renungan

Yaa.Allah….
Engkau.menyuruh.daku…aku.tinggalkan..
Engkau.melarang.aku…aku.kerjakan…
Bisikan.buruk.menggodaku.untuk.berbuat.dosa.akupun.alfa…
Sehingga.aku.tidak.bisa.menjadikan.siang.menyaksikan.shiyamku….
Tidak.sanggup.berlindung.malam.dengan.Tahajjudku…
Tiada.sunnah.yang.aku.hidupkan….
Apalagi.kewajiban.yang.siapapun.melalaikannya.akan.celaka…
Aku.tak.mampu.mendekatiMu.dengan.Keutamaan.Ibadah.sunnah…
Karena.banyak.amalan.yang.Engkau.wajibkan.aku.tinggalkan…
Telah.aku.langgar.batas.yang.Engkau.gariskan…
Sehingga.aku.nodai.kemuliaan…Ku.lakukan.dosa.dosa.besar…
Walau.ampunanmu.untukku.sangat.besar…
Inilah.tempat.orang.yang.sangat.malu.berada.didepanMu…
Yang.marah.pada.dirinya…yang.ridha.pada.diriMu…
Maka.datanglah.ia.menemuiMu.dengan.diri.yang.ketakutan…
Dengan.tengkuk.yg.merunduk….dgn.punggung.berat.dgn.kesalahan..
Ia.bersimpuh.dihadapanMu.dgn.harap.dan.cemas…
Engkaulah.yang.pantas.diharapkan…
Engkaulah.yang.paling.berhak.ditakutkan…
Tenteramkanlah.daku.dari.apa.yang.kutakutkan…

renungan

Yaa.Allah….
Engkau.menyuruh.daku…aku.tinggalkan..
Engkau.melarang.aku…aku.kerjakan…
Bisikan.buruk.menggodaku.untuk.berbuat.dosa.akupun.alfa…
Sehingga.aku.tidak.bisa.menjadikan.siang.menyaksikan.shiyamku….
Tidak.sanggup.berlindung.malam.dengan.Tahajjudku…
Tiada.sunnah.yang.aku.hidupkan….
Apalagi.kewajiban.yang.siapapun.melalaikannya.akan.celaka…
Aku.tak.mampu.mendekatiMu.dengan.Keutamaan.Ibadah.sunnah…
Karena.banyak.amalan.yang.Engkau.wajibkan.aku.tinggalkan…
Telah.aku.langgar.batas.yang.Engkau.gariskan…
Sehingga.aku.nodai.kemuliaan…Ku.lakukan.dosa.dosa.besar…
Walau.ampunanmu.untukku.sangat.besar…
Inilah.tempat.orang.yang.sangat.malu.berada.didepanMu…
Yang.marah.pada.dirinya…yang.ridha.pada.diriMu…
Maka.datanglah.ia.menemuiMu.dengan.diri.yang.ketakutan…
Dengan.tengkuk.yg.merunduk….dgn.punggung.berat.dgn.kesalahan..
Ia.bersimpuh.dihadapanMu.dgn.harap.dan.cemas…
Engkaulah.yang.pantas.diharapkan…
Engkaulah.yang.paling.berhak.ditakutkan…
Tenteramkanlah.daku.dari.apa.yang.kutakutkan…

Hidup adalah Anugerah

Hidup Adalah Anugerah

 

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat  membenci  dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

 

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

 

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya  dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih  gadisnya  itu .

 

Kekasihnya  bertanya  kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah  bisa melihat dunia. Apakah  engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya  itu ternyata buta.  Dan  dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

 

Dan akhirnya si Pria kekasihnya  itu  pergi dengan  meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya  itu, “Sayangku, tolong  engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

 

* * * * *

 

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

 Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

 Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

 Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan  untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

 Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi  ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

 

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

 

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

 

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

 

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah  dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

 

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI  untuk waktumu selanjutnya !!!

 

Guru dan Semangat

Guru dan Semangatnya

 

 Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan

juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan

pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan.

Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.

 

Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang. Apalagi, menjadi guru bagi

anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”. Dan saya, merasa beruntung sekali dapat

menjadi guru mereka, walau cuma dalam beberapa jam saja. Ada kenikmatan

tersendiri, berada di tengah anak-anak dengan latar belakang Cerebral Palsy

(sindroma gangguan otak belakang).

 

Suatu ketika, saya diminta untuk mendampingi seorang guru, di sebuah kelas

khusus bagi penyandang cacat. Kelas itu, disebut dengan kelas persiapan, sebuah

kelas yang berada dalam tingkatan awal di YPAC Jakarta. Lazimnya, anak-anak

disana berumur antara 9-12 tahun, tapi kemampuan mereka setara dengan anak

berusia 4-5 tahun, atau kelas 0 kecil.

 

Saat hadir disana, kelas tampak ramai. Mereka rupanya sedang bermain susun

bentuk dan warna. Ada teriak-teriakan ganjil yang parau, dan hentakan-hentakan

kepala yang konstan dari mereka. Ada pula tangan-tangan yang kaku, yang sedang

menyusun keping-keping diagram. Disana-sini terserak mainan kayu dan plastik.

Riuh. Bangku-bangku khusus berderak-derak, bergesek dengan kursi roda sebagian

anak yang beradu dengan lantai.

 

Saya merasa canggung dengan semua itu. Namun, perasaan itu hilang, saat melihat

seorang guru yang tampak begitu telaten menemani anak-anak disana. “Mari masuk,

duduk sini dekat Si Abang, dia makin pinter lho bikin huruf,” begitu panggilnya

kepada saya. Saya berjalan, melewati anak-anak yang masih sibuk dengan tugas

mereka. Ah benar saja, si Abang, anak berusia 11 tahun yang mengalami Cerebral

Palsy dengan pembesaran kepala itu, tampak tersenyum kepada saya. Badannya

melonjak-lonjak, tangannya memanggil-manggil seakan ingin pamer dengan

kepandaiannya menyusun huruf.

