rasio solvabilitas yang tinggi memiliki resiko kerugian yang lebih besar daripada perusahaan dengan rasio sovabilitas yang rendah.
    Adapun jenis rasio solvabilitas antara lain yaitu:
    a. Debt to asset tatio
    Rasio ini menunjukkan nilai relative antara nilai total utang terhadap total aktiva. Adapun rumusnya:

    Debt to asset ratio= total utang
    Total aktiva
    Dapat diketahu dari rumus tersebut bahwa rasio ini menunjukkan seberapa besar pendanaan perusahaan yang harus dibiayai oleh utang disbanding dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar utang yang dimiliki oleh perusahaan.
    b. Debt to equity ratio
    Menunjukkan nuilai relative antara total utang dengan total equitas. Rumusnya adalah:
    Debt to equity ratio= total utang
    Total ekuitas
    Dapat diketahi bahwa ratio ini menunjukkan besarnya pendanaan perusahaan yang dibiayai oleh kreditor dibandingkan dengan pendanaan yang dibiayai oleh pemengan saham. Semakin besar nilai rasionya maka semakin besar utang yang dimiliki oleh perusahaan.

    3. Analisis protabilitas
    Analisis protabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode tertentu. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efesien pengelola perusahaan dapat mencarai keuntungan atau laba untuk setiap penjualan yang dilakukan.
    Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan peningkatan penjualan dan menekan biaya-biaya yang terjadi. Dan juga kemampuan perusahaan dalam memamfaatkan dana yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
    Untuk menghitung protabilitas dapat digunakan dengan dua cara antara lain:
    a. Margin laba kotor atas penjualan (gross margin on sales)
    Menunjukkan nilai relative antara nilai laba kotor terhadap nilai penjualan. Adapun bentuk rumusnya adalah:

    Gross margin=penjualan-harga poko penjualan
    Penjualan

    Dapat diketahui dari rumus tersebut bahwa rasio ini menunjukkan sebarapa besar laba kotor yang diperoleh perusahaan untuk seluruh penjualannya. Semakin besar lana kotor yang diperoleh perusahaan, artinya protabilitas perusahaan semakin tinggi, perusahaan memiliki tingkat keuntungan dalam laba kotor yang tinggi.
    b. Margin laba bersih (net profit margin)
    Menunjukkan nilai relative antara nilai keuntungan setelah bunga dan pajak dengan total penjualan. Rumusnya:

    Laba bersih= bunga dan pajak
    Penjualan

    Dapat diketahui bahwa margin ini menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari seluruh penjualan. Semakin besar nilai rasionya maka semakin besar protabilitas yang dimiliki oleh perusahaan.
    C. Struktur organisasi dari bank syariah
    1. Struktur untuk membuka kantor cabang syariah

    Penjelasannya:
    a. Dewan pengawas syariah mengawasi kegiatan usaha bank agar tidak menyimpang dariketentuan dan prinsip syariah, sebagai penasehat dan peemberi saran bagi direksi.
    b. Dewan komisaris berwenang dan bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan atas kebijakan pembiayaan tahunan.
    c. Direksibertanggung jawab atas penyusunan kebijakan dan rencana pembiayaan yang dituangkan dalam rencana kerja bank, dan memastikan bahwa kebijakan itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

    Balas

  11. SITI KHODIJAH NASUTION
    Des 01, 2016 @ 13:45:27

    NAMA SITI KHODIJAH NASUTION
    NIM 1412030216
    MAKUL MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM
    JUR MANAJEMEN DAKWAH

    TUGAS INDIVIDU

    Tentang

    SYARAT DAN KETENTUAN, STRUKTUR ORGANISASI BANK SYARIAH
    Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
    Manajemen Keuangan Islam
    Semester V Jurusan Md B

    Oleh:

    SITI KHODIJAH NASUTION
    1412030216

    Dosen Pembimbing:
    Dr. Elsanra Eka Putra

    FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
    JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
    IMAM BONJOL PADANG
    1438 H/ 2016M

