renungan

Yaa.Allah….
Engkau.menyuruh.daku…aku.tinggalkan..
Engkau.melarang.aku…aku.kerjakan…
Bisikan.buruk.menggodaku.untuk.berbuat.dosa.akupun.alfa…
Sehingga.aku.tidak.bisa.menjadikan.siang.menyaksikan.shiyamku….
Tidak.sanggup.berlindung.malam.dengan.Tahajjudku…
Tiada.sunnah.yang.aku.hidupkan….
Apalagi.kewajiban.yang.siapapun.melalaikannya.akan.celaka…
Aku.tak.mampu.mendekatiMu.dengan.Keutamaan.Ibadah.sunnah…
Karena.banyak.amalan.yang.Engkau.wajibkan.aku.tinggalkan…
Telah.aku.langgar.batas.yang.Engkau.gariskan…
Sehingga.aku.nodai.kemuliaan…Ku.lakukan.dosa.dosa.besar…
Walau.ampunanmu.untukku.sangat.besar…
Inilah.tempat.orang.yang.sangat.malu.berada.didepanMu…
Yang.marah.pada.dirinya…yang.ridha.pada.diriMu…
Maka.datanglah.ia.menemuiMu.dengan.diri.yang.ketakutan…
Dengan.tengkuk.yg.merunduk….dgn.punggung.berat.dgn.kesalahan..
Ia.bersimpuh.dihadapanMu.dgn.harap.dan.cemas…
Engkaulah.yang.pantas.diharapkan…
Engkaulah.yang.paling.berhak.ditakutkan…
Tenteramkanlah.daku.dari.apa.yang.kutakutkan…

renungan

Yaa.Allah….
Engkau.menyuruh.daku…aku.tinggalkan..
Engkau.melarang.aku…aku.kerjakan…
Bisikan.buruk.menggodaku.untuk.berbuat.dosa.akupun.alfa…
Sehingga.aku.tidak.bisa.menjadikan.siang.menyaksikan.shiyamku….
Tidak.sanggup.berlindung.malam.dengan.Tahajjudku…
Tiada.sunnah.yang.aku.hidupkan….
Apalagi.kewajiban.yang.siapapun.melalaikannya.akan.celaka…
Aku.tak.mampu.mendekatiMu.dengan.Keutamaan.Ibadah.sunnah…
Karena.banyak.amalan.yang.Engkau.wajibkan.aku.tinggalkan…
Telah.aku.langgar.batas.yang.Engkau.gariskan…
Sehingga.aku.nodai.kemuliaan…Ku.lakukan.dosa.dosa.besar…
Walau.ampunanmu.untukku.sangat.besar…
Inilah.tempat.orang.yang.sangat.malu.berada.didepanMu…
Yang.marah.pada.dirinya…yang.ridha.pada.diriMu…
Maka.datanglah.ia.menemuiMu.dengan.diri.yang.ketakutan…
Dengan.tengkuk.yg.merunduk….dgn.punggung.berat.dgn.kesalahan..
Ia.bersimpuh.dihadapanMu.dgn.harap.dan.cemas…
Engkaulah.yang.pantas.diharapkan…
Engkaulah.yang.paling.berhak.ditakutkan…
Tenteramkanlah.daku.dari.apa.yang.kutakutkan…

Hidup adalah Anugerah

Hidup Adalah Anugerah

 

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat  membenci  dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

 

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

 

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya  dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih  gadisnya  itu .

 

Kekasihnya  bertanya  kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah  bisa melihat dunia. Apakah  engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya  itu ternyata buta.  Dan  dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

 

Dan akhirnya si Pria kekasihnya  itu  pergi dengan  meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya  itu, “Sayangku, tolong  engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

 

* * * * *

 

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

 Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

 Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

 Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan  untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

 Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi  ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

 

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

 

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

 

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

 

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah  dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

 

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI  untuk waktumu selanjutnya !!!

 

Guru dan Semangat

Guru dan Semangatnya

 

 Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan

juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan

pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan.

Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.

 

Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang. Apalagi, menjadi guru bagi

anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”. Dan saya, merasa beruntung sekali dapat

menjadi guru mereka, walau cuma dalam beberapa jam saja. Ada kenikmatan

tersendiri, berada di tengah anak-anak dengan latar belakang Cerebral Palsy

(sindroma gangguan otak belakang).

 

Suatu ketika, saya diminta untuk mendampingi seorang guru, di sebuah kelas

khusus bagi penyandang cacat. Kelas itu, disebut dengan kelas persiapan, sebuah

kelas yang berada dalam tingkatan awal di YPAC Jakarta. Lazimnya, anak-anak

disana berumur antara 9-12 tahun, tapi kemampuan mereka setara dengan anak

berusia 4-5 tahun, atau kelas 0 kecil.

 

Saat hadir disana, kelas tampak ramai. Mereka rupanya sedang bermain susun

bentuk dan warna. Ada teriak-teriakan ganjil yang parau, dan hentakan-hentakan

kepala yang konstan dari mereka. Ada pula tangan-tangan yang kaku, yang sedang

menyusun keping-keping diagram. Disana-sini terserak mainan kayu dan plastik.