 

Subhanallah, si Abang kembali melonjak-lonjak. Saya kaget. Saya tersenyum. Dia

tergelak tertawa. Tak lama, kami pun mulai akrab. Dia tak malu lagi dibantu

menyusun angka dan huruf. Susun-tempel-susun-tempel, begitu yang kami lakukan.

Ah, saya mulai menikmati pekerjaan ini. Dia pun kini tampak bergayut di tangan

saya. Tanpa terasa, saya mengelus kepalanya dan mendekatkannya ke dada. Terasa

damai dan hangat.

 

Sementara di sudut lain, sang Ibu guru tetap sabar sekali menemani semua anak

disana. Dituntunnya tangan anak-anak itu untuk meniti susunan-susunan gambar.

Dibimbingnya setiap jemari dengan tekun, sambil sesekali mengajak mereka

tersenyum. Tangannya tak henti mengusap lembut ujung-ujung jemari lemah itu.

Namun, tak pernah ada keluh, dan marah yang saya dengar.

 

Waktu berjalan begitu cepat. Dan kini, waktunya untuk pulang. Setelah

membereskan beberapa permainan, anak-anak pun bersiap di bangku masing-masing.

Dduh, damai sekali melihat anak-anak itu bersiap dengan posisi serapih-rapihnya.

Tangan yang bersedekap diatas meja, dan tatapan polos kearah depan, saya yakin,

membuat setiap orang tersenyum. Ibu guru pun mulai memimpin doa, memimpin setiap

anak untuk mengatupkan mata dan memanjatkan harap kepada Tuhan.

 

Damai. Damai sekali mata-mata yang mengatup itu. Teduh. Teduh sekali melihat

mata mereka semua terpejam. Empat jam sudah saya bersama “malaikat-malaikat”

kecil itu. Lelah dan penat yang saya rasakan, tampak tak berarti dibanding

dengan pengalaman batin yang saya alami. Kini, mereka bergerak, berbaris menuju

pintu keluar. Tampak satu persatu kursi roda bergerak menuju ke arah saya.

Ddduh, ada apa ini?

 

Lagi-lagi saya terharu. Setibanya di depan saya, mereka semua terdiam,

mengisyaratkan untuk mencium tangan. Ya, mereka mencium tangan saya, sambil

berkata, “Selamat siang Pak Guru..” Ah, perkataan yang tulus yang membuat saya

melambung. Pak guru…Pak Guru, begitu ucap mereka satu persatu. Kursi roda

mereka berderak-derak setiap kali mereka mengayuhnya menuju ke arah saya.

Derak-derak itu kembali membuat saya terharu, membayangkan usaha mereka untuk

sekedar mencium tangan saya.

 

Anak yang terakhir telah mencium tangan saya. Kini, tatapan saya bergerak ke

samping, ke arah punggung anak-anak yang berjalan ke pintu keluar. Dalam diam

saya berucap, “..selamat jalan anak-anak, selamat jalan malaikat-malaikat

kecilku…” Saya membiarkan airmata yang menetes di sela-sela kelopak. Saya

biarkan bulir itu jatuh, untuk melukiskan perasaan haru dan bangga saya. Bangga

kepada perjuangan mereka, dan juga haru pada semangat yang mereka punya.

 

***

 

Teman, menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan pekerjaan

yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga

pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab

mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.

 

Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya

kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar

pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan.

Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik

mereka.

 

Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar

lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar

mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang

banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita

menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?

 

Teman, jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru.

Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu,

dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang

berbeda disana. Cobalah. Rasakan.