    A. Syarat dan ketentuan pembiayaan
    Persyaratan Umum
    1. WNI (warga Negara indonesia).
    2. Pegawai atau karyawan tetap dengan masa kerja atau total masa di tempat sebelumnya minimal 2 tahun.
    3. Wiraswasta dengan usaha sudah berjalan minimal 5 tahun.
    4. Professional terbatas hanya untuk profesi kesehatan (dokter, dokter spesialis dan bidan).
    5. Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun dan pada sat jatuh tempo pembiayaan untuk karyawan adalah maksimum usia pension, 65 tahun untuk profesi dokter.
    6. Hasil record track BI checking dan DHBI lancer (clear) atau tidak termasuk dalam daftar pembiayaan bermasalah.
    7. Membuka rekening tabungan di Bank BRI Syariah.
    8. Untuk total pembiayaan lebih besar sama dengan 50 juta Rupiah wajib menyerahkan NPWP pribadi.
    9. Maksimum pembiayaan.
    Pembiayaan dan tipe agunan FTV Maksimum
    FP 1 (Pertama) FP 2 (Kedua) FP 3 (Ketiga) dst
    PPR Tipe> 70 70% 60% 50%
    PPRS tipe >70 70% 60% 50%
    PPR Tipe 22-70 Tidak diatur 70% 60%
    PPRS Tipe 22-70 80% 70% 60%
    PPRS Tipe s/d 21 Tidak diatur 70% 60%
    Ruko /Rukan Tidak diatur 70% 60%
    Keterangan:
    a. FB : Fasilitas pembiayaan
    b. FB1 : Fasilitas pembiayaan untuk rumah pertama dan sebagainya
    c. PPRS : Pembiayaan pemilikan rumah susun.
    10. Besar angsuran tidak melebihi 40% dari penghasilan bulanan bersih.
    11. Fasilitas pembiayaan untuk unit yang belum selesai dibangun atau inden dapat diberikan untuk fasilitas pembiayaan yang pertama.
    12. Pencairan pembiayaan dapat diberikan apabila progress pembangunan telah mencapai 50% dengan total pencairan maksimal sebesar 50%.
    13. Untuk pencairan unit yang belumselesai dibangun atau inden, harus melalui perjanjian kerja sama antara developer dan BSM Kantor Pusat.
    Biaya-Biaya Yang Dibebankan Ke Nasabah
    Biaya-biaya yang dibyar di muka secara lunas pada saat realisasi pembiayaan, terdiri dari:
    1. Biaya asuransi jiwa dan kerugian.
    2. Biaya notaries.
    3. Biaya materai.
    Dokumen yang di perlukan:
    1. Fotocopy KTP pemohon.
    2. Fotocopy kartu keluarga.
    3. Fotocopy surat nikah (bila sudah menikah)
    4. Asli slip gaji dan surat keterangan kerja.
    5. Fotocopy tabungan atau rekening Koran 3 bulan terakhir.
    6. Fotocopy NPWP untuk pembiayaan di atas Rp50 juta.
    7. Fotocopy rekening telepon dan listrik.
    8. Fotocopy SHM atau SHGB.
    9. Fotocopy IMB dan denah bangunan.
    10. Surat pernyataa nasabah mengenai fasilitas pembiayaan yang telah diterima maupun yang sedang dalam proses pengajuan permohonan di Bank (BSM) maupun pada Bank lain.
    Syarat Administratif
    Sama dengan perbankan konvensional, perbankan syariah menetapkan syarat-syarat umum untuk sebuah pembiayaan, yaitu:
    1. Surat permohonan tertulis.
    2. Legilitas usaha.
    3. Laporan keuangan.
    Berikut ini macam-macam syarat pinjaman bank syariah mandiri yang perlu dipenuhi untuk dapatkan dana pinjaman atau fasilitas pembiayaan yang dibutuhkan, antara lain:
    1. Kriteria nasabah.
    2. Dokumen identitas.
    3. Dokumen pendukung dan jaminan.
    4. Formulir pinjaman dan pembiayaan.

    B. Analisis likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas
    1. Likuiditas perusahaan
    Likuiditas adalah masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban financialnya yang segera harus dipenuhi. Masalah likuiditas dapat dihitung dengan cara perhitungan menggunakan rasio (quick ratio, current ratio dan cast ratio dengan menghitung periode penagihan rata-rata (average collection period).
    a. Current ratio yang rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadinya masalah dalam likuiditas, sebaliknya current ratio yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan.
    b. Quick ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid dan mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar quick ratio maka semakin baik pula kondisi perusahaan. Namun apabila quick ratio memiliki perbandingan 1:1 atau 100% perusahaan tersebut dianggap kurang baik.
    c. Cast ratio menunjukkan kemampuan kas untuk menutupi hutang lancar.
    2. Solvabilitas perusahaan
    Solvabilitas adalah kempuan perusahan untuk memenuhi kewajiban financialnya saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Solvabilitas dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah aktiva dengan jumlah hutang. Kelikuidan suatu perusahan tidak dapat ditentukan oleh solvabilitas perusahaan tersebut. Perusahaan yang solvable belum tentu likuid begitu pula sebaliknya.
    3. Rentabilitas perusahaan
    Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Perhitungan rentabilitas berbeda-beda untyuk setiap perusahaan. Hal ini terjadi karena perbedaan antara aktiva dan laba yang mana yang akan dibandingkan dengan yang lain. Rentabilitas dibagi menjadi 2, yaitu:
    a. Rentabilitas ekonomi bisa diukur dengan menggunakan gross prifit margin.
    b. Rentabilitas usaha adalah perhitungan rentabilitas suatu perusahaan dengan cara membandingkan laba usaha dengan modal sendiri.

    C. Struktur organisasi bank syariah

    Balas

  12. MULIS
    Des 01, 2016 @ 14:09:13

    nama mulis
    nim 1412030307
    m.k mki
    TUGAS INDIVIDU
    Tentang
    Syarat Ketentuan, struktur Organisasi Dari Bank Syariah

    Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
    Dalam Mata KuliahManajemen Keuangan Isllam
    Semester V Jurusan MD B 2016/2017

    Oleh
    MULIS
    14120300307

    Dosen Pembimbinsg:
    Dr. Elsanra Eka Putra

    JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
    FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
    IMAM BONJOL PADANG
    1438H /2016 M