Riuh. Bangku-bangku khusus berderak-derak, bergesek dengan kursi roda sebagian

anak yang beradu dengan lantai.

 

Saya merasa canggung dengan semua itu. Namun, perasaan itu hilang, saat melihat

seorang guru yang tampak begitu telaten menemani anak-anak disana. “Mari masuk,

duduk sini dekat Si Abang, dia makin pinter lho bikin huruf,” begitu panggilnya

kepada saya. Saya berjalan, melewati anak-anak yang masih sibuk dengan tugas

mereka. Ah benar saja, si Abang, anak berusia 11 tahun yang mengalami Cerebral

Palsy dengan pembesaran kepala itu, tampak tersenyum kepada saya. Badannya

melonjak-lonjak, tangannya memanggil-manggil seakan ingin pamer dengan

kepandaiannya menyusun huruf.

 

Subhanallah, si Abang kembali melonjak-lonjak. Saya kaget. Saya tersenyum. Dia

tergelak tertawa. Tak lama, kami pun mulai akrab. Dia tak malu lagi dibantu

menyusun angka dan huruf. Susun-tempel-susun-tempel, begitu yang kami lakukan.

Ah, saya mulai menikmati pekerjaan ini. Dia pun kini tampak bergayut di tangan

saya. Tanpa terasa, saya mengelus kepalanya dan mendekatkannya ke dada. Terasa

damai dan hangat.

 

Sementara di sudut lain, sang Ibu guru tetap sabar sekali menemani semua anak

disana. Dituntunnya tangan anak-anak itu untuk meniti susunan-susunan gambar.

Dibimbingnya setiap jemari dengan tekun, sambil sesekali mengajak mereka

tersenyum. Tangannya tak henti mengusap lembut ujung-ujung jemari lemah itu.

Namun, tak pernah ada keluh, dan marah yang saya dengar.

 

Waktu berjalan begitu cepat. Dan kini, waktunya untuk pulang. Setelah

membereskan beberapa permainan, anak-anak pun bersiap di bangku masing-masing.

Dduh, damai sekali melihat anak-anak itu bersiap dengan posisi serapih-rapihnya.

Tangan yang bersedekap diatas meja, dan tatapan polos kearah depan, saya yakin,

membuat setiap orang tersenyum. Ibu guru pun mulai memimpin doa, memimpin setiap

anak untuk mengatupkan mata dan memanjatkan harap kepada Tuhan.

 

Damai. Damai sekali mata-mata yang mengatup itu. Teduh. Teduh sekali melihat

mata mereka semua terpejam. Empat jam sudah saya bersama “malaikat-malaikat”

kecil itu. Lelah dan penat yang saya rasakan, tampak tak berarti dibanding

dengan pengalaman batin yang saya alami. Kini, mereka bergerak, berbaris menuju

pintu keluar. Tampak satu persatu kursi roda bergerak menuju ke arah saya.

Ddduh, ada apa ini?

 

Lagi-lagi saya terharu. Setibanya di depan saya, mereka semua terdiam,

mengisyaratkan untuk mencium tangan. Ya, mereka mencium tangan saya, sambil

berkata, “Selamat siang Pak Guru..” Ah, perkataan yang tulus yang membuat saya

melambung. Pak guru…Pak Guru, begitu ucap mereka satu persatu. Kursi roda

mereka berderak-derak setiap kali mereka mengayuhnya menuju ke arah saya.

Derak-derak itu kembali membuat saya terharu, membayangkan usaha mereka untuk

sekedar mencium tangan saya.

 

Anak yang terakhir telah mencium tangan saya. Kini, tatapan saya bergerak ke

samping, ke arah punggung anak-anak yang berjalan ke pintu keluar. Dalam diam

saya berucap, “..selamat jalan anak-anak, selamat jalan malaikat-malaikat

kecilku…” Saya membiarkan airmata yang menetes di sela-sela kelopak. Saya

biarkan bulir itu jatuh, untuk melukiskan perasaan haru dan bangga saya. Bangga

kepada perjuangan mereka, dan juga haru pada semangat yang mereka punya.

 

***

 

Teman, menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan pekerjaan

yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga

pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab

mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.

 

Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya

kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar

pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan.

Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik

mereka.

 

Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar

lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar

mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang

banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita

menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?

 

Teman, jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru.

Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu,

dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang

berbeda disana. Cobalah. Rasakan.