Selamat Hari Kartini

Wanita adalah sebutan yang digunakan untuk spesies manusia berjenis kelamin betina. Lawan jenis dari wanita adalah pria atau laki-laki. Wanita adalah kata yang umum digunakan untuk menggambarkan perempuan dewasa. Pesona wanita sejak dulu hingga sekarang sebetulnya tidak pernah berkurang atau bertambah, hanya tentu saja pada jaman sekarang peranan wanita yang lebih bervariasi dalam pola kehidupan masyarakat, membuat wanita semakin menonjol untuk dibicarakan dan dibahas. tepat hari ini kita memperingati hari Kartini, yang menjadi sebuah lambang kesetaraan Gender antara Pria dan Wanita. Kartini dapat diibaratkan sebagai seorang wanita tangguh, bukan dalam arti kartini berjuang dengan senjata untuk membuat kesetraaan jender. wanita tangguh memperlihatkan keberaniannya meskipun ia sedang merasa takut, wanita tangguh memberikan yang terbaik dari dirinya kepada orang lain & keluarganya wanita tangguh menyadari bahwa kesalahan dalam hidup bisa mendatangkan kebaikan dan manfaat yang membangun, wanita tangguh mengetahui dengan jelas bahwa Tuhan yang Maha Kuasa akan selalu menopang ketika ia lemah ataupun tersandung, dan wanita tangguh memiliki iman bahwa sepanjang perjalanan hidupnya ia akan tumbuh makin kuat. Dahulu pada jaman romawi menempatkan kedudukan kaum wanita dibandingkan dengan prianya, ternyata masih dibawah kedudukan wanita. Menurut undang-undang Romawi masa itu, wanita adalah harta-benda milik laki-laki, dapat diperlakukan sekehendak hati, ia berkuasa dari soal hidup sampai matinya, dipandang persis seperti budak. Ia menjadi milik bapaknya, kemudian milik suaminya, lalu milik anaknya. Pemilikan demikian ini persisi seperti memiliki budak atau seperti memiliki binatang dan benda mati. Wanita dipandangnya hanya sebagai pembangkit nafsu berahi. Ia tidak punya kuasa apa-apa terhadap sifat kebetinaannya, hingga mau tidak mau ia harus berpura-pura berbuat sopan sedapat mungkin, dan ini tetap berlaku selama berabad-abad kemudian, termaksud dalam jaman era kartini. Saat ini saat dikatakan wanita sudah sederajat dengan pria ternyata banyak wanita sendiri yang melakukan pelecehan terhadap dirinya sendiri, maksudnya apa, Banyak kita temui para wanita yang menjajakan harga diri dan kesucian di jalan-jalan tanpa ada perasaan risih dan mereka menanggalkan rasa malunya, Mereka mengumbar nafsu para lelaki, padahal telah kita ketahui bahwa laki-laki itu sangat mudah tergoda apalagi oleh perempuan yang berpakaian seksi, sehingga banyak timbul kejahatan karenanya, misalnya pemerkosaan, permusuhan, pembunuhan. fakta yang terjadi memang benar bahwa banyak sekali kerusakan yang telah timbul karena wanita yang tidak mengenali kemuliaan, kehormatan dan kesucian dirinya, sehingga menjadi wanita yang tidak bermartabat bahkan “murahan.” Wanita bisa menjadi sumber kerusakan hal yang mungkin ditimbulkan oleh wanita adalah pengaruh harta dan kekuasaan. Wanita banyak yang tertipu dengan indahnya kehidupan dunia, suka bermewah-mewahan dan berfoya-foya. Lalu mereka mempengaruhi suami-suami mereka agar melakukan perbuatan haram untuk memenuhi nafsu dunianya, hingga banyak terjadi pencuriaan, perampokan, dan korupsi, karena laki-laki itu tidak ingin ditinggalkan wanita yang terlanjur dicintainya. Pepatah mengatakan wanita adalah makhluk yang mulia, namun kenyataannya adalah wanita sangat sengsara. TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang bekerja di luar negeri sangat sengsara, banyak wanita yang disiksa bahkan ada pula yang pulang tinggal nama. Betapa pilu hati hati kita menyaksikan berbagai kejadian naas yang menimpa wanita. Kekerasan dalam rumah tangga, penyiksaan, pelecehan seksual, dan sebagainya. terkdang orang menyebut “Emansinya Kebablasan“ yang seperti kita ketahui saat ini. Banyak wanita yang melakukan hal semaunya sendiri. Ada yang bekerja tetapi tidak memikirkan nasib keluarganya. Padahal sebagai seorang isteri yang baik, harus mengikuti imamnya. Terkadang lelaki dengan persepsi terbatas melakukan wanita sebagi barang, jika perlu memiliki wanita lebih dari satu atau disebut poligami, meskipun ditegaskan beribu kali oleh para penyokong poligami bahwa, poligami kerap menistakan perempuan. Poligami adalah kekerasan terhadap perempuan. Saya sangat mengagumi wanita, karena saya hidup di kelilingi wanita-wanita yang hebat, Ibu saya yang dengan hebat membimbing saya menjadi seperti saat ini, Istri saya yang hebat dengan setia mendampingi saya untuk bisa menjadi diri saya, putri tercinta yang hebat memberi inspirasi dan gairah untuk berjuang hidup, dan sahabat-sahabat wanita yang memberi warna dalam persahabatan dalam dunia ini. wanita adalah kunci kebaikan suatu bangsa. Wanita adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut. Selamat hari kartini… dan jadikan momentum untuk untuk cermin wanita saat ini…

Berpikir Kritis

Berpikir Kritis

Berpikir Kritis adalah “ketetapan yang hati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk apakah kita sebaiknya menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap suatu pernyataan, dan tingkat kepercayaan dengan mana kita menerima atau menolaknya.”
dari Critical Thinking oleh Moore dan Parker.

Karakteristik Pemikir Kritis

·         Mereka jujur terhadap diri sendiri

·         Mereka melawan manipulasi

·         Mereka mengatasi confusion

·         Mereka bertanya

·         Mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti

·         Mereka mencari hubungan antar topik

·         Mereka bebas secara intelektual

Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau komunikasi. Di bawah ini adalah metoda dari berpikir kritis yang diambil dari Wikipedia dan beberapa sumber lain.

Langkah-langkah

Walaupun tidak ada langkah-langkah yang perlu diambil secara rigid, langkah-langkah di bawah ini berguna dalam berpikir kritis:

1.        Buatlah daftar pendapat dan kumpulkan argumentasi yang mendukung setiap pendapat tersebut.

2.        Pecahkan argumentasi yang anda dapatkan pada langkah pertama menjadi kalimat-kalimat pendukungnya dan carilah implikasi dari kalimat-kalimat ini.

3.        Carilah kontradiksi pada kalimat-kalimat dan implikasinya yang anda dapatkan pada langkah 2.

4.        Dari argumen-argumen yang anda dapatkan, susunlah berdasarkan argumen-argumen yang saling bertentangan dan beri bobot untuk argumen-argumen tersebut

o    Tambahkan bobot jika sebuah klaim memiliki dukungan yang kuat, terutama jika memiliki alasan-alasan yang kuat. Kurangi bobot jika ada klaim yang memiliki kontradiksi

o    Ubahlah bobot tergantung dari relevansi dari informasi terhadap isu yang dibicarakan

o    Klaim yang besar membutuhkan bukti yang besar pula, jika sebuah klaim besar tidak memiliki bukti yang cukup, abaikan klaim ini dalam membentuk opini anda.

5.        Tinjaulah bobot dari setiap klaim

o    Opini yang memiliki bukti yang terkuat kemungkinan besar adalah benar

o    Mind map adalah alat yang efektif untuk mengevaluasi informasi ini. Pada tahap-tahap akhir, bobot numerik dapat diberikan pada cabang-cabang Mind map

Tentunya berpikir kritis tidak menjamin seseorang akan mencapai kesimpulan yang tepat. Pertama, ada kemungkinan seseorang tidak memiliki seluruh informasi yang relevan. Informasi yang penting mungkin belum ditemukan atau informasi tersebut mungkin tidak akan dapat ditemukan. Kedua, pemihakan (bias) dari seseorang dapat saja menghalangi pengumpulan dan penilaian informasi secara efektif.