    Syarat ketentuan pembiayaan dari bank syariah
    Adapun syarat ketentuan dari bank syariat adalah antara lain sebagai berikut:
    1. kriteria nasabah
    Nasabah harus memenuhi syarat cakap hokum, memiliki penghasilan yang telah ditentukan dan memenuhi criteria khusus dari masing-masing produk pembiayaan yang diajukan. Namun yang pasti nasabah harus memiliki track record yang baik dan mempunyai pinjaman atau pembiayaan yang diterima sebelumnya.
    2. Dokumen identitas
    Data dan dokumen harus valid sehingga peminjam dan pembiayaan yang diajukan dapat disetujui. Beberapa dokumen identitas seperti fotokopi KTP nasabah dan pasangan, foto copy kartu kelurga, fotocopy akta nikah atau akta cerai, surat pernyataan belum menikah dan beberapa dokumen identitas lainnya harus lengkap.
    3. Dokumen pendukung dan jaminan
    Beberapa dokumen pendukung yang umum dibutuhkan pada setiap produk pembiayaan atau pinjaman yang ditawarkan antara lain slip gaji, surat keterangan penghasilan, rekening Koran, NPWP dan dokumen lainnya. Adapun dokumen khusus seperti surat izin usaha, surat izin praktek, surat pengangkatan untuk beberapa poroduk pinjaman tertentu yang harus disiapkan
    4. Formulir pinjaman dan pembiayaan
    Mengisi formulir yang sesuai utuk produk pinjaman atau pembiayaan KTA bank mandiri yang diajukan harus dilakukan dengan baik. Pastikan semua data yang di input sudah lengkap dan sesuai data-data yang valid untuk mempercepat dan mempelancar proses pengajuan pinjaman ataupun pembiayaan yang dibutuhkan saat ini. Jadi proses pengajuan pinjaman dapat memenuhi seluruh syarat dan proses.

    Pengertian dari Beberapa Analisis
    1. Analisis likuiditas
    menunjukkan kemampuan penegelola perusahaan memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka panjang pendeknya.artinya, seberapa mampu perusahaan membayar kewajiban atau utangnya yang sudah jatuh tempo. Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan yang likuid. Sebaliknya jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan yang illikuid.
    Pada saat jatuh tempo perusahaan harus membayar kewajiban kepada pihak bank uar perusahaan atau likuiditas perusahaan. Untuk dapat memenuhi kewajibannya perusahaan harus memiliki jumlah kas atau investasi atau aktiva lancar lainnya yang dapat segara dikonversi atau diubah menjadi kas untuk memenuhi kewajibannya seperti membayar pengeluaran, tagihan, dan seluruh kewajiban lainnya yang sudah jatuh tempo.

    2. Analisis solvabilitas
    Analisis sovabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya sebarapa besar beben utang yang ditanggung perusahaan disbanding dengan aktivanya. Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar sebuah kewajibanAdapun jenis rasio solvabilitas antara lain yaitu:
    a. Debt to asset tatio
    Rasio ini menunjukkan nilai relative antara nilai total utang terhadap total aktiva. Adapun rumusnya:

    Debt to asset ratio= total utang
    Total aktiva
    Dapat diketahu dari rumus tersebut bahwa rasio ini menunjukkan seberapa besar pendanaan perusahaan yang harus dibiayai oleh utang disbanding dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar utang yang dimiliki oleh perusahaan.
    b. Debt to equity ratio
    Menunjukkan nuilai relative antara total utang dengan total equitas. Rumusnya adalah:
    Debt to equity ratio= total utang
    Total ekuitas
    Dapat diketahi bahwa ratio ini menunjukkan besarnya pendanaan perusahaan yang dibiayai oleh kreditor dibandingkan dengan pendanaan yang dibiayai oleh pemengan saham. Semakin besar nilai rasionya maka semakin besar utang yang dimiliki oleh perusahaan.

    3. Analisis protabilitas
    Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan peningkatan penjualan dan menekan biaya-biaya yang terjadi. Dan juga kemampuan perusahaan dalam memamfaatkan dana yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
    Untuk menghitung protabilitas dapat digunakan dengan dua cara antara lain:
    a. Margin laba kotor atas penjualan (gross margin on sales)
    b. Margin laba bersih (net profit margin)

    Struktur organisasi dari bank syariah
    1. Struktur organisasi

    Penjelasannya:
    a. Uusan adalah orang yanag diutus untuk menjalankan tugas
    b. Dewan pengawas syariah mengawasi kegiatan usaha bank agar tidak menyimpang dariketentuan dan prinsip syariah, sebagai penasehat dan peemberi saran bagi direksi.
    c. Dewan komisaris berwenang dan bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan atas kebijakan pembiayaan tahunan.

    Balas

  13. Hendang Yap
    Des 01, 2016 @ 14:22:58

    SYARAT DAN KETENTUAN PEMBIAYAAN BANK SYARIAH
    Pengertian Bank Syariah Menurut Sudarsono, Bank Syariah adalah lembaga keuangan negara yang memberikan kredit dan jasa-jasa lainnya di dalam lalu lintas pembayaran dan juga peredaran uang yang beroperasi dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah atau islam.

    Menurut Perwataatmadja, Pengertian Bank Syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah (islam) dan tata caranya didasarkan pada ketentuan Al-quran dan Hadist.

    Siamat Dahlam mengemukakan Pengertian Bank Syariah, Bank Syariah merupakan bank yang menjalankan usahanya berdasar prinsip-prinsip syariah yang didasarkan pada alquran dan hadits.