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Padang

Nilai Akhir SKB semester GAsal 2009/2010 UTama

Ismu 37, Agung 68, Fany 70, sukma 58, Eko 37, Renanti 42, evi 72, lutfi 59, Hari 72,  Riefki 53, Nur 61, Paulin 72, Desti 67, Dhila 72, Rine 69, Risa, 76, Yuanita 38, Fauzi 60, Lina 62, Fierly 71, Yedi 70, Vicky 67, Tifany 70 dan Memey 83

sementara itu sdh dilakukan remedial namun yg hadir hanya 14 org: yaitu: Desti, Nur, Tiffa, Lina, Rinne, Dhila, Risa, Fierly, Yedi, Vicky, Harry, Riefki, Agung dan Fauzi

Bagi yg belum remdial, masih ada waktu sampai hari senin… jika tidak maka nilainya tidak bisa diremedial lagi…

Pengumuman IT Telkom

Untuk Bahan Kuliah 2 minggu terakhir tidak bisa di Upload, bukan karena saya nga mau ngasih, tapi saya tidak bisa mengup-loadnya, sekali lagi mohon maav. UNTUK LEBIH JELASNYA lihat aja di email jepri purbakala dan murdin-i

Satu lagi pengumuman, bahwa proposal kami  dengan  Jepri akan dipresentasikan secara nasional dan internasional pada bulan Juli, mohon doa dan dukungannya.

Materi Entrepreneurship

BUSSINESS PLAN

 

Bussiness plan adalah suatu dokumen tertulis yang menggambarkan secara sistematis suatu usaha / kegiatan bisnis.

           

            Sebaiknya dibuat sedetail mungkin yang tidak merepotkan. Kalau akan digunakan untuk investasi modal, ini harus juga menyenangkan bagi investor atau peminjam

 

 

Tujuan Pembuatan Bizplan

  • Untuk penyelesaian proses perencanaan
  • Komunikasi dengan perusahaan mengenai keseriusan proses perencanaan dan hasilnya
  • Untuk melengkapi kerangka yang terukur untuk mengelola perusahaan, dan
  • Untuk memberikan kepada pimpinan dan investor mengenai instisari jaminan bahwasanya kinerja Perusahaan akan seperti yang dituntut.

 

 

 

Kegunaan Bizplan

 

a)      Penggunaan Internal (digunakan untuk mengarahkan dan meningkatkan kinerja perusahaan)

 

b)      Memperbaiki kinerja dengan mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan operasi perusahaan dan persoalan yang muncul.

 

c)      Dapat mengkomunikasikan dengan jelas kepada manajemen dan staff mengenai ekspektasi yang menyangkut kinerja dan prioritas perusahaan.

 

d)      Dapat mengkoordinasikan secara efektif dan menjamin konsistensi dalam perencanaan dan operasi dari berbagai unit dalam perusahaan.

 

e)      Dapat menjadi dasar yang solid untuk mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan termasuk pimpinan dan unit-unitnya.

f)       Dapat digunakan untuk mendidik dan memotivasi orang-orang kunci dalam perusahaan.

 

Penentuan harga

 

a)      Penetapan harga harus sedemikian rupa sehingga dapat menutup biaya dan masih ada marjin utk laba

b)      Harus mempertimbangkan pesaing

c)      Permintaan pelanggan turut menentukan harga (misal: dalam jumlah besar mendapat diskon harga)

d)      Harga merupakan faktor utama kalau produk atau jasa mirip dgn pesaing.

e)      Usahakan agar harga didasarkan pada ciri khas produk dan jasa kita

 

 

 

Sistimatika Penyusunan Bizplan

 

PENDAHULUAN

Latar belakang

Maksud dan tujuan

Kegiatan usaha

 

1. Rencana PEMASARAN

  1. 1.      Perencanaan penjualan produk
  2. 2.      Perencanaan harga jual produk
  3. 3.      Perencanaan distribusi produk
  4. 4.      Perencanaan promosi produk

 

2. ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

Perencanaan kebutuhan dan kualitas SDM

Perencanaan motivasi yang dibangun

 

3. ASPEK PRODUKSI

Perencanaan produk

  1.  
    1.  
      1.  
        1.  
          1. Desain produk
          2. Perencanaan ukuran
          3. Perencanaan kemasan
          4. Diversifikasi

Perencanaan produksi dan kualitas produk

  1.  
    1.  
      1.  
        1. Perencanaan bahan baku
        2. Perencanaan kapasitas
        3. Perencanaan alat / mesin
        4. Perencanaan alur kerja proses
        5. Perencanaan tenaga kerja

4. ASPEK KEUANGAN

  1. 1.      Perencanaan investasi
  2. 2.      Perencanaan biaya
  3. 3.      Perencanaan biaya tetap
  4. 4.      Perencanaan biaya tidak tetap
  5. 5.      Perencanaan harga pokok
  6. 6.      Perencanaan laba rugi

Pengumuman 2

Maaf sebelumnya, karena saya sakit saya nga sempat mengirim ke blog, jadi sekarang sudah ada di Dini Ratna Oktavia dan Siti Ruminah, Bagi yng sudah mengirim komentar ke Blog sudah ada nilainya.

Sekali  lagi mohon maaf ya…

Pengumuman

MAteri tentang Bizplan sudah di copykan ke Dini, mohon diminta kedia dan minta soaal sekalian

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.