Mengatasi Pemihakan (Bias)

Untuk mengurangi pemihakan, beberapa cara harus dilakukan jika seseorang ingin berpikir kritis. Jangan tanyakan “Bagaimana hal ini bertentangan dengan pendapat saya?”, tapi tanyakanlah “Apa artinya ini?”

1.        Jangan lakukan penilaian terlalu dini pada tahap pengumpulan informasi

2.        Anda harus sadar terhadap kekurangan anda sendiri dan orang lain dengan cara:

o    menerima bahwa setiap orang memiliki pemihakan di bawah sadar (pemihakan secara refleks)

o    bersikap tanpa ego

o    membuang pendapat semula anda jauh-jauh

o    sadar bahwa setiap orang memiliki kelemahan masing-masing

3.        Gunakan metoda sokratis untuk mengevaluasi sebuah argumen dengan menanyakan pertanyaan terbuka. Sebagai contoh adalah:

o    Apa yang anda maksud dengan __________?

o    Bagaimana anda dapat berkesimpulan begitu?

o    Mengapa anda berpendapat bahwa itu adalah benar?

o    Dimana anda mendapatkan informasi tersebut?

o    Apa yang terjadi jika anda ternyata salah?

o    Dapatkah anda memberikan dua buah sumber yang tidak setuju dengan anda dan jelaskan mengapa?

o    Mengapa hal ini penting?

o    Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa anda mengatakan yang sebenarnya?

o    Apa penjelasan alternatif dari fenomena ini?

Berkesimpulan

Janganlah membuat asumsi secara berlebihan, dengan kata lain: jangan memperumit masalah anda. Berpikir kritis adalah sebuah proses yang tidak akan selesai. Seseorang dapat mencapai sebuah kesimpulan tentatif berdasarkan evaluasi dari informasi yang ada. Tetapi, jika ada informasi baru yang ditemukan maka proses evaluasi harus dijalankan kembali.

Berpikir kritis

Saya tergelitik untuk mengulas tentang berpikir kritis, yang menjadi salah satu visi dari blog kami. Berpikir kritis yang menjadi dasar dalam visi kami, tepatnya dalam kami bersikap dengan lingkungan, mempunyai pemahaman bahwa dalam menanggapi suatu informasi, berita, wacana, perintah, tidak selalu serta merta kami percayai dan kami laksanakan, tapi biasanya kami warga salmon mendiskusikannya. Kami berusaha untuk mencari tahu apa yang menjadi latar belakang terjadinya “sesuatu” (seperti informasi, berita, wacana, dan perintah) pada kami.
Kemudian kami biasanya berusaha pula mencari tahu apa yang selayaknya atau idealnya yang “terjadi” bukan hanya seperti “sesuatu” yang kami terima saja. Jadi kami tidak akan menerima secara mentah-mentah “sesuatu” tersebut. Kami akan berdiskusi sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Biasanya kami menerima kesimpulan tersebut, walaupun tidak dipaksakan setiap warga harus menerima kesimpulannya, karena kami masih punya satu visi yang lain, yang ketiga yaitu harmonis dalam perbedaan.

Sekolah tersebut haruslah juga menghilangkan sistem ranking. Juga tidak ada tes psikologi untuk mengukur kecerdasan seorang anak. Tes psikologi untuk mengukur IQ yang kita kenal sekarang ini jauh dari memadai untuk mengukur kemampuan otak manusia. Sistem rangking malah menciptakan pelabelan di sekolah. Ada anak pintar dan ada anak bodoh. Pendekatan pendidikan terbaru dikembangkan atas keyakinan bahwa setiap anak mempunyai kecerdasannya sendiri dengan cara yang benar-benar berbeda dengan anak lain. Karena itu dalam sistem ini upaya membanding-bandingkan antara anak satu dengan anak lainnya dihindari.
Sebagai konsekuensinya kegiatan belajar mengajar menggunakan pendekatan Multiple Intelligences yang dikembangkan oleh pakar neurosains Dr Howard Gardner. Menurut teori ini manusia mempunyai delapan macam kecerdasan sementara sistem pendidikan pada umumnya hanya mengembangkan dua kecerdasan. Kecerdasan itu adalah: kecerdasan linguistik, matematis-logis, viso-spasial, musik, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Anak didik dipetakan menurut kedelapan kecerdasan ini dan mendidik mereka dengan cara berbeda sesuai dengan tipe kecerdasan yang dimiliki masing-masing anak. Karena itu metode pengajaran yang diterapkan bisa sangat khas. Dalam mengajarkan matematika misalnya, maka cara mengajar untuk anak dengan tipe kecerdasan linguistik berbeda dengan anak bertipe kecerdasan matematis-logis dan berbeda pula untuk anak dengan tipe kecerdasan viso-spasial. Pada umumnya para pengajar akan berkeberatan jika murid-murid mereka bergerak selama pelajaran berlangsung, di sisi lain  anak dengan tipe kecerdasan kinestetik -yang selalu bergerak- akan tersiksa jika mereka harus duduk diam selama pelajaran berlangsung, padahal anak dengan tipe ini akan sangat cepat menyerap pelajaran justru dengan membiarkannya bergerak. Pola inilah yang dikenal dengan mendidik sesuai kecerdasan anak.
Para pendidik di sekolah seperti ini mempunyai keyakinan bahwa tiap anak mempunyai kecepatan dan waktu tersendiri dalam mempelajari atau menguasai sesuatu. Jadi tidak perlu memaksa anak yang belum bisa membaca untuk bisa membaca misalnya. Sebab jika tiba saatnya anak ini akan mampu membaca dengan sendirinya bahkan kemampuannya bisa melampaui anak yang mampu membaca di usia yang lebih dini. Sangat penting untuk disadari adalah menciptakan kondisi yang mampu membuka gerbang kecintaan anak-anak akan pembelajaran. Dengan cara itu diharapkan kita akan mewariskan generasi pembelajar yang mampu untuk belajar dan mengembangkan diri mereka sendiri sepanjang hidup mereka. Dan hal itu bisa dicapai dengan cara menghindarkan setiap kondisi yang membuat mereka justru berhenti atau bahkan membenci proses pembelajaran itu sendiri.

Teori Kecerdasan Pelbagai diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner pada tahun 1983. Beliau merupakan profesor dalam bidang pendidikan di Harvard Universiti. Menurut Gardner, kaedah lama untuk mengukur tahap kecerdasan manusia, iaitu berdasarkan ujian IQ adalah terlalu terhad. Justeru, Dr. Gardner telah mengemukakan 8 jenis kecerdasan yang berbeza sebagai satu cara untuk mengukur potensi kecerdasan manusia, kanak-kanak dan dewasa. Kecerdasan-kecerdasan yang telah dikenal pasti adalah seperti berikut:

1.        Linguistic intelligence (“word smart”):

2.        Logical-mathematical intelligence (“number/reasoning smart”)

3.        Spatial intelligence (“picture smart”)

4.        Bodily-Kinesthetic intelligence (“body smart”)

5.        Musical intelligence (“music smart”)

6.        Interpersonal intelligence (“people smart”)

7.        Intrapersonal intelligence (“self smart”)

8.        Naturalist intelligence (“nature smart”)

Berikut adalah bagaimana teori kecerdasan pelbagai boleh diaplikasikan dalam situasi pengajaran dan pembelajaran secara hubungan berikut:

1.        PERKATAAN (linguistic intelligence)

2.        NOMBOR ATAU LOGIK (logical-mathematical intelligence)

3.        GAMBAR (spatial intelligence)

4.        MUZIK (musical intelligence)

5.        REFLEKSI KENDIRI (intrapersonal intelligence)

6.        PENGALAMAN FIZIKAL (bodily-kinesthetic intelligence)

7.        PENGALAMAN SOSIAL (interpersonal intelligence), and/or

8.        PENGALAMAN DENGAN ALAM SEMULAJADI (naturalist intelligence)

1.        Kecerdasan Verbal – Linguistik [authors]
Kemampuan menggunakan perkataan secara berkesan sama ada secara lisan atau tulisan, termasuk – keboleban memanipulasikan ayat, gaya bahasa dan pengucapan dengan baik dan sempurna.
Contoh aktiviti: Perbahasan, perbendaharaan kata, ucapan formal, penulisan kreatif, bacaan, jurnal, diari, puisi, jenaka dan bercerita.

KERJAYA: Sasterawan: Penulis, Penyajak, Penceramah, Pensyarah dalam bidang sastera.
CONTOH: Faisal Tehrani, A. Samad Said, William Shakespeare, Rene Blanco, Sir Arthur Conan Doyle
2. Kecerdasan Logik – Matematik [scientists]
Kebolehan menggunakan nombor, menaakul, mengenal pasti pola abstrak, perkaitan, sebab dan akibat (logik). Melibatkan pemikiran saintifik, termasuk pemikiran secara heuristik, induktif dan deduktif, membuat inferens, mengkategori, generalisasi, perhitungan dan pengujian hipotesis.
Contoh aktiviti: Penggunaan simbol, rumus, urutan nombor, pola abstrak, perkaitan sebab dan akibat (logik), penyelesaian masalah, pengurusan grafik dan pengiraan.
KERJAYA: Ahli matematik, Saintis, Jurutera, Akauntan
CONTOH: Carl Friedrich Gauss, Al-Khawarizmi, Isaac Newton

3. Kecerdasan Fizikal – Kinestatik [dancers]

Berkaitan dengan pergerakan dan kemahiran fizikal seperti koordinasi, keseimbangan dan kelenturan badan. Menggunakan anggota badan untuk meluahkan idea dan perasaan.
Contoh aktiviti: Tarian kreatif, drama, main peranan, aktiviti jasmani, latihan fizikal, pemain sukan dan seni pertahanan diri.
KERJAYA: Atlit sukan, pemain bola sepak, peninju, penari, pelakon, tentera, polis.
CONTOH: Nicole David, Michael Jordan, David Beckham, Shazlin Zulkifli, Muhammad Ali, Shah Rukh Khan, Rosyam Noor, Jackie Chan
4. Kecerdasan Visual – Spatial [architects]
Kebolehan mencipta gambaran mental dan mengamati dunia visual. Berkepekaan terhadap warna, garis, rentuk dan ruang. Berkebolehan menvisual secara spatial dan mengorientasi diri dalam matriks ruang.
Contoh aktiviti: melukis, mengecat, skema warna, garis rentuk dan ruang, mencipta gambaran mental, imaginasi aktif, peta minda, menvisual secara spatial dan mengorientasi diri dalam matriks ruang.
KERJAYA: Pelukis, pengukir, arkitek.
CONTOH: Hijjaz Kasturi. Minoru Yamasaki, Alexander Thomson Alexander, Pablo Picasso, Leonardo Da Vinci
5. Kecerdasan Muzikal-Ritma [musicians]
Kemampuan untuk menggemari, mendiskriminasi dan meluahkan perasaan melalui muzik. Kecendenmgan ini termasuk kepekaan terhadap ritma, melodi atau kelangsingan suatu hasil muzik.
Contoh aktiviti: Persembahan muzik, bunyi vokal, bunyi instrumental, nyanyian dan drama lagu.
KERJAYA: Komposer, penyanyi, penggubah lagu, pemain muzik.
CONTOH: Adnan Abu Hassan, Ajai, M. Nasir, Yasin, Kitaro, Beethoven, Mozart, P. Ramlee, Siti Nurhaliza, Misha Omar
6. Kecerdasan Intrapersonal [therapists]
Berpengetahuan kendiri dan berkebolehan untuk menilai diri sendiri. Mempunyai gambarann yang tepat tentang diri sendiri, kesedaran terhadap mood dalaman, kehendak, motivasi, kemarahan, dorongan dan kemampuan untuk mendisipIinkan diri dan jati diri.
Contoh aktiviti: Teknik metakognisi, strategi pemikinm, proses emosi, prnktis mind fullness, taakulan tahap tinggi, disiplin diri dan amalan pemusatan.
KERJAYA: Pengarang, Penyajak, Ahli falsafah, Ahli Motivasi, Pakar Kaunseling, Ahli Psikologi
CONTOH: H.M Tuah Iskandar, Dr. Fadzilah Kamsah, Albert Ellis, Willaim Glasser, Howard Gardner, Jean Piaget
7. Kecerdasan Interpersonal [entrepreneurs]
Kemampuan untuk rnendiskriminasi antara pelbagai petanda interpersonal dan kebolehan untuk berkornunikasi dengan berkesan secara pragmatik terhadap petanda tersebut.
Contoh aktiviti: kornunikasi antara individu, latilhan ernpati, latihan kolaboratif, rnernberi maklurn balas, strategi pernbelajaran kooperatif dan sedia bekerja sama
KERJAYA: Ahli politik, Peniaga, Pengacara, Usahawan
CONTOH: Donald Trump, David Letterman, Aznil Hj. Nawawi
8. Kecerdasan Naturalis [naturalists]
Mengenali, menyusun dan mengkategorikan pelbagai jenis flora dan fauna
KERJAYA: Petani, Ahli botani, Ahli biologi, Perancang Bandar, Geologist
CONTOH: Louis Agassiz, David Starr Jordan, Edward D. Cope, Charles Darwin
Dengan memanfaatkan kecerdasan masing-masing. Semua tokoh di atas menempa nama dalam bidang masing-masing. Masa depan yang cerah, menjadi penyumbang utama dalam sejarah manusia, dihormati sepanjang zaman.

 

 

**** Sakit kritis diantaranya serangan jantung, by pass, stroke, kanker, koma     gagal ginjal, luka bakar, tumor jinak otak, paru-paru kronik

Nasib uang 1000 dan 100.000

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan yang berkualitas dan peralatan yang sama. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :”Ya, ampiiiuunnnn. ………..darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan…… bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan …… Ada apa denganmu?” Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : “Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ (pren : tau kan baluang…?) Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……” Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: “Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm….dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. . ” Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!” “Apa itu?” uang seratus ribu penasaran. “Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..” Begitulah manusia dan nasib, terkadang nasib baik membuat manusia lupa akan fitrahnya kepada sang kuasa, mereka terlalu menikmati dunia dan melupakan akhirat. yang mana kah nasib anda uang 1000 atau 100.000 Sumber milist: internal Sanyo Indonesia

Selamat Menyontreng

Selamat Menyontreng

Bramantyo Djohanputro

Berbagai survey dan analisis menunjukkan, sebagian besar masyarakat
sudah memiliki pilihan jauh sebelum masa kampanye. Sebagian saja yang
terpengaruh oleh kampanye berbagai media, dan yang dapat mengalihkan
pemilih ke partai lain. Salah satu isu penting yang mencuat dari
partai-partai tersebut adalah ekonomi, baik domestik maupun
internasional.

Dalam hal isu ekonomi domestik, yang dilontarkan tidak jauh dari masalah
pengangguran, peningkatan kesejahteraan, pemerataan kemakmuran, dan
masalah korupsi. Isu-isu tersebut selalu terdengar sejak Pak Harto masih
berkuasa, dan tetap menjadi isu hangat yang belum terpecahkan sampai
saat ini. Ditambah lagi berbagai bencana, baik bencana alam murni,
bencana karena ulah manusia, maupun bencana karena keteledoran manusia
terhadap alam dan lingkungannya. Situ Gintung merupakan salah satunya,
dan menumpuk potensi dari situ-situ yang lain bila hujan masih datang
dalam beberapa hari atau bulan ke depan.

Masalah pengangguran, dan peningkatan serta pemerataan kemakmuran mau
tidak mau mengedepankan isu rakyat kebanyakan, termasuk masyarakat desa
dan petani yang jumlahnya lebih dari 60% masyarakat Indonesia. Mereka
menjadi ajang perebutan partai-partai, terutama yang secara terus terang
mengangkat isu-isu pembangunan pedesaan.

Masalah ekonomi internasional terkait dengan sistem ekonomi dunia yang
sedang berubah, sementara posisi Indonesia, menurut hemat saya, tidak
jelas benar di mana maunya. Dalam tatanan pasar bebas, Indonesia
cenderung mengikuti arus tersebut. Namun kondisi saat ini cenderung
menuntut Pemerintah dan masyarakat untuk menerapkan ekonomi protektif,
terutama terhadap serangan produk luar negeri. Upaya ke arah tersebut
telah dilakukan dalam beberapa aspek sekalipun masih minim.

Tampaknya saat ini hanya negara-negara besar yang tetap getol mendorong
dunia untuk menerapkan sistem pasar bebas, seperti yang ditunjukkan
dalam pertemuan G-20 di London baru-baru ini. Namun apakah hal tersebut
serius dilakukan oleh negara-negara yang iktu berunding? Tampaknya
tidak. Isu dumping atau banting harga tidak dapat dihindari. Produsen
berbagai produk ekspor, seperti China, yang saat ini menjual produknya
sangat murah dicurigai sengaja melakukannya demi memastikan tetap
beroperasinya perusahaan-perusaha an di sana. Indonesia sendiri mendorog
penggunaan produk-produk domestik, sekalipun masih banyak hal yang perlu
dibenahi dalam menjalankan kebijakan tersebut, baik oleh pemerintah
maupun pihak swasta.

Lalu apa yang diharapkan dari ramai-ramai datang ke TPS dan mencontreng
gamabr partai atau nama calon legislatif? Bagi masyarakat umum, ke
depannya masih belum jelas apakah mereka akan benar-benar memperjuangkan
kepentingan masyarakat, sesuai dengan isu-isu di atas. Mengaca apa yang
terjadi di periode yang lalu, kebijakan yang dibuat oleh dewan banyak
bernuansa kepentingan sepihak. Dan kemungkinan besar lainnya adalah,
Pemilu 9 April 2009 hanya dijadikan jalan antara untuk menuju kursi RI 1
dan RI 2.

Dalam konteks naik turunnya ekonomi dan bisnis, sebagian besar
masyarakat bersifat menunggu sampai akhir kwartal kedua 2009. Bila
semuanya lancar, masyarakat cenderung optimis akan terjadinya
pertumbuhan ekonomi mulai kwartal kedua 2009. Ada faktor yang dapat
mengurangi rasa optimisme tersebut. Pertama, persiapan Pemilu mengalami
kendala serius, khususnya terkait masalah DPT yang amburadul. Kemarin
pagi saya bertemu seorang rekan dari Bekasi, yang mengatakan namanya
tercatat dua kali di dalam DPT.

Kedua, masalah keterlambatan pengucuran stimulus ekonomi yang sudah
dijanjikan. Namanya saja stimulus, tentunya peningkatan kesejahteraan,
yang diukur dengan pertumbuhan Produk Nasional Bruto (PNB) atau Produk
Domestik Bruto (PDB) riil, buka semata-mata dari dana stimulus tersebut
saja. Yang penting adalah sejauh mana dana tersebut diterima oleh
masyarakat, yang kemudian dibelanjakan untuk produk domestik ke produk
lainnya, penerima dana membelanjakan lagi untuk produk domestik lainnya,
dan demikian seterusnya sehingga terjadi efek multiplikasi (multiplier
effect). Efek tersebut membutuhkan waktu sehingga dampak pada PNB maupun
PDB baru terjadi beberapa saat kemudian, dengan catatan terjadi
konsistensi belanja terhadap produk domestik.

Pada waktu datang ke TPS, memang belum tentu faktor-faktor di atas yang
ada di benak pemilih. Mudah-mudahan keputusan dalam beberapa detik saat
di dalam bilik TPS benar-benar memberi manfaat beberapa tahun ke depan
untuk mendapatkan figur-figur yang cocok dengan isu-isu di atas. Dengan
demikian, KPU wajib berterimakasih kepada mereka yang datang ke TPS,
sekalipun tiket kereta ke luar Jakarta tanggal 7 dan 8 April sudah
penuh. Mungkin mereka akan datang ke TPS di daerah, atau menikmati hari
Pemilu sebagai hari liburan saja.

Belajar Malu sebelum dipermalukan

Kita saat ini berada di sebuah zaman oleh banyak orang bilang zaman edan.Bahkan sampai bisa dikatakan manusia lebih sesat daripada binatang. Seorang anak membunuh Ibunya, Seorang Ibu yang dengan tega membunuh anaknya walau masih dalam kandungan (Aborsi).Seorang bapak memperkosa Anaknya ,Aurat dipertontonkan dengan menggunakan kecanggihan teknolgi.Harga diri dijual dijadikan ajang komoditi, perempuan rela telanjang di depan umum demi seni body painting, suami istri melakukan perselingkuhan dengan bangganya, dan lain sebagainya.Rasa Malu sebenarnya merupakan bagian dari iman.Dengan rasa malu tidak akan mendatangakan kecuali kebaikan.

Malu adalah suatu kondisi di mana kita merasa bersalah jika melakukan suatu perbuatan. Karena itu di dalam bahasa Inggris ‘ashamed’ atau malu diartikan dengan ‘troubled by guilty feeling,’ atau merasa terganggu oleh adanya rasa bersalah. Harapannya, rasa malu ini bisa jadi pagar pengaman dari nafsu binatang kita yang kadang liar dan sulit terkendali. Bagaimana rasa bersalah bisa muncul, ini tentunya didasarkan atas beberapa kemungkinan. Sebagaimana dalam ilmu sosial-keagamaan, dalam proses mencari kebenaran kita bisa menyandarkan pada beberapa ukuran. Pertama, didasarkan atas kebenaran yang dipahami sendiri. Kedua, kebenaran yang diyakini oleh orang banyak.  Jika dianalogikan, maka rasa malu bisa tercipta, Pertama, atas dasar pemahaman diri sendiri tentang perasaan bersalah. Kedua, berdasarkan keyakinan suatu masyarakat dalam lokal budaya tertentu. Ini biasanya disebut dengan moral. Ketiga, lahir dari pemahaman atas doktrin ketuhanan.

Bila seorang tidak mampunyai rasa malu , ia akan menjadi keras dan berjalan mengikuti kehendak hawa nafsunya. Tak peduli apakah yang harus menjadi korban adalah mereka yang tak berdosa. Ia rampas harta dari tangan-tangan mereka yang fakir tanpa belas kasihan, hatinya tidak tersentuh oleh kepedihan orang-orang lemah yang menderita. Matanya gelap, pandangannya ganas. Ia tidak tahu kecuali apa yang memuaskan hawa nafsunya. Bila seorang sampai ke tingkat prilaku seperti ini, maka telah terkelupas darinya fitrah agama dan terkikis habis jiwa

Sudah saatnya malu menjadi budaya yang harus selalu dijaga dan dipelihara, baik oleh individu, kelompok, terlebih bangsa ini. Kita sadari betapa tidak berhentinya petaka, bencana, yang melanda bangsa ini mungkin salah satunya diakibatkan oleh hilangnya rasa malu.ketika pejabat malu berkorupsi, eorang pengusaha merasa malu jika terlambat memberi upah pada karyawannya, Artis Malu Memamerkan Aurat, Kita malu mengumbar kata-kata kotor maka yang terjadi adalah pembentukan budaya malu yang akan memajukan bangsa ini.

Kenapa memiliki rasa malu itu penting dan harus dibudayakan. Karena dengan rasa malu kita tidak akan lagi menyaksikan tindakan amoral dan kekerasan yang meresahkan masyarakat banyak. Orang-orang akan berkompetisi untuk bersikap sosial yang baik dan mengubur tindakan amoral dengan rapi. Karena itu hal ini perlu dibudayakan. Sebagaimana yang kita ketahui, salah satu pengertian budaya adalah tingkat mutu ekspresi manusia. Dalam perihal mencari penghidupan misalnya, kualitas budaya beberapa orang pejabat dapat dilihat melalui pola ekspresi atau cara bagaimana mereka mendapatkan penghidupan.

Sebenarnya sebagian bangsa Indonesia secara sadar menyatakan bahwa “malu” merupakan bagian dari budaya bangsa. Berbagai pernyataan dan tulisan di media telah membahas hal tersebut. Namun kiranya kurang arif manakala hanya karena ulah dari suatu pihak atau kelompok “yang tidak tahu malu”, kemudian dikaitkan dengan budaya bangsa secara keseluruhan. Faktor budaya adalah asset bangsa, maka perlu kearifan dalam memahami masalah ini.

Saat kapan untuk menunjukkan rasa malu bagi masing-masing individu adalah sangat relatif tergantung kepada pribadi, waktu, tempat serta konteks permasalahan yang dihadapi oleh orang per orang. Untuk membangun “budaya malu”, fungsi agama dan lembaga pendidikan adalah sangat penting dan ikut menentukan. Apabila sampai pada keadaan bahwa orang sudah tidak punya malu, maka misi agama dan lembaga pendidikan dianggap gagal.

Dekandensi moral sudah sedemikian meluas, dan menghilangnya budaya malu, dan berganti menjadi budaya Malu-maluin. Sebagai contoh adanya kebebasan seksual pada generasi muda saat ini, Budaya malu harus kembali dikampanyekan. Malu memperlihatkan aurat, malu mengambil hak yang bukan hak pribadinya, malu dan malu. “Jadi orang harus diajak untuk memiliki malu kalau melakukan penyimpangan pada bidangnya. Budaya malu adalah benteng terakhir untuk tidak melakukan suatu perbuatan yang melanggar moral, etika, norma dan hukum.

Pada esensinya, kondisi masyarakat sudah banyak berubah hingga hari ini, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Namun segenap perubahan itu masih saja menyisakan sisi gelap yang pada akhirnya kurang memberi manfaat dan merugikan sebagian dari masyarakat.Karena itu yang perlu ditanamkan sebagai landasan untuk melakukan perubahan adalah budaya malu.Bila budaya malu sudah tertanam maka tatanan kehidupan masyarakat akan beranjak pada budaya kerja. Pada tahap yang paling tinggi, segenap kehidupan masyarakat akan terikat oleh budaya mutu. Pada tahap inilah yang namanya kemakmuran dan kesejahteraan hidup bersama akan bisa terwujud. Rasa malu itu yang kini luntur dalam warna kehidupan bangsa kita, dalam terlalu banyak hal.

Maka Sudahkah anda malu..? Atau Anda termakdsud orang yang malu-maluin.

Anal Sex

Soal: Apa hukum mendatangi istri di duburnya (belakang) atau mendatanginya dalam keadaan haidh atau nifas?

Jawab: Tidak boleh menggauli istri di duburnya atau dalam keadaan haidh dan nifas. Bahkan yang demikian itu termasuk dari dosa-dosa besar berdasarkan firman Allah Ta’ala (artinya):
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah “Haidh itu adalah kotoran.” Maka jauhilah diri kalian dari wanita ketika haidh. Dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka sudah suci, maka datangilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. Isteri-isteri kalian adalah (seperti) ladang (tempat bercocok tanam) bagi kalian. Maka datangilah ladang kalian bagaimana saja kalian kehendaki.” (Al Baqarah 222-223)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan pada ayat ini wajibnya menjauhkan diri dari wanita ketika dalam keadaan haidh dan melarang untuk mendekati mereka sampai mereka dalam keadaan suci. Yang demikian itu menunjukkan atas pengharaman untuk menggauli mereka ketika dalam keadaan haidh dan seperti itu juga nifas. Dan jika mereka sudah bersuci dengan cara mandi, boleh bagi suami untuk mendatanginya di tempat yang diperintahkan Allah, yaitu mendatanginya dari arah depan (qubul), tempat “bercocok tanam”
Adapun dubur, adalah tempat kotoran dan bukan tempat bercocok tanam. Maka tidak boleh menggauli isteri di duburnya bahkan yang demikian itu termasuk salah satu dosa-dosa besar dan merupakan maksiat yang maklum dari syari’at yang suci ini. Abu Daud dan An Nasa’i telah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda (artinya):
“Terlaknatlah siapa saja yang mendatangi perempuan di duburnya”
At Tirmidzy dan An Nasa’i meriyawatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya),
“Allah tidak akan melihat kepada seseorang yang mendatangi laki-laki atau perempuan di duburnya.” Sanad hadits ini shohih.
Mendatangi isteri di duburnya adalah bentuk liwath (sodomi) yang diharamkan kepada laki-laki dan perempuan semuanya. Berdasarkan firman Allah Ta’ala tentang kaumnya Nabi Luth ‘alaihi assalam (artinya):
“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu” (Al Ankabut 28)
Begitu juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (artinya):
“Allah melaknat siapa yang berbuat dengan perbuatannya kaum Luth”. Beliau katakan tiga kali. (Diriwayatkan Al Imam Ahmad dengan sanad shohih).
Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati darinya dan menjauhkan diri dari setiap yang diharamkan oleh Allah Ta’ala. Bagi setiap suami hendaklah menjauhi kemungkaran ini. Bagi setiap isteri untuk menjauhkan dari dari yang demikian dan tidak memberi kesempatan kepada suami untuk melakukan kemungkaran yang besar ini, yaitu menggaulinya dalam keadaan haidh atau nifas atau di dubur. Kita memohon kepada Allah berupa keselamatan bagi kaum muslimin dari setiap apa yang menyelesihi syari’atNya yang suci. Sesungguhnya Dia sebaik-baiknya tempat meminta.
(Yang Mulia Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah)
Alih Bahasa: Ayub Abu Ayub

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.