    Jadi, Bank syariah adalah bank yang sistem perbankannya menganut prinsip-prinsip dalam islam. Bank syariah merupakan bank yang diimpikan oleh para umat islam.
    Ketentuan Kebijakan Pembiayaan Di Bank Syariah
    Dilihat dari sisi aktiva neraca bank umum dengan cermat, akan terlihat bahwa sebagian besar dana operasional setiap bank umum diputarkan dalam pembiayaan yang diberikan. Kenyataan ini menggambarkan bahwa pembiayaan adalah sumber pendapatan terbesar, namun sekaligus merupakan sumber risiko operasi bisnis perbankan yang terbesar yang berakibat pada kredit/ pembiayaan bermasalah bahkan macet, yang akan mengganggu operasional dan likuiditas bank.
    Risiko pembiayaan bermasalah/ macet dapat diperkecil dengan melakukan analisa pembiayaan , yang tujuan utamanya adalah menilai seberapa besar kemampuan dan kesediaan debitur mengembalikan pembiayaan yang mereka pinjam dan membayar margin keuntungan dan bagi hasil sesuai dengan isi perjanjian pembiayaan. Berdasarkan penilaian ini, bank dapat memberikan tinggi rendahnya resiko yang akan ditanggung. Dengan demikian, pihak bank dapat memutuskan apakah permintaan pembiayaan yang diajukan ditolak, diteliti lebih lanjut atau diluluskan (kalau perlu dengan memasukkan syarat-syarat khusus ke dalam perjanjian pembiayaan).
    Dalam melakukan evaluasi permintaan pembiayaan, seorang analis pembiayaan akan meneliti berbagai factor yang diperkirakan dapat mempengaruhi kemampuan dan kesediaan calon nasabah untuk memenuhi kewajibannya kepada bank.
    Tujuan Analisis Pembiayaan
    Analisis pembiayaan merupakan langkah penting untuk realisasi pembiayaan di bank syari’ah. Analisis pembiayaan yang dilakukan oleh pelaksana (pejabat) pembiayaan di bank syari’ah dimaksudkan untuk :
    1. Menilai kelayakan usaha calon peminjam;
    2. Menekan resiko akibat tidak terbayarnya pembiayaan
    3. Menghitung kebutuhan pembiayaan yang layak.

    Syarat Pembiayaan Dalam Bank Mandiri Syariah
    Akad:
    • Akad yang digunakan adalah akad murabahah
    • Akad murabahah adalah akad jual beli antara bank dan nasabah, dimana bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.
    Manfaat:
    • Membiayai kebutuhan nasabah dalam hal pengadaan rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun bekas
    • Nasabah dapat mengangsur pembayarannya dengan jumlah angsuran yang tidak akan berubah selama masa perjanjian.
    Fitur:
    • Angsuran tetap hingga jatuh tempo pembiayaan
    • Proses permohonan yang mudah dan cepat
    • Fleksibel untuk membeli rumah baru atau second
    • Maksimum plafon pembiayaan sampai dengan Rp5 milyar
    • Jangka waktu pembiayaan yang panjang
    • Fasilitas autodebet dari Tabungan BSM.
    Persyaratan:
    • WNI cakap hukum
    • Usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun pada saat jatuh tempo pembiayaan
    • Maksimum pembiayaan:
    Pembiayaan dan Tipe Agunan FTV Maksimum
    FP 1 (Pertama) FP 2 (Kedua) FP 3 (ketiga) dst
    PPR Tipe > 70 70% 60% 50%
    PPRS Tipe >70 70% 60% 50%
    PPR Tipe 22 – 70 Tidak Diatur 70% 60%
    PPRS Tipe 22 – 70 80% 70% 60%
    PPRS Tipe s/d 21 Tidak Diatur 70% 60%
    Ruko/Rukan Tidak Diatur 70% 60%

    Keterangan:
    1. FP = Fasilitas Pembiayaan
    2. FP1 = Fasilitas Pembiayaan untuk rumah pertama, dst.
    3. PPRS = Pembiayaan Pemilikan Rumah Susun
    • Besar angsuran tidak melebihi 40% dari penghasilan bulanan bersih.
    • Fasilitas pembiayaan untuk unit yang belum selesai dibangun/inden dapat diberikan untuk fasilitas pembiayaan yang pertama.
    • Pencairan pembiayaan dapat diberikan apabila progress pembangunan telah mencapai 50%, dengan total pencairan maksimal sebesar 50%.
    • Untuk pencairan unit yang belum selesai dibangun/inden, harus melalui perjanjian kerja sama antara developer dan BSM Kantor Pusat.

    Dokumen yang diperlukan:
    • Fotokopi KTP pemohon
    • Fotokopi Kartu Keluarga
    • Fotokopi Surat Nikah (bila sudah menikah)
    • Asli slip Gaji & Surat Keterangan Kerja
    • Fotokopi Tabungan/Rekening Koran 3 bulan terakhir
    • Fotokopi NPWP untuk pembiayaan di atas Rp50 juta
    • Fotokopi rekening telepon dan listrik
    • Fotokopi SHM/SHGB
    • Fotokopi IMB dan Denah Bangunan.
    • Surat pernyataan nasabah mengenai fasilitas pembiayaan yang telah diterima maupun yang sedang dalam proses pengajuan permohonan di Bank (BSM) maupun pada Bank lain.
    1 Likuiditas Perusahaan

    Likuiditas adalah masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Masalah likuiditas dapat dihitung dengan dua cara, yaitu dengan cara perhitungan menggunakan rasio(quick ratio, current ratio, dan cash ratio dan dengan menghitung periode penagihan rata- rata (average collection period). Untuk laporan keuangan diatas saya menggunakan pendekatan yang pertama yaitu dengan perhitung rasio (Current ratio, quick ratio dan cash ratio)

    Current ratio = (aktiva lancar : hutang lancar) x 100%

    Tahun 2010 = (Rp 227.819.168.461 : Rp 123.450.557.939) x 100%
    = 184,54 %
    Tahun 2011 = (Rp 185.436.645.162 : Rp 96.911.386.652) x 100%
    =191,34%

    Current ratio yang rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadinya masalah dalam likuidasi, sebaliknya current ratio yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan.

    Quick ratio = {(aktiva lancar – persediaan) / hutang lancar} x 100%

    Tahun 2010 = {(227.819.168.461- 82.424.270.814) / 123.450.557.939} x 100%
    = 117,77%
    Tahun 2009 ={( 185.436.645.162 – Rp 68.458.457.208) / 96.911.386.652} x 100%
    = 120,706%

    rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid dan mampu menutupi hutang lancar.
    Semakin besar quick ratio maka semakin baik pula perusahaan pula kondisi perusahaan. Namun apabila quick ratio memiliki perbandingan 1:1 atau 100% perusahaan tersebut dianggap kurang baik.

    Cash ratio = (kas / hutang lancar) x 100%
    Tahun 2010 = ( 9.435.631.304 / 123.450.557.939) x 100%
    =7,64%
    Tahun 2009 = ( 5.398.758.478 / 96.911.386.652) x 100%
    = 5,57%

    Rasio ini menunjukan kemampuan kas untuk menutupi hutang lancar.

    2 Solvabilitas Perusahaan
    Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Solvabilitas dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah aktiva dengan jumlah hutang. Untuk laporan keuangan diatas perhitungan solvabilitasnya saya menggunakan
    “total debt to capital asset.”

    Total debt to capital assets = (total hutang / total aktiva) x 100%

    Tahun 2010 = (140.879.700.667 / 275.390.730.449) x 100%
    = 51,51%
    Tahun 2009 =(103.889.967.660 / 219.198.880.369) x 100%
    = 47,395%

    Kelikuidan suatu perusahaan tidak dapat ditentukan oleh solvabilitas perusahaan tersebut. Perusahaan yang solvable belum tentu likuid begitu pula sebaliknya.

    3 Rentabilitas Perusahaan
    Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan anatara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Perhitungan rentabilitas berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Hal ini terjadi karena perbedaan antara aktiva dan laba yang mana yang akan dibandingkan dengan yang lain.
    Rentabilitas dibagi menjadi dua, yaitu:
    • Rentabilitas ekonomi
    Rentabilitas ekonomi bisa iukur dengan menggunakan gross prifit margin. Untuk laporan keuangan diatas maka perhitungannya sebagai berikut:

    Gross profit margin = (laba kotor / penjualan netto) x 100%

    Tahun2010 = (62.009.766.595 / 516.581.827.788) x 100%
    = 12,003%
    Tahun 2009 = (68.153.669.345 / 447.956.185.580) x 100%
    =15,214%

    Operating ratio ={(HPP + biaya adm) / penjualan netto} x 100%

    Tahun 2010 ={(454.572.061.193+17.362.828.146) / 516.581.827.788} x 100%
    = 91,357%
    Tahun 2009 ={(379.802.516.235+16.984.119.010) / 447.956.185.580}x100%
    =88,577%

    Net Profit Margin = (laba setelah pajak / penjualan netto)x100%

    Tahun 2010 =( 28.443.539.773 / 516.581.827.788) x 100%
    = 5,506%
    Tahun 2009 =( 30.909.406.991 / 447.956.185.580) x 100%
    = 6,9%

    • Rentabilitas usaha
    Rentabilitas usaha adalah perhitungan rentabilitas suatu perusahaan dengan cara membandingkan laba usaha dengan modal sendiri.

    PENGERTIAN DARI STRUKTUR ORGANISASI
    Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

    Struktur Organisasi Piramid
    Bagan organisasi bentuk Piramid adalah suatu organisasi dimana bentuk bagan organisasi tersebut menyerupai piramid. Dimana suatu pimpinan tertinggi ada di paling atas piramid dan tingkatan pimpinan menengah dan bawahan ada di bagian-bagian bawah. Bentuk piramid sering kali dipakai di organisasi-organisasi, karna bentuk piramid ini mudah dimengerti dan dipahami.

    Type piramid memiliki ciri-ciri antara lain ialah:
    o memiliki jumlah organisasi yang tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit.
    o Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
    o Pada jumlah jabatan sedikit sebab tingkat tingkat relatifnya kecil

    Contoh Stuktur Organisasi Piramid

    Contoh Stuktur Organisasi Bawang Putih

    Balas

  14. OVIA RACHMI
    Des 01, 2016 @ 16:40:05

    Bapak ini Tugas MKI OVIA RACHMI 1412030235 MD.B
    TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM

    SOAL.?
    1. Syarat Dan Ketentuan pembiayaan pada bank syari’ah?
    Jawaban:
    A. Pengertian Pembiayaan
    Pembiayaan adalah suatu produk yang diberikan / ditawarkan bank kepada nasabah atau masyarakat yang membutuhkan guna menunjang kegiatan perekonomian atau kebutuhan mereka.
    B. Tujuan dan Fungsi Pembiayaan
    Pembiayann merupakan sumber pendapatan bagi bank syari’ah. Tujuan pembiayaan yang dilaksanakan perbankan syari’ah.
    Tujuan dan Fungsi Pembiayaan
    a. Tujuan Pembiayaan
    Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.[9]
    b. Fungsi pembiayaan
    Keberadaan bank syariah yang menjalankan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah bukan hanya untuk mencari keuntungan dan meramaikan bisnis perbankan di Indonesia, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan bisnis yang aman, diantaranya :
    1. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem bagi hasil yang tidak memberatkan debitur.
    2. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional.
    3. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan.
    c. Jenis – Jenis Pembiayaan
    1. Berdasarkan Tujuan Penggunaannya, dibedakan dalam :
    1. Pembiayaan Modal Kerja, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk memberikan modal usaha seperti antara lain pembelian bahan baku atau barang yang akan diperdagangkan.
    2. Pembiayaan Investasi, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk modal usaha pembelian sarana alat produksi dan atau pembelian barang modal berupa aktiva tetap / investaris.
    3. Pembiayaan Konsumtif, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk pembelian suatu barang yang digunakan untuk kepentingan perseorangan ( pribadi ).
    2. Berdasarkan Cara Pembayaran / Angsuran Bagi Hasil, dibedakan dalam:
    1. Pembiayaan Dengan Angsuran Pokok dan Bagi Hasil Periodik, yakni angsuran untuk jenis pokok dan bagi hasil dibayar / diangsur tiap periodik yang telah ditentukan misalnya bulanan.
    2. Pembiayaan Dengan Bagi Hasil Angsuran Pokok Periodik dan Akhir, yakni untuk bagi hasil dibayar / diangsur tiap periodik sedangkan pokok dibayar sepenuhnya pada saat akhir jangka waktu angsuran
    3. Pembiayaan Dengan Angsuran Pokok dan Bagi Hasil Akhir, yakni untuk pokok dan bagi hasil dibayar pada saat akhir jangka waktu pembayaran, dengan catatan jangka waktu maksimal satu bulan.
    3. Metode Hitung Angsuran yang akan digunakan. Ada tiga metode yang ditawarkan yaitu :
    1. Efektif, yakni angsuran yang dibayarkan selama periode angsuran. Tipe ini adalah angsuran pokok pembiayaan meningkat dan bagi hasil menurun dengan total sama dalam periode angsuran.
    2. Flat, yakni angsuran pokok dan margin merata untuk setiap periode
    3. Sliding, yakni angsuran pokok pembiyaan tetap dan bagi hasilnya menurun mengikuti sisa pembiayaan ( outstanding )
    4. Berdasarkan Jangka Waktu Pemberiannya, dibedakan dalam
    1. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Pendek umumnya dibawah 1 tahun
    2. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Menengah umumnya sama dengan 1 tahun
    3. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Panjang, umumnya diatas 1 tahun sampai dengan 3 tahun.
    4. Pembiayaan dengan jangka waktu diatas tiga tahun dalam kasus yang tertentu seperti untuk pembiayaan investasi perumahan, atau penyelamatan pembiayaan
    1. Berdasarkan Sektor Usaha yang dibiayai
    1. Pembiayaan Sektor Perdagangan (contoh : pasar, toko kelontong, warung sembako dll.)
    2. Pembiayaan Sektor Industri (contoh : home industri; konfeksi, sepatu)
    3. Pembiyaan konsumtif, kepemilikan kendaraan bermotor (contoh : motor , mobil dll.)
    1. Pembiayaan Berdasarkan Syariah Islam
    Berdasarkan Undang-Undang No. 21 tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 25 mengenai kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh suatu perbankan syariah disebutkan bahwa penyaluran dana (pembiayaan) yang dapat dilakukan oleh bank syariahsyariah adalah melalui :
    1. Transaksi berdasarkan prinsip jual beli:
    a. Murobahah;
    b. Istishna
    c. Salam
    1. Jual beli lainnya.
    2. Transaksi berdasarkan prinsip sewa menyewa:
    a. Ijarah
    b. Ijarah muntahiya bittamlik
    2. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil:
    1. a. Mudhorobah;
    2. b. Musyarokah;
    3. Bagi hasil lainnya.
    4. Pembiayaan dengan berdasarkan prinsip jasa:
    1. Rahn
    2. Qordh
    3. Hiwalah
    4. Kafalah, dan lain-lain.
    Melakukan kegiatan lainnya yang lazim dilakukan bank syariah sepanjang disetujui oleh Dewan Syariah Nasional.
    D. Prosedur Analisis Pembiayaan
    Aspek-aspek penting dalam analisis pembiayaan yang perlu dipahami oleh pengelola bank syariah[13]
    1. Berkas pencataan
    2. Data pokok dan analisis pendahuluan
    1. Realisasi pembelian, produksi dan penjualan
    2. Rencana pembelian, produksi dan penjualan
    3. Jaminan
    4. Laporan keuangan
    5. Data kualitatif dari calon debitur
    3. Penelitian data
    4. Penelitian atas realisasi usaha
    5. Penelitian atas rencana usaha
    6. Penelitian dan penilaian barang jaminan
    7. Laporan keuangan dan penelitiannya.
    3. Apa yang dimaksud dengan:

    1. Analisis Liquiditas
    Jawaban:
    Pengertian likuiditas ini mencakup:
    1. Likuiditas badan usaha ialah kemampuan badan usaha melunasi utang-utangnya yang jatuh tempo.
    2. Likuiditas perusahaan berarti kemampuan perusahaan untuk melakukan pengeluaran atau menyediakan alat-alat lancar tepat pada waktunya, guna kelangsungan proses proses produksinya. Jadi harus tersedia alat likuid yang cukup pada saat membeli bahan baku, membayar upah kerja untuk proses produksi.
    3. Likuiditas suatu aktiva, yaitu kemampuan suatu aktiva atau asset untuk dijadikan uang tunai pada waktu tertentu
    Rasio Likuiditas adalah menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih (S. Munawir, 1995 hal 31).
    Rasio likuiditas terdiri dari :
    1. Current Ratio
    Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.
    Rumus:
    Current ratio = (Aktiva Lancar / Hutang lancar)
    Pada tahun 2011, Current Ratio = 1.717.996 / 2.101.837 = 0,82
    Analisis: Setiap Rp 1 hutang lancer dijamin oleh 0,82 harta lancer atau perbandingan aktiva lancer dengan hutang lancer 0,82 : 1
    2. Acid test ratio (Ratio Immediate Solvency)
    Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid
    Rumus:
    Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan / Hutang Lancar
    Pada tahun 2011 = 1.717.996 – 1.209.340 / 2.101.837 = 0.24
    Analisis: Perusahaan yang mampu membayar hutang walaupun sesudah dikurangi persediaan
    3. Cash Ratio
    Rumus:
    Kas / Hutang Lancar
    Pada tahun 2011 = 102.878 / 2.101.837 = 0,05
    Analisis: Keadaan perusahaan yang mampu membayar hutang lancar dari kas atau setiap Rp 1 Hutang lancar dijamin oleh 0,05.

    2. Analisis Solvabilitas
    Jawaban:
    Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Suatu perusahaan yang solvable belum tentu likuid dan sebaliknya sebuah perusahaan yang insolvable belum tentu likuid.
    1. Total debt to equity ratio (Rasio hutang terhadap Equitas)
    Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya .
    Rumus:
    Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas Pemegang Saham) x 100%
    Pada tahun 2011 = 2.101.837 / 1.422.186 = 1,48 = 148%
    Analisis : Perbandingan antara hutang dan ekuitas perusahaan dimana seluruh kewajibannya perusahaan mampu mebayar sebesar 148
    2. Total debt to asset ratio (Rasio Hutang terhadap Harta)
    Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.
    Rumus:
    Total Debt to Asset Ratio = (Total Hutang / Total aktiva) x 100%
    Pada tahun 2011 = 2.101.837 / 3.719.583 = 0,56 = 56%
    Analisis: Pendanaan perusahaan dibiayai setiap Rp 100 pendanaan perusahaan dibiayai Rp 56

    3. Analisis profitabilitas
    Jawaban:
    Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Yang termasuk dalam ratio ini adalah :
    1. Gross Profit Marginal (Margin Laba Kotor)
    Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.

    Rumus :
    GPM = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) x 100%

    Pada tahun 2011 = 2.142.463 / 8.952.052 = 0,24 = 24%
    Analisis: Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari penjualan bersih adalah sebesar 24%
    2. Net Profit Marginal (Margin Laba Bersih)
    Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
    Rumus:
    NPM = (Laba setelah pajak / Total Aktiva) x 100%
    Pada tahun 2011 = 293.108 / 3.719.583 = 0.08 = 8%
    Analisis: Perusahaan mampu laba bersih sebesar 8%
    3. Rentabilitas Ekonomi
    Rumus: Laba bersih sebelum pajak / Total Aktiva x 100%
    Pada tahun 2011 = 293.108 / 3.719.583 = 0,08 = 8%

    3. Struktur Organisasi yang anda ketahui?
    Jawaban:
    Organisasi adalah sekumpulan dari beberapa orang yang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama
    Adapun terdapat beberapa macam bentuk struktur organisasi yaitu :
    1. Struktur organisasi lini
    2. Struktur organisasi lini dan staff
    3. Struktur organisasi fungsional
    4. Struktur organisasi lini dan fungsional

    1. Organisasi Lini
    Organisasi Garis/ Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya
    Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol
    Ciri – ciri :
    1. Hubungan antara pimpinan & bawahan masih bersifat langsung melalui satu garis wewenang
    2. Selain top manajer , manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana
    3. Jumlah karyawan sedikit
    4. Sarana dan alatnya terbatas
    5. Bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer
    6. Organisasi kecil
    Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando
    2. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar
    3. Proses decesion making berjalan cepat
    4. Disiplin dan loyalitas tinggi
    5. Rasa saling pengertian antar anggota tinggi
    Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Ada tendensi gaya kepernimpinan otokratis
    2. Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat
    3. Tujuan top manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi
    4. Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi

    Gambar struktur organisasi Lini :

    2. Organisasi Lini dan Staf
    Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung
    Ciri – ciri :
    1. Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung
    2. Karyawan banyak
    3. Organisasi besar
    4. Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi:
    a. Personel lini
    b. Personel staf
    Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Ada pembagian tugas yang jelas
    Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
    2. Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
    Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place
    3. Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan
    Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan
    2. Proses decesion makin berliku-liku
    3. Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage
    4. Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat lainnya

    Gambar struktur organisasi Lini dan Staf

    3. Organisasi Fungsional
    Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut
    Ciri :
    1. Organisasi kecil
    2. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli
    3. Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
    4. Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
    5. Pengawasan dilakukan secara ketat
    Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Program tearah, jelas dan cepat
    2. Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai
    3. Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat
    4. Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik
    5. Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik
    6. Solidaritas antar anggota yang tinggi
    7. Moral serta disiplin keija yang tinggi
    8. Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik
    9. Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi
    10. Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
    11. Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis
    Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
    2. Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan
    3. Insiatif perseorangan sangat dibatasi
    4. Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu
    5. Menekankan pada rutinitas tugas – kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
    6. Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit
    7. Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi
    8. Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan
    Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut :
    1. Lingkungan stabil
    2. Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi
    3. Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional

    Gambar struktur organisasi Fungsional

    4. Organisasi Lini dan Fungsional
    Organisasi Lini dan Fungsional adalah organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif/ presidium/plural executive” dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat juga bersifat formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi secara khusus.
    Ciri – ciri :
    1. Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan
    2. Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional
    3. Pembagian kerja dan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon
    4. Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas
    5. Struktur organisasi secara relatif tidak permanea. Organisasi ini hanya dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan
    6. Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif
    7. Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama
    8. Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas
    Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Solodaritas tinggi
    2. Disiplin tinggi
    3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum
    4. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
    5. Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepat
    6. Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan
    7. Usaha kerjasama bawahan mudah digalang
    Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
    1. Kurang fleksibel dan tour of duty
    2. Spesialisasi memberikan kejenuhan
    3. Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota organisasi
    4. Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang lain
    5. Para pelaksana sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja
    6. Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas
    Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi.
    Gambar struktur organisasi Lini dan Fungsional

    5. Organisasi Matrik
    Organisasi matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu or-ganisasi di mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikum¬pulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan
    Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan
    Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda di mana wewenang horison¬tal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dcngan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Sebagai akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang, hal ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatannya para anggotanya juga harus melaporkan kepada dua atasan
    Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, biasanya manajer proyck diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan perintah di mana manajer proyek tersebut akan langsung lapor kepada manajer puncak
    Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
    Pada fleksibelitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur organisasi yang ada
    Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
    Manajer proyek tak bisa mengkoor¬dinir berbagai bagian yang berbeda hingga menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pclaksanaan perintah untuk masing-masing individu. Untuk mengatasi kesulitan yang mungkin timbul, maka manajer proyek biasanya diberi wewenang khusus yang penting, misalnya: dalam menentukan gaji, mempromosikan atau melakukan perlakuan personalia

    Gambar struktur organisasi Matrix

    6. Organisasi Komite
    Organisasi komite adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen
    Organisasi komite terdiri dari :
    1. Executive Committe (Pimpinan komite), yaitu para anggotanya mempunayi wewenang lini
    2. Staff Committee, Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf
    Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
    2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil
    3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
    Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
    1. Proses decesion making sangat lamban
    2. Biaya operasional rutin sangat tinggi
    3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

    Balas

  15. SISKA NOVIOLA
    Des 01, 2016 @ 18:10:50

    Bapak Ini Tugas Siska Noviola 1412030224 MD.B

    NAMA : SISKA NOVIOLA
    NIM : 1412030224
    TUGAS : MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM

    SOAL
    1. Jelaskan syarat dan ketentuan pembiayaan keputusan dari bank syariah?
    Jawaban:

    • Syarat dan ketentuan pembiayaan
    – Pemohon datang ke BMT untuk mengisi form permohonan pembiayaan
    – Pemohon harus membawa jaminan untuk mengajukan pembiayaan, bisa berupa BPKB atau sertifikat tanah
    – Sebelum pengisian form dilakukan, pihak BMT akan menjelaskan tentang masing masing jenis pembiayaan yang bisa di ambil dan mekanismenya
    – Diadakan perjanjian tentang besarnya presentase cicilan ataupun jatuhnya tempo pembayaran pada setiap pembiayaan, karena BMT berbasis syariah maka pemohon bisa melakukan negoisasi
    – Permohonan pembiayaan akan dievaluasi terlebih dahulu, pencairan dana pembiayaan akan dicairkan dalam waktu 1 minggu sampai 1 bulan tergantung banyaknya jumlah antrian pengajuan pembiayaan

    2. Jelaskan apa itu
    a. Rentabilitas?
    b. Likuiditas?
    c. Solvabilitas?
    Jawaban:

    a. Rentabilitas yaitu Suatu perusahaan menunjukkan suatu perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.
    b. Likuiditas yaitu kemampuan suatu perusahaan untuk mmenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus di penuhi.
    Likuiditas badan usaha dapat diketahui dengan cara membandingkan jumlah AKTIVA LANCAR dengan UTANG LANCAR.
    c. Solvabilitas yaitu kemampuan suatu perusahaan untuk memunuhi segala kewajiban finansialnya pada saat perusahaan tersebut dilikuidasi.

    3. Jelaskan 3 macam struktur organisasi yang kamu ketahui?
    Jawaban:

     Tiga macam struktur organisasi:
    1. Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization)
    Merupakan struktur organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk struktur organisasi fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti keuangan produksi,pemasaran,dan sumber daya manusia.

    2. Struktur Organisai Divisional (Divisional Structure Organization)
    Merupakan struktur organisasi yang di kelompokkan berdasarkan kesamaan kelompok berdasarkan kesamaan produk<layanan pasar dan letak geografis.
    Organisasi bentuk divisional ini biasanya diterapkan diperusahaan yang berskala menengah keatas, hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk organisasi fungsional

    3. Struktur Organisasi Matriks (Matrix Structure Organization)
    Merupakan kombinasi dari struktur organisasi fungsinal dan struktur organisasi divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk struktur organisasi tersebut.
    Struktur organisasi matriks ini sering juga disebut dengan stuktur organisasi proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: